Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.754 item publik

Publikasi

Halaman 109 dari 338

KESULITAN GURU KELAS IV DALAM MENYUSUN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI SDN 016 PANTAI AMAL TARAKAN

MARKOVAN
2025 · Thesis · Open Access

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan pada pendidikan di Indonesia saat ini. Terdapat beberapa pembaharuan atau perubahan dari kurikulum sebelumnya yang membuat guru kesulitan dan memerlukan waktu untuk adaptasi pada kurikulum merdeka. Kesulitan guru dalam menyusun modul ajar adalah salah satu masalah yang sedang terjadi pada kurikulum merdeka ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami guru dalam penyusunan modul ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru mengalami kesulitan dalam penyusunan modul ajar. Letak kesulitan guru yang pertama adalah kesulitan memahami Profil Pelajar Pancasila yang mana faktor penyebabnya adalah keberagaman karakteristik siswa dan minimnya pengetahuan guru tentang profil pelajar Pancasila. Kedua yaitu kesulitan merumuskan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran dan faktor penyebabnya adalah kurangnya kompetensi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Ketiga yaitu kesulitan dalam menentukan model dan metode pembelajaran yang faktor penyebabnya adalah sarana dan prasarana yang terbatas dan minimnya kompetensi guru dalam penggunaan teknologi. Keempat adalah kesulitan dalam menyusun asesmen diagnostic yang mana faktornya penyebabnya adalah tidak memiliki rubrik penilaian asesmen diagnostik. Selanjutnya asesmen formatif yang faktornya penyebabnya adalah keterbatasan waktu pembelajaran di kelas. Berikutnya asesmen sumatif yang mana kesulitannya terdapat pada pemberian nilai khususnya soal uraian. Oleh karna itu, diharapkan guru untuk terus meningkatkan pemahaman dan kompentensi dalam menyusun modul ajar serta diharapkan pihak sekolah dapat memberi dukungan seperti mengadakan pelatihan dan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. The curriculum that is currently implemented in Indonesian schools is Merdeka curriculum. It takes time for teachers to adjust to Merdeka curriculum because of a number of updates or modifications from the latest curriculum. One of the issues with this autonomous curriculum at the moment is the challenge faced by teachers in creating lesson plans. The purpose of this study was to identify the challenges faced by teachers when designing the lesson plans. The method employed in this study was descriptive qualitative. The results of this study indicated that teachers experienced some challenges in compiling teaching modules. The first challenge of teachers was the difficulty in understanding the Pancasila Student Profile, the causative factors of which were the diversity of student characteristics and the lack of teacher knowledge about the Pancasila student profile. Second, the challenge in formulating learning outcomes into learning objectives and the causative factor was the lack of teacher competence in formulating learning objectives. Third, the challenge in determining learning models and methods, the causative factors of which were limited facilities and infrastructure and the lack of teacher competence in using technology. Fourth, the challenge in compiling diagnostic assessments, the causative factor of which was not having a diagnostic assessment rubric. Furthermore, formative assessments, the causative factor of which was the limited learning time in class. Next was the summative assessment where the challenge lied in giving marks, especially for descriptive questions. Therefore, the teachers are expected to continue to improve their understanding and competence in compiling teaching modules and it is expected that the school can provide support such as holding training and providing the facilities and infrastructure needed in the learning process.

KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD NEGERI 003 TARAKAN

LUSI JULIANI TRISNAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Guru memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam prakteknya, implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 003 Tarakan masih menghadapi berbagai kesulitan bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Pancasila. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah tiga guru kelas pada fase B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam tiga tahap pembelajaran pendahuluan, inti, dan penutup yaitu (1) Guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan tes diagnostik, karena adanya perbedaan pengetahuan, dan gaya belajar siswa, serta keterbatasan waktu (2) Guru menghadapi kesulitan dalam meningkatkan keaktifan siswa, akibat rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas (3) Guru mengalami kesulitan dalam mengevaluasi pembelajaran, terutama pada aspek penilaian kognitif, karena perbedaan pengetahuan dan karakteristik masing-masing siswa. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan dan pengembangan profesional guru agar mampu mengatasi kesulitan- kesulitan tersebut, serta meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila yang efektif dan sesuai kebutuhan siswa.

Penerapan Pidana Bagi Warga Negara Asing Yang Melakukan Illegal Fishing Di Wilayah Yurisdiksi Indonesia

YULIANA SULTINA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitiaan ini bertujuan Untuk menganalisis penegakan hukum terhadap warga negara asing yang melakukan Tindak Pidana Ilegal Fhising Di Wilayah Yurisdiksi Indonesia serta untuk menganalisis Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Ilegal Fhising oleh warga negara asing di wilayah yurisdiksi Indonesia. Seluruh sumber bahan hukum yang di peroleh Dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi keputusan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer dan sekunder. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis berkesimpulan bahwa, Penegakan hukum terhadap WNA pelaku illegal fishing di wilayah yurisdiksi termasuk penangkapan sampai pemberian sanksi, penegakan hukum masih kurang efektif di lapangan, Hal ini terlihat dari putusan Nomor: 285/Pid.Sus/2023/PN Tarakan, yang menunjukkan adanya kendala dalam proses penegakan hukum tersebut. Perlu meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum dan memperbaiki aturan agar lebih tegas, agar penegakan illegal fishing di perairan Indonesia bisa lebih efektif. Pada Pertimbangan Hukum Hakim Putusan Nomor 285/pid.sus/2023/PN Tar tidak boleg di jatuhi pidana kurungan karena menjatuhkan hukuman kurungan pada warga negara asing atas illegal fishing di ZEEI, melanggar Pasal 73 ayat (3) UNCLOS 1982 dan Pasal 102 Undang-undnag No. 31 Tahun 2004 sebagaimana di rubah dalam Undang-udang Nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan.

ANALYSIS OF STUDENTS’ ERROR IN TRANSLATING IDIOMS FROM ENGLISH TO INDONESIA MADE BY SIXTH SEMESTER OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS AT THE UNIVERSITY OF BORNEO TARAKAN

MUHAMMAD HASSAN YUSUF AL-FITRAH
2025 · Thesis · Open Access

This study examines students' mistakes in translating idiomatic idioms among sixth- semester students in the English Department at the University of Borneo Tarakan. This study also explores the variables that cause these errors. This study uses qualitative content analysis techniques and the subjects are students from local A1 and A2 in the sixth semester of the English Education Department, University of Borneo Tarakan. This study employs qualitative content analysis approaches, focusing on students from local A1 and A2 in their sixth semester, majoring in English Education at the University of Borneo Tarakan. Data collection was executed via document analysis and interviews. The results of the study found that students faced many challenges in interpreting idiomatic phrases, including linguistic knowledge, cultural differences, and style constraints. This occurs as students struggle to identify the most analogous source language and to derive a meaning that aligns with the idiomatic expression. Numerous challenges arise from factors such as students' unfamiliarity with idiomatic expressions, cultural disparities between English and Indonesian, the infrequent application of these expressions in daily communication or writing, and the intricacies associated with interpreting idiomatic phrases. Finally, this study encourages lecturers and students to investigate language through vocabulary and linguistic phrases, particularly idioms, and to apply them in daily practice, both written and spoken, in and out of the classroom.

KAJIAN UNSUR HARA (NITRAT, POSFAT, KALIUM) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN

PETRUS
2025 · Thesis · Open Access

Tambak tradisional sebagai wadah terkontrol dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memelihara ikan, udang dan kepiting. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang di tambak sistem tradisional adalah ketersediaan unsur hara secara berkesinambungan seperti nitrat, fospat dan kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur hara di tambak udang windu sistem tradisional. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan sebanyak 12 kali, sedangkan sampel tanah sebanyak 4 kali. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan standar Baku Mutu (BM) kualitas air dan tanah tambak berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015. Hasil pengukuran variabel kualitas air tambak selama penelitian adalah suhu: 27-34,2 ℃, pH air: 7,8-8,31, salinitas: 10-20 ppt, Fospat: 0,02-0,18 ppm, kecerahan: 45-70 cm, ammonia: 0,01-1,12 mg/l, nitrit: 0,02-0,06 mg/l, nitrat: 0,8-2,76 mg/l, kalium: 10,23-15,43 mg/l, dan Corganik: 10,95-15,44 mg/l. Sedangkan variabel kualitas tanah yaitu pH tanah: 3,11-3,93, C-organik: 1,98-2,63 %, fosfat: 18,26-21,46 ppm, nitrat: 5,29-17,72 mg/l, dan kalium: 15,28-34,75 me/100 gr. Unsur hara pada air di tambak tradisional udang windu yang tidak sesuai standar baku mutu adalah nitrat dan kalium. Kandungan unsur hara pada air yang sesuai standar baku mutu adalah fospat. Unsur hara tanah yang tidak sesuai standar baku mutu adalah fosfat dan kalium, sementara unsur hara tanah yang sesuai baku mutu adalah nitrat

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

MITI
2025 · Thesis · Open Access

Learning models contribute to students' learning outcomes because the way of interaction and collaboration in the learning process can affect the understanding of the material. To determine the effect of cooperative learning models on learning outcomes, a quasi-experimental study with a pretest-posttest nonrandomized control group design was conducted. In this study, Think Pair Share (TPS) and Jigsaw learning models were chosen for learning environmental changes. This research was conducted at MAN Tarakan in November 2024. The research sample was class X.6 students as experiment 1 class and class X.4 students as experiment 2 class. The research instrument used was a test instrument in the form of multiple-choice questions. The results indicated that the posttest scores of students who learned with the Think Pair Share (TPS) learning model were higher than those of students who were taught with the Jigsaw learning model. Hypothesis testing using an independent t-sample t-test was carried out with a confidence level of 95% and obtained a sig (2-tailed) value of 0.441> 0.05, which means that H0 is accepted and H1 is rejected. Based on the hypothesis test, it can be concluded that there was no difference in biology learning outcomes between students who used the TPS learning model and the Jigsaw model. However, the N-gain test results indicated that the TPS model got a value of 61.31%, which was included in the "Quite Effective" category in improving student learning outcomes. In contrast, the Jigsaw model got a value of 54.55%, which is included in the "Less Effective" category. Therefore, it is concluded that although there was no significant difference, the TPS model was more effective than the Jigsaw model in improving learning outcomes

Hubungan Antara Kesadaran Diri dan Kepatuhan Minum Obat Pada Orang Dewasa Dengan Hipertensi

SEPTY YULANDA
2025 · Thesis · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena gejalanya yang tidak khas dan sering tidak disadari penderitanya, hingga menimbulkan komplikasi serius. Tingkat kesadaran diri yang rendah sering kali menjadi faktor utama ketidakpatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan.. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian sebanyak 162 orang dewasa yang telah terdiagnosis hipertensi di Puskesmas Karang Rejo. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner BASIS untuk menilai tingkat kesadaran diri dan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berusia 50-59 tahun, berpendidikan rendah, dan memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga, serta memiliki kesadaran diri baik dan kepatuhan minum obat dalam katergori sedang. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji alternatif spearman rho menunjukkan nilai p= 0.142, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesadaran diri dengan kepatuhan minum obat orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti terkait faktor pemungkin kesadaran diri pada pasien hipertensi.

Hubungan Antara Kesadaran Diri dan Kualitas Hidup pada orang Dewasa dengan Hipertensi

FILA DELTIA TONI
2025 · Thesis · Open Access

Dewasa merupakan kelompok usia yang rentan akan perubahan fisik, psikologis dan sosial. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka tekanan darah juga akan semakin meningkat. Hipertensi pada orang dewasa dikaitkan dengan proses penuaan dari dewasa menjadi pra lansia terjadi perubahan pada tubuh. Kesadaran diri dan kualitas hidup adalah salah satu faktor pencetus terjadinya tekanan darah meningkat, kurangnya kesadaran diri pada seseorang akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesadaran diri dan kualitas hidup pada orang dewasa dengan hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 162 responden. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Blood Pressure Awareness Scale and Insight Scale (BASIS) dengan 10 item pertanyaan dan kuesioner WHOQOL – BREF dengan 26 pertanyaan. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji chi- square menunjukan tidak terdapat hubungan antara kesadaran diri dan kualitas hidup pada orang dewasa dengan hipertensi dengan nilai (P=0,166). Hasil penelitian ini orang dewasa dengan hipertensi sebagian besar berusia 40-49 tahun, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai IRT, berpendidikan terakhir SLTA, memiliki riwayat hipertensi 1 bulan-3 tahun dan memiliki riwayat keluarga menderita hipertensi, memiliki kesadaran diri baik dan kualitas hidup baik. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kesadaran diri dan kualitas hidup pada orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sehingga perlu dilakukan edukasi terkait hipertensi untuk meningkatkan atau mempertahankan kesadaran diri agar kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

THE EFFECT OF DIFFERENTIATED INSTRUCTION TOWARDS SEVENTH GRADERS’ SPEAKING ACHIEVEMENT AT SMPN 3 TARAKAN

STEFI SESARIMITA GREZELA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN TUBUH UDANG WINDU (Penaeus monodon) TERHADAP INFEKSI BAKTERI Vibrio parahaemolyticus

NURASIKIN
2025 · Thesis · Open Access

Penyakit akibat bakteri Vibrio parahaemolyticus merupakan masalah besar dalam budidaya udang windu (Penaues monodon) yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Salah satu alternatif pengobatan yang lebih ramah lingkungan dan efektif adalah penggunaan ekstrak daun sirih (Piper betle), yang diketahui memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan imunostimulan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih dalam meningkatkan kelangsungan hidup udang windu terhadap infeksi bakteri V. parahemolyticus serta menentukan dosis terbaik ekstrak daun sirih yang dapat meningkatkan ketahanan tubuh udang. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol positif (tanpa perendaman ekstrak daun sirih, hanya uji tantang dengan bakteri), kontrol negatif (tanpa pemberian bakteri, hanya perendaman ekstrak daun sirih), serta tiga perlakuan dengan ekstrak daun sirih pada dosis 35 ppm,40 ppm, dan 45 ppm. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), gejala klinis infeksi, serta kualitas air selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B dengan dosis 35 ppm memberikan SR tertinggi 60% serta memiliki nilai SGR mencapai 15.97%. Hasil uji coba menunjukkan perlakuan B tidak berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya.. Analisis kualitas air menunjukan bahwa semua parameter masih berada dalam kisaran standar baku mutu yang direkomendasikan untuk budidaya udang windu. Berdasarkan hasil ini, ekstrak daun sirih dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan ketahanan tubuh udang windu terhadap infeksi V. parahaemolyticus.

Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Usia 9-18 Bulan

HARPIYANTI
2025 · Thesis · Open Access

Imunisasi dasar merupakan upaya preventif yang efektif untuk mencegah penyakit menular pada bayi. Namun, berdasarkan data Puskesmas Karang Rejo, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga September 2024 baru mencapai 35,1% dari target. Rendahnya cakupan ini diduga dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 215 ibu yang memiliki bayi usia 9-18 bulan, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (94,4%) dan tingkat kepatuhan tinggi (90,2%). Kelengkapan imunisasi dasar mencapai 92,1%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000) serta antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Sehingga, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Edukasi dan pendekatan promotif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi.

GAMBARAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT HONORER DI RUMAH SAKIT X KOTA TARAKAN

RAHMAT HELMY ARAFIK
2025 · Thesis · Open Access

Turnover intention merupakan fenomena yang terjadi pada pekerja termasuk perawat yang memiliki keinginan keluar membuat image dan stigma negatif bagi rumah sakit, masyarakat akan beranggapan bahwa rumah sakit tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan karyawannya. Fenomena ini mencerminkan adanya ketidakpuasan atau ketidakcocokan antara perawat dengan lingkungan kerjanya, yang jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk pada persepsi rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran turnover intention pada perawat honorer di rumah sakit X kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian survey deskriptif. Responden penelitian sebanyak 114 sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner turnover intention yang telah teruji validitasnya pada penelitian sebelumnya dengan skor 0,405 – 0,696. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa turnover intention perawat honorer menunjukan kategori sedang 75,4% dengan indikator Job search 67,43% mendominasi, hal ini menunjukan sebagian besar perawat honorer beresiko untuk keluar dari pekerjaan jika menemukan pekerjaan sesuai ekspektasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa responden menunjukan adanya keinginan keluar namun masih dalam fase mencari pekerjaan yang sesuai oleh karena itu rumah sakit X kota Tarakan perlu segera memperkuat strategi retensi karyawan, khususnya melalui peningkatan kepuasan kerja dan pengembangan karier, karena kecenderungan aktifnya pencarian kerja oleh tenaga kesehatan menjadi sinyal awal potensi kehilangan SDM yang bisa mengganggu kontinuitas pelayanan dan stabilitas organisasi.

KEBIJAKAN HUKUM PROGRAM KOTA LAYAK ANAK DALAM UPAYA PEMENUHAN HAK-HAK ANAK DI KOTA TARAKAN

DIAN SOLEHA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Kebijakan Hukum Program Kota Layak Anak dalam Upaya Pemenuhan Hak-hak Anak di Kota Tarakan serta apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam upaya pemenuhan hak-hak anak di Kota Tarakan melalui indikator kota layaak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu suatu pendekatan yang digunakan dengan terjun langsung ke lapangan dengan cara melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara mengamati objek penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang permasalahan dan keadaan serta interaksi lingkungan suatu unit sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi kebijakan hukum program Kota Layak Anak dalam upaya pemenuhan hak-hak anak di Kota Tarakan sudah terdapat komitmen dari Pemerintah Kota Tarakan melalui Peraturan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021Tentang Kebijakan/Kota Layak Anak dan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 8 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak, yaitu 5 klaster dan 24 indikator capaian, namun masih terdapat berbagai kendala dalam program-program pemenuhan hak-hak anak pada lima klaster. Kendala tersebut ialah data yang tidak lengkap secara menyeluruh, Beberapa standarisasi ramah anak yang belum terpenuhi dan Sosialisasi Konvensi Hak Anak belum merata dan masih terdapat beberapa kendala pada masing-masing klaster pemenuhan hak Anak.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA SISWA KELAS 1-B SDN 031 Tarakan

ELIA MEI CANTIKA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Membaca merupakan salah satu sarana bagi peserta didik untuk mempelajari suatu hal yang belum diketahui dan dapat memperluas pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa menggunakan media kartu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I B SDN 031 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil observasi guru pada siklus I yaitu 69% berkategori tinggi. Kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 93% berkategori sangat tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 67% berkategori sedang, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 85% berkategori tinggi. Hasil membaca permulaan siswa pada siklus I pada aspek membaca huruf sebesar 47% berkategori rendah dan aspek membaca kata sebesar 43% berkategori rendah. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pada aspek membaca huruf menjadi 77% berkategori tinggi dan aspek membaca kata sebesar 73% berkategori tinggi. Hal ini sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu ≥ 70% dengan kategori tinggi. Reading is one of the means for students to learn something that is not yet known and can expand knowledge. This study aims to examine the improvement of students' beginning reading skills using card media. The type of research used was Classroom Action Research (PTK) which was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were students of class I B SDN 031 Tarakan in the 2024/2025 academic year, totaling 22 students. The data collection techniques used were observation, documentation and tests. The results of teacher observation in cycle I were categorized as high (69%). Then, in cycle II, the results included a very high category (93%). The results of student activity observations in cycle I were 67% in the medium category, then in cycle II the results reached 85% in the high category. The results of students' beginning reading in cycle I, especially in the aspect of reading letters of 47% in the low category and the aspect of reading words of 43% in the low category. Then, in cycle II, the aspect of reading letters reached 77% in the high category and the aspect of reading words was 73% in the high category. This is in accordance with the success indicator which is > 70% with a high category.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN OLEH AYAH KANDUNG DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR TANA TIDUNG

HERI GUNAWAN
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tindak pidana persetubuhan terhadap anak oleh ayah kandung merupakan kejahatan berat yang tidak hanya melanggar hukum pidana tetapi juga nilai-nilai moral dan perlindungan anak sebagai hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung di wilayah hukum Kepolisian Resor Tana Tidung serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kejahatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dilakukan dalam dua bentuk, yaitu preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan kerja sama lintas sektor, serta represif melalui proses hukum dan pendampingan korban. Namun, hambatan dalam pelaksanaan perlindungan masih terjadi, seperti tekanan keluarga terhadap korban dan lemahnya efek jera bagi pelaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana ini meliputi lemahnya pengawasan keluarga, rendahnya pendidikan, serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan penguatan sistem perlindungan hukum berbasis komunitas, serta penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan untuk menjamin pemulihan dan keadilan bagi korban. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Tindak Pidana, Persetubuhan Ayah Kandung, Kepolisian Resor Tana Tidung

Pengembangan Media Pembelajaran Teka-Teki Silang Dalam Teks Cerita Dongeng Berbentuk Buku Saku Pada Siswa Kelas IV-B SDN 016 Tarakan

SENTIA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran teka-teki silang dalam teks cerita dongeng ditinjau dari validasi Ahli materi, media dan bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket respon guru dan angket respon siswa, dan melihat hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan MDLC terdiri dari enam tahapan penelitian yaitu: 1) Concept (Pengonsepan); 2) Design (Perancangan); 3) Material Collecting (Pengumpulan Bahan); 4) Assembly (Pembuatan); 5) Testing (Pengujian); 6) Distribution (Pendistribusian). Instrumen pengumpulan data yang digunaka yaitu: lembar validasi, angket respon guru dan angket respon siswa, hasil jawaban soal. Penelitian ini dilakukan di kelas IV-B SDN 016 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 80%, ahli media sebesar 95%, dan ahli bahasa sebesar 94%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari angket respon guru pada uji coba terbatas sebesar 100%, angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96,22% dan hasil respon guru pada uji coba pemakaian sebesar 84%, angket respon siswa uji coba pemakaian sebesar 88,66%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari belajar siswa pada uji coba terbatas 85,11 dan hasil belajar siswa pada uji coba pemakaian sebesar 86,08, dengan kriteria sangat efektif. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, respon guru, respon siswa, hasil belajar siswa pada uji coba terbatas dan uji coba pemakaian maka, media pembelajaran teka-teki silang teks cerita dongeng berbentuk buku saku dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATERI BENUA KELAS VI-A DI SDN 015 TARAKAN

RAHMAWATI SARTIKA
2025 · Thesis · Open Access

Pengembangan Media Video Pembelajaran Pada Materi Benua Kelas VI-A Di SDN 015 Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap media video pembelajaran. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap (Analysis, design, development, implementation, evaluation). Instrument pengumpulan data yakni lembar wawancara, lembar validasi, lembar angket respon siswa, lembar angket respon guru dan dokumentasi. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu pada uji coba terbatas siswa kelas VI-B sebanyak 6 siswa dan pada uji coba lapangan siswa kelas VI-A sebanyak 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media video pembelajaran pada materi benua sangat layak di tinjau dari hasil yang di peroleh dari ahli media 82% dan ahli materi 94% dengan penilaian rata-rata ahli media dan materi sebesar 88%. Hasil uji coba terbatas respon siswa terhadap media video pembelajaran memperoleh persentase sebesar 95,16% dan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase 94,34%. Disimpulkan bahwa hasil validasi ahli media dan ahli materi menunjukkan bahwa media video pembelajaran pada materi Benua kelas VI-A pada kategori sangat layak dan hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa respon siswa sangat setuju dengan adanya media video pembelajaran pada saat proses pembelajaran dan efektif untuk digunakan.

PEMANFAATAN TUMBUHAN KEPAYANG (Pangium edule Reinw.) MASYARAKAT DAYAK KENYAH LEPO TA’U DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

MARI INGAN
2025 · Thesis · Open Access

Kepayang (Pangium edule Reinw.) adalah tumbuhan berkayu dari famili Achariaceae yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai pangan, rempah, bahan bangunan, dan pengawet ikan. Salah satu suku yang memanfaatkan tumbuhan Kepayang adalah suku Dayak Kenyah Lepo Ta’u yang berada di Desa Long Nawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan Kepayang oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah Lepo Ta’u di Desa Long Nawang, serta keterkaitannya dengan pembelajaran Biologi di tingkat SMA. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dan pendekatan naratif. Sampel penelitian dipilih secara purposive dengan jenis snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan tumbuhan Kepayang sebagai bahan makanan, konstruksi, dan kayu bakar. Buah Kepayang diolah menjadi cemilan, makanan fermentasi, dan non-fermentasi. Batang pohon dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana, sedangkan rantingnya digunakan sebagai bahan bakar. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran IPA di tingkat SMP dan Biologi di tingkat SMA menunjukan bahwa pengetahuan lokal tentang pemanfaatan Kepayang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA untuk memperkaya pemahaman siswa tentang keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya. Kepayang (Pangium edule Reinw.), a woody plant from the family Achariaceae, is traditionally utilized in various forms as food, spices, construction materials, and fish preservatives. The Dayak Kenyah Lepo Ta'u people in Long Nawang Village are among the indigenous communities that incorporate Kepayang into their daily lives. This study aims to explore the ethnobotanical practices related to Kepayang in this community and investigate its pedagogical relevance to high school biology education. A qualitative narrative approach was applied, with purposive and snowball sampling techniques guiding participant selection. Data were collected through field observation, interviews, and document analysis. The findings reveal that Kepayang is used as a food ingredient, construction material, and fuel source. Its fruit is processed into snacks and fermented and non-fermented foods, while its wood is used in basic construction and its branches as firewood. A cross-analysis with the national science and biology curriculum at the junior and senior high school levels indicates that local knowledge surrounding Kepayang offers rich content for contextualizing biodiversity and ethnobotany in biology lessons, enhancing students' understanding of local biological resources and sustainable use.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, CREATE (RADEC) TERHADAP LITERASI SAINS SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

LISA JULIANA TRISNAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap literasi sains siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-A dan XI-C yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap literasi sains siswa, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 taraf signifikasi α= 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) berpengaruh terhadap literasi sains siswa.