Abstrak
Kejadian luka bakar dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah dengan aktivitas siswa seperti kegiatan yang menggunakan fasilitas laboratorium yang mengandung cairan keras yang mudah terbakar, kontak dengan terminal listrik, tersentuh knalpot kendaraan di sekolah, dapat memicu terjadinya luka bakar. Masih banyak siswa yang belum mengetahui tentang bagaimana pertolongan pertama jika terjadi luka bakar saat di sekolah. Kebiasaan yang sering dilakukan jika terjadi luka bakar yaitu memberikan pertolongan pertama dengan mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut memberikan efek buruk jika diaplikasikan ke daerah luka yang menyebabkan infeksi pada luka bakar. Perawatan dan penanganan luka bakar yang ditangani dengan kurang tepat dapat menimbulan dampak yang akan merugikan bagi penderita. Baik buruknya kondisi seseorang yang mengalami luka bakar dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki first responden atau penolong pertama. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki maka perilaku seseorang terhadap suatu masalah dan cara menghadapinya akan semakin baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan siswa tentang perawatan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 254 siswa SMPN 2 Tarakan kelas 7 dan 8. Proses pengambilan data dengan menggunakan kuisioner pengetahuan kemudian dilakukan analisis data yang menghasilkan distribusi frekuensi dan pesentase. Hasil penelitian berdasarkan indentifikasi tingkat pengetahuan siswa menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden sebagian besar memiliki pengetahuan pada kategori baik yaitu sebanyak 217 responden (85,4%), kategori cukup sebanyak 35 responden (13,8%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (0,8%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang perawatan luka bakar berada pada kategori baik.