Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.754 item publik

Publikasi

Halaman 147 dari 338

Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan Dukungan Keluarga Terhadap Perawatan Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Pesisir

MUTMAINAH
2024 · Thesis · Open Access

Penyakit Tuberkulosis paru (TBC) merupakan pnyakit kronis menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Tuberkulosis paru disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengobatan dan perawatan TB Paru adalah pengetahuan keluarga dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita TB Paru di wilayah pesisir. Rancangan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan uji kolerasi Spearman-rho. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 pasien TB Paru yang melakukan pengobatan di Puskesmas Karang Rejo dan 34 Anggota keluarga pasien TB Paru yang diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mendapatkan kategori pengetahuan baik yakni 31 responden atau 91,2% dan mendapatkan dukungan baik yakni 24 responden atau 70,6%. Hasil analisa uji chi-square menunjukkan hasil sebesar 0,001 (0,05) yang artinya terdapat hubungan atau korelasi antara tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menunjukkan pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Karang Rejo dalam kategori baik.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku merawat Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa

ERIKA AHMAD
2024 · Thesis · Open Access

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PERAWATAN LUKA BAKAR

PUTRI NABILAH NUR ATHIFAH
2024 · Thesis · Open Access

Kejadian luka bakar dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah dengan aktivitas siswa seperti kegiatan yang menggunakan fasilitas laboratorium yang mengandung cairan keras yang mudah terbakar, kontak dengan terminal listrik, tersentuh knalpot kendaraan di sekolah, dapat memicu terjadinya luka bakar. Masih banyak siswa yang belum mengetahui tentang bagaimana pertolongan pertama jika terjadi luka bakar saat di sekolah. Kebiasaan yang sering dilakukan jika terjadi luka bakar yaitu memberikan pertolongan pertama dengan mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut memberikan efek buruk jika diaplikasikan ke daerah luka yang menyebabkan infeksi pada luka bakar. Perawatan dan penanganan luka bakar yang ditangani dengan kurang tepat dapat menimbulan dampak yang akan merugikan bagi penderita. Baik buruknya kondisi seseorang yang mengalami luka bakar dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki first responden atau penolong pertama. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki maka perilaku seseorang terhadap suatu masalah dan cara menghadapinya akan semakin baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan siswa tentang perawatan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 254 siswa SMPN 2 Tarakan kelas 7 dan 8. Proses pengambilan data dengan menggunakan kuisioner pengetahuan kemudian dilakukan analisis data yang menghasilkan distribusi frekuensi dan pesentase. Hasil penelitian berdasarkan indentifikasi tingkat pengetahuan siswa menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden sebagian besar memiliki pengetahuan pada kategori baik yaitu sebanyak 217 responden (85,4%), kategori cukup sebanyak 35 responden (13,8%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (0,8%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang perawatan luka bakar berada pada kategori baik.

Tindak Pidana Pencabulan Anak Dalam Perspektif Viktimologi

NEHERA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan dalam masyarakat yaitu tindak pidana pencabulan anak yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan anak sebagai korban tindak pidana pencabulan serta juga bagaimana upaya perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum primer, dan bahan hukum tersier dan dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah anak sebagai korban tindak pidana pencabulan memiliki peran yang aktif yang mendorong dirinya menjadi korban dengan menimbulkan rasangan sehingga terjadi kejahatan terhadap dirinya dan ada pula yang berperan pasif yang tidak berbuat apa-apa akan tetapi dengan sikapnya justru mendorong dirinya menjadi korban sehingga terjadi kejahatan terhadap dirinya yang memiliki sifat dan karakter yang cenderung lemah fisik dan daya fikirnya. Adapun yang menjadi faktor pemicu seorang anak menjadi korban tindak pidana pencabulan terkait dengan peranannya dipengaruhi oleh dengan cara berpakaian, mudah dirayu, mudah diiming-imingi, dan mudah berkomunikasi dengan orang lain sehingga anak menjadi korban tindak pidana pencabulan. Adapun upaya perlindungan hukum yang diberikan yaitu adalah pendampingan rehabilitasi, merahasiakan identitas sikorban pemberian bimbingan atau konseling, serta pemulihan fisik maupun mental pada korban tindak pidana pencabulan terhadap anak.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan tahun 2023

JIRA
2024 · Thesis · Open Access

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN TAHUN 2023 Abstrak Persalinan merupakan proses perempuan terjadi, membutuhkan kontrkasi uterus yang cukup, frekuensi, durasi, dan intensitas menyebabkan penipisan dan pelebaran serviks. Persalinan adalah saat dimana bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu. Preeklamsia adalah sekumpulan gejalah yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema, dan protrinuria yang muncul pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. Preeklamsia merupakan masalah yang serius dan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Menganalisis hubungan usia, paritas, pendidikan, riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, anternatal care, dan riwayat preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD dr. Jusuf SK Tarakan. Jenis penelitian adalah deskriptif analisis, rencangan penelitian ini yaitu cross-sectional. Pendekatan ini untuk menganalisis hubungan antara variabel dependen (persalinan dengan preeklamsia) dengan variabel indepeden (usia, paritas, pendidikan, riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, anternatal care, dan riwayat preeklamsia) di RSUD dr. jusuf SK Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan preeklamsia di RSUD dr. Jusuf SK Tarakan pada tahun 2023 sebanyak 61 orang yang terdata dalam rekam medik ibu bersalin dengan preeklamsia. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p-value= 0,30), paritas (p-value 0,00), riwayat hipertensi (p value-0,14), riwayat preeklamsia (p-value=0,048) dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p-value=0,294), riwayat diabetes mellitus (p-value=0,824), dan anternatal care (p-value=0,025) dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara usia, paritas, riwayat hipertensi dan riwayat preeklamsia dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin dan tidak ada hubungan pendidikan, riwayat diabetes mellitus, dan anternatal care dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin. Kata kunci Faktor Usia ibu, paritas, pendidikan, riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, anternatal care, riwayat preeklamsia, preeklamsia

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN AKSEBILITAS DENGAN PILIHAN PERSALINAN DI RUMAH TANPA TENAGA KESEHATAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LONG BERANG

ANNI MANGIWA
2024 · Thesis · Open Access

Tingginya kematian ibu akibat dari kurangnya persiapan ibu pada masa kehamilan serta terjadinya komplikasi saat persalinan yang tidak segera ditangani, sehingga menimbulkan pendarahan, infeksi, hipertensi bahkan keguguran. Hal ini diperkuat dengan kurangnya pengetahuan dan aksebiliti dalam menjangkau fasilitas kesehatan yang memadai sehingga ibu lebih memilih melahirkan di rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetajuan dan AKSEBILITAS dengan pemilihan persalinan di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas long berang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantatif deskriftif analitik pendekatan cros- sectional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 36 sampel yang di pilih dengan teknik total sampling. Data di kumpulkan menggunakan kusioner dan di analisis menggunakan uji univariat (frekuensi) dan uji bivariat (uji chi-square). Hasil uji univariat ditemukan responden dengan pengetahuan baik 22(61, 1℅) dan pengetahuan kurang 14 (38, 1℅) responden dengan AKSEBILITAS yang sulit mencapai 14(41, 7℅) sementara itu responden yang memilih perdamaian di rumah sebanyak 13 (36, 1℅) dan yang tdk memilih persalinan di rumah sebesar 23(63, 9℅).Hasil bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan AKSEBILITAS dengan pilihan persalinan di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan dengan nilai p Value 0.000, 5 sehingga di perlukan kajian dan solusi terbaik dalam menangani masalh AKSEBILITAS, sehingga masyarakat dapat menjangkau fasilitas kesehatan dengan mudah.

PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHADAP RESIDIVIS ANAK PELAKU TINDAK PIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA TARAKAN

RULLY ARISKY FRATAMA
2024 · Thesis · Open Access

Pembinaan terhadap residivis anak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan Indonesia yang berfokus pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Anak-anak yang mengulangi tindak pidana setelah menjalani hukuman memerlukan pendekatan khusus karena kompleksitas kebutuhan mereka dan risiko pengulangan tindak pidana yang tinggi.. Penelitian ini dilakukan untuk membahas Untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, dilakukan triangulasi sumber data dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Selain itu, member checking dilakukan dengan meminta konfirmasi dari subjek penelitian mengenai hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan. metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian empiris, hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa pelaksanaan pembinaan terhadap residivis anak di Lapas Kelas IIA Tarakan menunjukkan komitmen terhadap rehabilitasi dan integrasi sosial. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan peningkatan sumber daya, dukungan yang lebih kuat dari berbagai pihak, serta penanganan stigma sosial terhadap anak residivis. Dengan demikian, mereka dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memperbaiki diri dan menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI KEBAKARAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK WILAYAH PESISIR KOTA TARAKAN

DWI NUR AMALIA
2024 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Kebakaran yakni nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki dan sukar untuk dikendalikan. Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang sering terjadi di Kota Tarakan terutama di kawasan padat penduduk. Penyebab paling banyak terjadinya kebakaran di kawasan penduduk kota Tarakan yakni karna kebiasaan masyarakat. Hal ini menunjukkan kawasan pemukiman padat pesisir Kota Tarakan memiliki risiko kebakaran yang tinggi, maka dari itu perlunya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di kawasan padat penduduk wilayah pesisir kota Tarakan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan tipe pendakatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan populasi sebanyak 144 orang dan sampel yang digunakan adalah 106 orang. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 73 orang (68,9%), dan mayoritas responden memiliki sikap yang positif sebanyak 78 orang (73,6%) serta mayoritas kesiapsiagaan responden berada pada kategori siap sebanyak 64 orang (60,4%). Hasil uji menggunakan gamma menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagan dalam menghadapi kebakaran (p=0.0000). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk kota Tarakan, sehingga pentingnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran menjadi kategori sangat siap.

Penggunaan Variable Speed Drive (VSD) Sebagai Pengatur Kecepatan Motor Induksi Pada Conveyor Di PT. Intracawood Manufacturing

ALAM
2024 · Thesis · Open Access

Putaran yang dihasilkan oleh motor induksi sangat diperlukan sebagai penggerak sebuah alat pengangkut material yang disebut dengan conveyor. Putaran motor induksi dapat diatur dengan berbagai cara salah satunya yaitu menggunakan Variable Speed Drive (VSD) dengan mengatur frekuensi output nya yang tersuplai pada motor induksi. Pada penelitian ini pengaturan frekuensi pada VSD dimulai dari 20 Hz hingga 50 Hz dengan pembebanan dimulai dari tanpa plywood hingga 4 plywood yang dimana berat 1 plywod senilai 12 Kg. Berdasarkan hasil penelitian, semakin besar nilai frekuensi maka rpm motor induksi meningkat, namun semakin banyak beban yang diberikan membuat rpm motor induksi menurun. Nilai slip motor induksi akan semakin menurun seiring pada kenaikan nilai frekuensi yang diberikan ke motor induksi. Kenaikan nilai frekuensi motor induksi pada setiap pembebanan membuat nilai daya aktif, nilai daya semu dan nilai daya reaktif pada beban tanpa plywood hingga 4 plywood meningkat.

Analisis penanaman budaya sopan santun di kelas 1-B SDN 015 Tarakan

NOVI KRISTIANI
2024 · Thesis · Open Access

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school

ANALISIS VOLUME KECEPATAN DAN KEPADATAN PADA JALAN R.E.MARTADINATA KOTA TARAKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIEL DAN MODEL GREENBRERG

YEHIZKIA PAKONDO
2024 · Thesis · Open Access

Jalan R.E Martadinata merupakan salah satu jalan di Kota Tarakan yang termasuk dalam kelas jalan kolektor dengan jalan 4 (empat) lajur, 2 (dua) arah yang berada di Tarakan. Jalan R.E Martadinata tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan pusat pendidikan, pertokoan dan perdagangan pada jam puncak. Jalan R.E Martadinata memiliki volume lalu lintas yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan kinerja jalan menjadi berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model matematis volume, kecepatan dan kepadatan selanjutnya menentukan tingkat pelayanan jalan R.E Martadinata. Metodologi penelitian ini menggunakan metode Greenshield dan Greenberg dengan mengunakan data volume, kecepatan, dan kepadatan yang didapatkan dari hasil survei di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan model hubungan volume, kecepatan, dan kepadatan terbaik adalah dengan model Greenshield dimana pada model ini nilai (R² = 0,9275) Sehingga di dapatkan hasil Hubungan Kecepatan-Kepadatan S = 38,3168 - 0,6082D, Hubungan Volume-Kepadatan V = 38,3168D - 1,87493D^2 dan Hubungan Volume-Kecepatan V = 62,9993 - 1,64417S2 pada hasil perhitungan indeks pelayanan dengan model hubungan Greenshield dipilih untuk mengetahui indeks pelayanan pada jalan R.E Martadinata. Dari hasil perhitungan tersebut didapat nilai indeks pelayan yaitu F

ANALISIS HIDROLOGI DAN HIDROLIKA SALURAN DRAINASE DI JALAN WIJAYA KUSUMA KOTA TARAKAN

RHAGIEL ADITHYA HADRIN
2024 · Thesis · Open Access

Kota Tarakan mengalami banyak permasalahan lingkungan, salah satunya adalah bencana banjir ketika musim hujan melanda. Banjir terjadi karena berbagai macam faktor seperti curah hujan yang tinggi, kapasitas saluran yang kurang baik, kondisi topografi yang rendah, serta sedimentasi yang tinggi pada saluran drainase. Salah satu wilayah di kota Tarakan yang sering terkena bencana banjir adalah kelurahan Karang Anyar tepatnya di jalan Wijaya Kusuma. Genangan banjir yang terjadi ini sangat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, oleh karena itu dalam rangka mengatasi banjir yang terjadi maka perlu dilakukan suatu evaluasi saluran drainase. Dalam melakukan suatu evaluasi saluran drainase perlu dilakukan dua analisis yaitu, Analisis Hidrologi dan Analisis Hidrolika. Analisis Hidrologi dimaksudkan untuk mendapatkan debit rencana kala ulang tertentu pada daerah yang ditinjau berdasarkan data curah hujan yang besurmber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat, sedangkan Analisis Hidrolika dimaksudkan untuk mendapatkan kapasitas saluran eksisting drainase dari data hasil pengukuran dimensi saluran secara langsung. Hasil Analisis Hidrologi pada saluran drainase di jalan Wijaya Kusuma didapatkan debit sebesar 0,6597 m3/detik untuk saluran sisi kanan dan sebesar 0,9155m3/detik untuk saluran sisi kiri. Kemudian untuk mempermudah Analisis Hidrolika pada saluran drainase di jalan Wijaya Kusuma dilakukan permodelan drainase menggunakan program aplikasi HEC-RAS 5.0.7 dan didapatkan hasil permodelan aplikasi HEC-RAS saluran drainase pada jalan Wijaya kusuma terjadi banjir di kedua saluran pada Sta 0+100 dan 0+200, dengan luas aliran 1,41 m2 dan 1,88 m2 pada sisi kanan, serta 1,91 m2 dan 2,44 m2 pada sisi kiri.

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN BETON SEBAGAI BAHAN TAMBAH MUTU BETON K-250 DENGAN VARIASI CAMPURAN 0%,5,5%.6% DAN 6,5%

RIVAL ARAZ
2024 · Thesis · Open Access

.Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai yang ekonomis yang sangat tinggi jika tanaman tersebut dikelola dengan baik. Di kota Tarakan merupakan penghasil kelapa sangat berlimpah dan telah banyak memberikan kehidupan masyarakat di kalangan pertani yang ada dikota tarakan, hal ini dibuktikan dengan tingkat pengusaha tanaman kelapa di Indonesia. Tempurung Kelapa adalah limbah karena banyak industri mengubah tempurungnya menjadi obat nyamuk dan bahan bakar. Limbah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah kuat tekan beton dengan variasi campuran 0%, 5,5%, 6%, dan 6,5% pada umur pengujian 28 hari. Dari hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton, dikarenakan nilai variabel yang tidak konsisten terhadap kuat tekan beton. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak meningkatkan nilai kuat tekan beton. Dari perhitungan perbandingan kuat tekan beton, bahwa beton normal memiliki nilai 321,17 Kg/cm2 sehingga pada variasi campuran ATK 5,5% mengalami penurunan 225,90 Kg/cm2, kemudian pada variasi campuran ATK 6% mengalami penurunan lagi pada nilai kuat tekan menjadi 197,16 Kg/cm2, namun pada variasi 6,5% mengalami penurunan menjadi 219,02 Kg/cm2.

HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI DI WILAYAH PUSKESMAS LONG PUJUNGAN KALIMANTAN UTARA

SATRIANA REGAK
2024 · Thesis · Open Access

Pendahuluan: Rendahnya pemilihan alat kontrasepsi di beberapa daerah di Kalimantan utara dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti budaya atau nilai yang timbul dari adanya sikap yang didasarkan kepercayaan dan norma-norma di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis apakah terdapat hubungan faktor budaya dengan pemilihan kontrasepsi di wilayah Puskesmas Long Pujungan- Kalimantan Utara. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non intervensi dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-JUni di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Smapel penelitian ini berjumlah 72 responden. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Budaya. Variabel terikat adalah keputusan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Instrument penelitian adlaah kuesioner. Analisis statistic menggunakan analisis bivariat Chi square. Hasil: Mayoritas ibu yang memakai kontrasepsi adalah ibu dengan pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 25 orang (34.7%). Namun demikian hampir seluruh ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi juga memiliki pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 23 orang (31.9%) dari 48 orang. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan regresi logistik diperoleh P-value = 0,280 >0.05 artinya secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan