Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.754 item publik

Publikasi

Halaman 101 dari 338

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT MARMET UNTUK MEMPERLANCAR ASI

MAYTI LIBUT
2025 · Thesis · Open Access

Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu pasca persalinan, khususnya dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Produksi dan kelancaran ASI sering kali dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis ibu. Upaya non-farmakologis seperti pijat oksitosin dan pijat marmet terbukti efektif dalam merangsang produksi ASI. Pemberian kedua teknik pijat ini diyakini mampu merangsang refleks pengeluaran ASI secara lebih efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produksi ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui pijat oksitosin. Pijat marmet dilakukan karena kesulitan dalam mengeluarkan ASI saat bayi menyusu. Pemberian pijat marmet pada ibu nifas secara rutin dengan cara memerah dan memijat payudara akan merangsang hormon prolaktin yang dapat meningkat kelancaran produksi ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan penerapan pijat oksitosin dan pijat marmet sebagai intervensi untuk memperlancar ASI. Metode pelaksanaan asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Subjek asuhan adalah ibu nifas yang mengalami keluhan ASI belum lancar. Intervensi yang diberikan meliputi pijat oksitosin dan teknik pijat marmet selama 15-20 menit, dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui observasi peningkatan jumlah ASI, respon bayi saat menyusui, serta kenyamanan ibu setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan pemberian kombinasi pijat oksitosin dan pijat marmet. Ibu merasa lebih rileks, dan bayi tampak puas saat menyusu, tidak terlihat rewel lagi. Intervensi ini juga meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kesimpulan dari asuhan ini adalah bahwa pijat oksitosin dan pijat marmet merupakan metode sederhana, aman, dan efektif dalam membantu memperlancar ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan secara luas sebagai bagian dari asuhan kebidanan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN DENGAN PENERAPAN PIJAT ENDORPHIN UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI RUANG MELATI RSUD MALINAU

CHRISTINE ABOSAN
2025 · Thesis · Open Access

Proses persalinan merupakan pengalaman yang fisiologis namun penuh tantangan, terutama karena nyeri yang dirasakan oleh ibu bersalin. Upaya untuk mengurangi nyeri persalinan perlu dilakukan agar proses kelahiran dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan lancar. Salah satu metode non-farmakologis yang mulai mendapat perhatian adalah pijat endorphin, yang dilakukan dengan menyentuh area-area tertentu di tubuh ibu, terutama punggung dan bahu untuk merangsang produksi hormon endorfin alami tubuh guna mengurangi sensasi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan persalinan dengan penerapan pijat endorphin untuk mengurangi nyeri persalinan di Ruang Melati RSUD Malinau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan pada tanggal 10 Juni 2025 melibatkan ibu bersalin yang mengalami nyeri persalinan. Pijat endorphin dilakukan dengan memberikan belaian lembut menggunakan jari-jemari atau hanya ujung jari saja pada lengan bagian luar dan punggung belakang selama 5-10 menit setiap 1-2 jam. Hasil penelitian, ibu mengalami penurunan tingkat nyeri berdasarkan pengukuran NRC (Numeric Rating Scale). Nilai skala nyeri mengalami perubahan pada setiap sesi sebelum dan sesudah dilakukan pijat endorphin, yaitu dari skala nyeri 3 ke 1, dari 5 ke 3, dari 7 ke 5 dan dari 8 ke 7. Hal ini menunjukkan bahwa pijat endorphin memberikan efek signifikan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kenyamanan selama proses persalinan berlangsung. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pijat endorphin terbukti efektif dalam mengurangi nyeri persalinanl dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.

Asuhan Kebidanan Komplementer dengan intervensi penerapan Deep Breathing Relaxation Techniques untik menurunkan skala nyeri post partum dengan laserasi perineum

HASTIANI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nyeri postpartum akibat laserasi perineum merupakan salah satu keluhan utama yang dapat mengganggu kenyamanan fisik dan emosional ibu, serta berdampak pada proses pemulihan dan perawatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan skala nyeri post partum dengan laserasi perineum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus pada dua ibu postpartum dengan laserasi perineum di RSUD Malinau, Kalimantan Utara. Teknik relaksasi nafas dalam dilakukan sesuai prosedur selama masa perawatan. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan dengan skala Numerik Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari angka 7 (nyeri berat) menjadi angka 4 (nyeri sedang), menunjukkan efektivitas intervensi tersebut. Teknik relaksasi napas dalam terbukti aman, mudah dilakukan, dan mampu meningkatkan kenyamanan ibu postpartum secara fisik dan psikologis. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan komplementer dalam pelayanan nifas.

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN PEMBERIAN AROMA TERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PMB BIDAN MARTIANA PAULUS

MARTIANA PAULUS
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami ibu hamil, terutama pada kehamilan risiko Sangat tinggi. Jika tidak ditangani, kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin, termasuk meningkatkan risiko komplikasi obstetri. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mengurangi kecemasan adalah aromaterapi menggunakan minyak esensial lavender (Lavandula angustifolia). Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan melalui pemberian aromaterapi lavender dalam upaya mengurangi kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi yang dilakukan di PMB Bidan Martiana Paulus. Metode: Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. E, usia 24 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 37 minggu dengan riwayat IUFD pada kehamilan sebelumnya. Intervensi aromaterapi dilakukan selama tiga sesi dengan durasi 15–30 menit per sesi menggunakan metode inhalasi minyak lavender melalui diffuser. Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan SOAP dan kuesioner PRAQ-R2 untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil: Setelah dilakukan intervensi aromaterapi secara bertahap, terdapat penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan pernyataan subjektif ibu yang merasa lebih tenang, peningkatan kualitas tidur, dan pengurangan ketegangan emosional. Evaluasi objektif juga menunjukkan perbaikan ekspresi wajah, postur tubuh, serta stabilisasi tekanan darah. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif komplementer dalam pelayanan kebidanan, khususnya di praktik mandiri bidan. Peran bidan dalam memberikan edukasi, dukungan emosional, dan pemantauan berkala sangat penting dalam keberhasilan intervensi ini.

Analisis Keterampilan Berbicara Siswa kelas IV-C di SDN 050 Tarakan

LYDIA
2025 · Thesis · Open Access

Keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melatih siswa untuk bisa berbicara dengan baik dan benar didepan banyak orang. Keterampilan berbicara tidak dapat berdiri sendiri, namun saling berhubungan dengan keterampilan lainya yaitu membaca, menulis dan menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara siswa kelas IV-C di SDN 050 Tarakan yang ditinjau dari lima aspek yaitu: pelafalan, kelancaran, intonasi dan ketepatan isi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualiatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data yang dilakukan yaitu: 1)data reduction, 2)data display, 3)conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa bervariasi berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing. Beberapa siswa sudah menunjukkan kemampuan berbicara yang baik dalam hal pelafalan dan kelancaran. Namun, masih ada ditemukan kendala seperti kurangnya rasa percaya diri, penggunaan intonasi yang kurang tepat, ekspresi yang kurang hidup serta pemyampaian isi yang belum sepenuhnya lengkap.

Sistem Deteksi Multi Objek untuk Rambu Lalu Lintas Indonesia Secara Real-Time dengan Menggunakan Deep Learning YOLOv8

NICHO ANDRE WARDANA
2025 · Thesis · Open Access

Human error is still a major cause of accidents, including drivers' negligence in paying attention to and recognizing traffic signs on the road. Traffic signs serve to provide clear guidance for drivers, but it is often difficult for drivers to recognize these signs quickly, especially in non-ideal environmental conditions such as bad weather, low lighting, or unclear sign positions. This increases the risk of traffic accidents. This research proposes an automatic traffic sign detection system using YOLOv8 to recognize warning, prohibition, and command signs in real-time. The system is focused on recognizing various types of signs such as warnings, prohibitions, and commands in real-time in one image display, and the user interface is built with PyQt5 to display real-time detection results. The dataset used amounted to 2,210 images consisting of 780 primary datasets and 1,430 secondary datasets. After passing the annotation and augmentation stages, the dataset to be processed becomes 3,629 images with a division into 87% training data and 13% validation data. Testing the results of the training model shows excellent detection performance with a precision value of 99.8%, recall of 98.2%, and a mean average precision (mAP) value of 98.7% for IoU 50 89.7%.The system was also evaluated using 78 real-time images with various lighting conditions and angles.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sayur-sayuran pada pasar tradisional kota Tarakan

AISYAH RAHMAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Sayur-sayuran merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Meskipun pasar modern terus berkembang, pasar tradisional masih menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi terhadap keputusan pembelian sayur-sayuran di pasar tradisional Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi, budaya, sosial dan psikologi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, secara parsial faktor budaya dan psikologi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan faktor pribadi dan sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayur-sayuran di pasar tradisional Kota Tarakan. Vegetable are an essential component of the community’s everyday diet. Even though modern marketplace are expanding, many Tarakan shoppers still prefer traditional markets. The purpose of this study is to discover how cultural, social, personal, psychologi aspects influence vegetable shopping decisions in Tarakan’s traditional markets. This survey included 100 respondents. Data is analyzed using multiple linear regression. The findings revealed that personal, cultural, social, and psychological factors all had a significant impact on purchasing decisions for vegetables in Tarakan’s traditional markets. Cultural and psychological also had a significant impact, but personal and social factors did not.

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DALAM SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.)

ANNISA B.
2025 · Thesis · Open Access

Abstrak Kacang hijau (Vigna radiata L.) dan jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, beberapa dari sebagian petani menerapkan sistem budidaya tumpangsari. Salah satu pemicu keberhasilan tumpangsari adalah pengaturan terhadap waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dan jagung dalam sistem tumpangsari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 5 perlakuan yaitu; P1: Monokultur tanaman kacang hijau, P2: Monokultur tanaman jagung, P3: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung ditanam pada waktu bersamaan, P4: Tumpangsari dengan penanaman kacang hijau 2 MST jagung, P5: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung pada penanaman jagung 2 MST kacang hijau, Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan 3 tanaman per unit percobaan. Data pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT. Evaluasi hasil tumpangsari dilakukan dengan menghitung nilai LER (Land Equivalent Ratio), RYT (Relative Yield Total), CR (Competitive Ratio) dan AI (Agresivity Index). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan produksi jumlah cabang, jumlah polong dan berat brangkasan kering kacang hijau. Perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari juga berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman 2 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun 2 MST dan produksi diameter tongkol dan berat 1000 biji jagung. Berdasarkan nilai evaluasi tumpangsari maka P3 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai LER >1 yaitu 1,45 artinya sistem tumpangsari layak diterapkan, nilai RYT >1 yaitu 1,27 yang mengindikasikan adanya keuntungan, ESP sebesar 0,18, artinya tumpangsari kacang hijau dan jagung ditanam pada waktu bersamaan lebih efektif dari segi waktu dan pemanfaatan sumberdaya lahan.

MOTIVASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PENINGKATAN PERAN KELOMPOK TANI DI DESA SEMPAYANG KABUPATEN MALINAU

LARAS WATI
2025 · Thesis · Open Access

Kelembagaan kelompok tani memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Namun, efektivitas peran tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi anggotanya. Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui tingkat motivasi anggota kelompok tani dalam meningkatkan peran kelompok tani di Desa Sempayang (2) mengetahui peran kelompok tani di Desa Sempayang. Jumlah responden 33 orang dari lima kelompok tani yang dipilih secara acak, dengan menggunakan analisis data skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi anggota kelompok tani berada dalam kategori tinggi dengan skor total 1.085. Semua indikator motivasi (kebutuhan, nilai, persepsi, dukungan, dan insentif) menunjukkan skor tinggi. Peran kelompok tani juga berada dalam kategori tinggi dengan skor total 719, ditandai dengan efektivitas sebagai wadah belajar, kekuatan dalam kerja sama, dan kontribusi dalam peningkatan produksi.

Rancang Bangun Media Pembelajaran Matematika Berbasis Kinect V2 Terintegrasi Gerakan Tubuh Manusia

NUR AINUN
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran matematika interaktif berbasis gerakan tubuh menggunakan teknologi Kinect V2 pada siswa kelas IV SD. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika serta minimnya media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 1 Tarakan dengan melibatkan 20 siswa melalui teknik purposive sampling. Media pembelajaran yang dikembangkan memuat materi operasi matematika dasar, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan penjumlahan terintegrasi dengan gerakan tubuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem skeleton tracking dan deteksi jarak 0.8 meter hingga 4.5 meter pada Kinect V2 memiliki akurasi sebesar 100%. Uji blackbox terhadap fitur aplikasi juga menunjukkan tingkat keberhasilan 100%. Validasi oleh ahli media memperoleh skor 80,71% (kategori layak), dan validasi oleh ahli materi sebesar 94,42% (kategori sangat layak). Hasil angket kuesioner respon siswa menunjukkan rata-rata keseluruhan 4,47 dari skala 5 (kategori sangat baik), dengan indikator tampilan visual memperoleh skor tertinggi 4,65 dan indikator interaksi serta kemudahan pengguna mencapai 4,28. Meskipun aspek perpindahan antar halaman masih perlu perbaikan dengan skor 3,40, secara keseluruhan media pembelajaran ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika di sekolah dasar dengan tingkat kepuasan siswa yang tinggi. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kinect V2, Matematika, Interaksi Manusia dan Komputer

STRUKTUR KOMUNITAS JENIS MANGROVE DI KAWASAN PULAU TUTUS KABUPATEN BULUNGAN

DIANDRA DESTI
2025 · Thesis · Open Access

Mangrove forests are a type of coastal forest ecosystem that thrives in intertidal zones, particularly in sheltered shorelines and river estuaries that are inundated during high tide and exposed during low tide. The plant communities in these areas are characterized by their high tolerance to saline conditions. This study aims to identify the species of mangroves present and to analyze their community structure through indices of importance value, species diversity, evenness, and dominance within the Tutus Island region of Bulungan Regency. The findings of this study are expected to support sustainable aquaculture development by preserving the mangrove ecosystem. Environmental factors influencing the distribution and diversity of mangroves were also assessed, with measured parameters indicating a salinity level of 19 ppt and a pH value of 6.80. The research employed the line transect method, with each transect extending 100 meters and sampling plots of 10 x 10 meters established along each transect. Observations revealed the presence of several mangrove species, including Nypa fruticans, Rhizophora spp., and Sonneratia spp. The analysis of community structure yielded a species diversity index of 0.296, a dominance index of 0.628, and a species evenness index of 0.270.

Pemberian Probiotik Pada Rotifera dan Artemia Terhadap Sintasan Larva Kepiting Bakau Scylla Serrata

DAIMIL IKHSAN
2025 · Thesis · Open Access

Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini kondisi kepiting sangat memprihatinkan diakibatkan ekploitasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya kepiting adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dari larva kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 pada pakan alami rotifera dan artemia terhadap sintasan larva kepiting, sebagai upaya pengembangan budidaya mulai dari larva kepiting bakau (Scylla serrata) sampai crablate. Penelitian dilaksanakan di mini hatchery koperasi produsen nelayan Kalimantan Utara menggunakan metode rancangan acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi pakan tanpa pengkayaan probiotik (P1) dan pakan yang diperkaya probiotik EM4 dengan dosis 0,01 ml/L (P2), 0,1 ml/L (P3), dan 1 ml/L (P4). Parameter utama yang diamati adalah tingkat sintasan larva dari stadia zoea I hingga crablate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan dosis 0,01ml/L memberikan sintasan tertinggi hingga mencapai 7,50% pada fase crablate, sementara perlakuan tanpa probiotik (P1) memberikan sintasan terendah yaitu 3,33%. Penggunaan probiotik terbukti meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh larva, yang berdampak pada kelangsungan hidup larva.

KEWAJIBAN PENERIMAAN PENGUNGSI OLEH INDONESIA PERSPEKTIF HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INTERNASIONAL

FARAH DYAH KARIMAH
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Indonesia dalam menerima dan memberikan perlindungan terhadap pengungsi internasional, juga untuk mengetahui bagaimana penanganan pengungsi yang ada di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Indonesia yang hingga saat ini belum meratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967 Tentang Pengungsi yang secara geografis menjadi jalur lalu lintas dan tempat singgah bagi para pencari suaka dan pengungsi internasional. Adanya prinsip non- refoulement yang berlaku secara jus cogen menjadikan setiap negara di dunia harus menerima kedatangan pengungsi internasional. Diperkuat dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 125 menjadi Indonesia sebagai negara yang dinilai mampu memberikan perlindungan yang utuh untuk menangani pengungsi dari luar negeri. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian normatif. Berdasarkan pembahasan tersebut penulis menyimpulkan bahwa Indonesia sudah menjalankan komitmen terhadap penghormatan atas prinsip hak asasi manusia internasional dengan menerima kedatangan pengungsi dan pencari suaka selama bertahun-tahun. Indonesia juga telah mengeluarkan regulasi khusus bagi pengungsi internasional lewat Perpres 125 tahun 2016 yang menawarkan dua solusi jangka panjang bagi pengungsi yaitu, Repatriasi sukarela dan penempatan di negara ketiga. Solusi yang ditawarkan tidak selamanya berjalan mulus, hingga sekarang Indonesia masih harus berkoordinasi dengan UNHCR sebagai organisasi resmi PBB yang khusus mengurusi pengungsi dalam menangani dan memberikan perlindungan yang sesuai dengan yang diharapkan dalam konvensi 1951 tentang pengungsi. Oleh karena itu pemerintah Indonesia harus terus memaksimalkan kinerja, memperkuat hubungan dan koordinasi dengan pihak UNHCR agar pengungsi di Indonesia tidak terlalu lama tinggal dan segera diarahkan ke negara tujuan. Sehingga tidak mengancam kedaulatan dan keamanan wilayah Indonesia sendiri.

Penegakan Hukum Terhadap Korban Penganiayan Mahasiswa Baru Selama Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru

EVI YULIANA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap mahasiswa baru terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Serta untuk mengetahui jenis-jenis perlindungan hukum terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama penerimaan mahasiswa baru dan bagaimana mekanisme perlindungan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana penganiayaan mahasiswa baru selama penerimaan mahasiswa baru. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis secara analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada, mengambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan untuk memperoleh gambaran yang baik, jelas, dan memberikan selengkap mungkin tentang objek yang diteliti dalam hal ini menggambarkan bagaimana penegakan hukum terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan mahasiswa baru. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penegakan hukum terhadap mahasiswa baru terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan mahasiswa baru ialah penegasan perlindungan preventif dan perlindungan represif serta bagaimana mekanisme perlindungan dan penegakan hukum tersebut sebagai upaya pecegahan dan penanganan agar tidak terjadi lagi tindak pidana penganiyaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Keanekaragaman IKan di Perairan Sungai Mentarang Hulu Desa Long Berang Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara

JULITA
2025 · Thesis · Open Access

Mentarang Hulu River in Malinau Regency is a natural habitat with various vegetation along the river banks and it still has minimum human activity. This river has a width of 60-70 meters, fast-flowing water, and many riffles, which are natural conditions of the river as well as its unique characteristics that support the life of various fish species. However, information regarding the presence of fish in Mentarang Hulu River is still very limited and has not been extensively studied scientifically. This research aimed to identify fish in Mentarang Hulu River and the relative abundance of each species in order to determine the composition and dominance of existing types. Samples were collected from the catch of fishermen using two fishing gear types: nets and gillnets. Fish identification was performed by referring to identification books. Fish identification is carried out by observing morphological shapes such as the shape of the mouth, head, fins, tail, as well as the color and pattern of the body. The study was conducted over 2 months from January to February 2025. A total of 570 samples were collected, distributed into 1 phylum, 1 class, 3 orders, 4 families, and 13 genera. The analysis results showed that the Niem fish species (Osteochilus spp.) has the highest abundance at 31.75%, followed by Lalang fish (Parachela spp.) at 20.18%, and Pelian fish (Neolissochilus spp.) at 16.67%. The lowest abundances were found in Benteur fish (Barbodes spp.) at 0.18%, Garra fish (Garra borneensis) at 0.53%, and Tilan fish (Mastacembelus spp.) at 0.53%.

Surat Telegram Sebagai Pelaksanaan Restorative Justice Dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi Di Polres Tarakan

NADILA NATASYA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana korupsi di Polres Tarakan serta menganalisis kedudukan hukum Surat Telegram sebagai dasar kebijakan tersebut. Seluruh data yang diperoleh penulis dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer diperoleh dari lapangan, data sekunder berasal dari dokumen hukum dan literatur yang relevan dan data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Lokasi penelitian ditetapkan di Polres Tarakan, dengan objek kajian utama berupa pelaksanaan penyelesaian perkara korupsi berdasarkan arahan dalam Surat Telegram. Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh, penulis berkesimpulan bahwa terdapat praktik penyelesaian perkara korupsi melalui pengembalian kerugian negara di tahap penyelidikan, tanpa dilanjutkan ke penyidikan. Praktik ini dinilai efektif secara administratif, namun dari sisi hukum bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan peraturan internal institusi penegak hukum lainnya yang secara tegas mengecualikan tindak pidana korupsi dari pendekatan restorative justice. Sementara itu, dasar kebijakan tersebut merujuk pada Surat Telegram Kapolri dan Kabareskrim yang hanya bersifat sebagai instruksi internal Polri. Surat tersebut tidak termasuk dalam hierarki peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk menyimpangi ketentuan undang-undang. Dengan demikian, penerapan restorative justice terhadap perkara korupsi melalui Surat Telegram tidak memiliki kekuatan hukum yang sah secara yuridis.

Penerapan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkotika di Kota Tarakan (Studi Kasus Putusan Nomor.301/ Pid.Sus/2024/PN Tar)

NUR HALIMA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkotika dalam Putusan Nomor 301/Pid.Sus/2024/PN Tar, serta menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data yang dihasilkan dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai isu hukum yang menjadi fokus penelitian. Penerapan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkotika pada Putusan Nomor.301/Pid.Sus/2024/PN Tar, hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara penerapan hukum oleh hakim dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Terdakwa terbukti secara materiil melakukan dua perbuatan pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, dalam putusan akhir, hakim hanya menjatuhkan pidana berdasarkan satu perbuatan. Hal ini berdampak pada ringannya hukuman yang dijatuhkan dan dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan maupun tujuan pemidanaan. Terhadap pertimbangan hakim dalam perkara tindak pidana narkotika pada Putusan Nomor.301/Pid.Sus/2024/PN Tar, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertimbangan hakim yang mengesampingkan perbuatan peredaran narkotika dinilai bertentangan dengan teori pemidanaan yang berlaku dalam sistem hukum Indonesia, khususnya teori gabungan yang menitikberatkan pada aspek pembalasan dan pencegahan. Oleh karena itu, penting bagi hakim untuk memastikan konsistensi dalam penerapan hukum guna menghindari disparitas putusan yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana. Penjatuhan pidana yang tidak sesuai dengan tingkat kesalahan dan bahaya yang ditimbulkan berpotensi melemahkan efek jera dan efektivitas hukum itu sendiri.

Penegakan hukum terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melakukan Pungutan Liar dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kota Tarakan

SEPTIAN NUGROHO
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas penegakan hukum terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Tarakan. Praktik pungli oleh PNS dalam pengurusan PTSL telah menjadi permasalahan serius yang merugikan masyarakat secara finansial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah, hal ini juga menghambat tujuan dari program PTSL. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan mengkaji kasus pungli yang dilakukan oleh PNS di Kota Tarakan, dengan mengumpulkan data yang berkaitan dengan kasus yang terjadi. Data yang didapatkan dianalisis secara sistematis kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan praktik pungli oknum PNS menggunakan berbagai bentuk tindakan seperti menahan dokumen, penegakan hukum terhadap PNS sebagai pelaku pungli masih kurang efektif ada saja celah yang menyebabkan PNS sebagai pelaku pungli bebas dari hukuman pidana, penyelesaian kasus dengan hanya mengembalikan kerugian kepada masyarakat di rasa kurang untuk memberikan efek jera terhadap PNS sehingga di khawatirkan kasus serupa dapat terjadi kembali dikemudian hari, selain itu dalam penanganan kasus ini menghadapi berbagai kendala, seperti penyelesaian yang lebih banyak ditempuh melalui jalur administratif daripada pidana, lemahnya koordinasi antar instansi, serta kurangnya efek jera bagi pelaku. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan mekanisme penegakan hukum, peningkatan pengawasan, dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah serta melaporkan praktik pungli. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan ilmu hukum dan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam upaya pemberantasan pungli di sektor pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan.