JESIKA
2024 · Book · Open Access
PERANAN ORANG TUA SEBAGAI NELAYAN RUMPUT LAUT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan orang tua sebagai nelayan rumput laut terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang yang terdiri dari 2 siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan, 2 orang tua siswa, 1 kakak dari siswa , dan 1 orang guru. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kemudian menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, triangulasi metode dan member-chek.. Adapun temuan dalam penelitian ini yaitu orang tua telah menerapkan peranannya dirumah dengan memberikan perhatian pada pendidikan anak, mengontrol belajar dirumah dengan membuat jadwal belajar, serta memberikan fasilitas yang memadai sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar anak. selain itu terdapat temuan unik dalam penelitian ini yaitu peran orang tua dalam mendampingi belajar anak digantikan oleh kakak dari subjek A. Selanjutnya subjek M memiliki inisiatif belajar mandiri dirumah setiap malam, tanpa adanya perintah dari orang tua.
DWI IRA RAHAYU
2024 · Book · Open Access
Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jenis beberapa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson yaitu kesalahan data tidak tepat, siswa menghilangkan variabel serta menuliskan data yang kurang tepat; kesalahan prosedur tidak tepat, siswa menggunakan langkah penyelesaian yang kurang tepat; kesalahan data hilang, siswa menghilangkan data tanpa sebab atau tanpa disengaja; kesalahan kesimpulan hilang, siswa tidak dapat menyelesaikan proses perhitungan hingga hasil akhir; kesalahan konflik level respon, siswa hanya menuliskan hasil akhir tetapi tidak menuliskan langkah-langkah yang digunakan; kesalahan masalah hierarki keterampilan, siswa kurang tepat dalam melakukan perhitungan angka negatif sehingga prosedur dan hasil akhir yang di dapatkan selanjutnya menjadi tidak benar; dan kesalahan selain ketujuh kriteria diatas, siswa hanya menuliskan soal dan tidak ada jawaban.
FERNITA SARI
2024 · Book · Open Access
Abstract The problems obtained by the out the researcher when conducting interviews at SDK Frater Don Bosco, Tarakan City on June 24, 2022, showed that: First, out of the 20 students in the class, there are 3 students and if is presented in percentage, there are 15% out of 100% of students who have not been able to apply their socio-emotional behavior well towards their peers, and have not been able to express their emotional expressions negatively or positively. This study aims to determine the validity of the storybook media Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development. The benefit of research is to determine the validity of the product of storybook Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development aimed at grade 1 students of SDK Frater Don Bosco, Tarakan City. The method used in this research is the development method. The research procedure used in this development research uses the results of a modification of Borg and Gall in Sugiyono (2016) consisting of 10 stages, namely: 1) potential and problems, 2) gathering information, 3) product design, 4) design validation, 5) design improvement, 6) produc trials, 7) produc revisions, 8) usage trials, 9) product revisions, and 10) mass production. In this study, it was only carried out up to the 5th stage, namely; design improvement. The results of experts scored 80%, and for material experts the score reached 90%, while for linguists the score reached 76.6%. So, the results of the validation of experts on the Enggang Si Pemberani storybook media in product development are declared “Highly Feasible”
FAHRUL RASIT
2024 · Book · Open Access
Prestasi Rendah dalam psikologi pendidikan sering diartikan dengan siswa yang memiliki intelektual tinggi tetapi rendah dalam hasil prestasi akademiknya. Sering kali terjadi persepsi yang salah dimana siswa yang memiliki prestasi rendah di cap sebagai siswa yang bodoh. Persepsi yang salah seperti ini malah justru membuat siswa prestasi rendah semakin tidak tertangani dengan maksimal. Untuk itu perlu pemahaman yang utuh untuk menangani dan mencegahnya. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor penyebab Prestasi Rendah siswa di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian dilapangan peneliti mendapatkan temuan bahwa faktor penyebab siswa prestasi rendah di SMP Negeri 3 Tarakan sebagai berikut: 1. Kepribadian individu, kedua subjek memiliki karakteristik yang sama dalam pembelajaran yaitu kurang percaya diri ketika berada di dalam kelas dan memiliki anxiety dan self esteem yang rendah. 2. Pembebanan, kedua subjek cenderung memiliki pembebanan kedua subjek jenuh dan salah satu subjek tidak peduli dengan pelajaran sehingga melakukan aktivitas menggambar yang tidak jelas serta merasa pembelajaran tidak menyenangkan. 3. Keluarga, orang tua subjek tidak peduli terhadap arti sebuah prestasi dan orang tua tidak memberi perhatian terhadap potensi yang dimiliki oleh kedua subjek, orang tua hanya mementingkan pembelajaran di sekolah anaknya tanpa memperhatikan potensi lain anaknya.
PUTRI ANANDA PUSPITA
2024 · Book · Open Access
Self- harm merupakan setiap perilaku sengaja yang bukan termasuk bunuh diri yang menyebabkan luka pada tubuh dengan tujuan melepaskan penderitaan emosional. Perilaku self-harm juga ditemukan di SMP Negeri 14 Tarakan, terdapat kurang lebih 24 kasus self-harm jenis self-cutting di sekolah tersebut. Self-cutting termasuk bentuk dari cara melukai diri sendiri dengan mengoreskan atau menyayat benda tajam pada salah satu bagian tubuh. Upaya yang dapat dilakukan dalam menurunkan perilaku self-harm adalah menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior therapy (REBT). Teknik rational emotive behavior therapy (REBT) membantu seseorang menyadari bahwa mereka dapat hidup lebih rasional dan produktif, mengubah kebiasaan berpikir serta perilaku yang merusak diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational emotive behavior therapy (REBT) terhadap perilaku self-harm pada peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-postest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 160 peserta didik dan sampel berjumlah 5 peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku self-harm. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior therapy (REBT) terhadap perilaku self-harm peserta didik kelas VII di SMP Negeri 14 Tarakan tahun pelajaran 2023/2024.
WINDI NOVITA SARI
2024 · Book · Open Access
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam dunia akademik keterampilan ini melibatkan kemampuan menganalisis informasi mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang tersedia. Keterampilan berpikir kritis berarti kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis dan objektif, dengan tujuan untuk mengambil keputusan yang tepat titik berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa data keterampilan berbagi kritis sebelum diberikan dan perlakuan dan sesudah diberi perlakuan seluruhnya berdistribusi normal dan homogen. Instrumen yang di gunakan adalah skala keterampilan berpikir kritis, skala yang digunakan yaitu skala likert tentang keterampilan berpikir kritis berdasarkan teori (Ennis, 2011). Berdasarkan hasil uji paired sample test diperoleh nilai teh hitung sebesar 15,545 lebih besar dari tabel 1,833. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan maka ho ditolak dan ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemilihan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan.
RISKE DESTI SARI
2024 · Book · Open Access
Riske Desti Sari. 2024. Kemandirian Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023/2024. Menanamkan sikap kemandirian pada diri mahasiswa, merupakan bentuk dari kemandirian mahasiswa belajar dan berlatih dalam membuat rencana, memilih alternatif, membuat keputusan, bertindak sesuai dengan keputusannya sendiri serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya. Maka dari itu mahasiswa akan menjadi pribadi yang jauh lebih mandiri, dikarenakan mampu melakukan aktivitasnya atas tanggung jawabnya sendiri tanpa banyak menggantungkan diri kepada orang lain. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dari angket yang terdiri dari 45 item pernyataan dengan 4 alternatif jawaban. Dari hasil analisis data, secara keseluruah terdapat pada kategori rendah, dengan presentase 41,4% Artinya kemandirian belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Unversitas Borneo Tarakan memiliki kurang mandiri dalam belajar. Hal ini menunjukkan, bahwa permasalahan dalam mahasiswa seperti kemandirian merupakan kemampuan seseorang untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.
NUR ASMA
2024 · Book · Open Access
Adaptasi belajar merupakan aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat adaptasi belajar mahasiswa 2023 jurusan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitan ini berjumlah 167 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan skala likert. Dalam hal ini adaptasi kehidupan kampus yang diperoleh yaitu pada kategori sangat tinggi dengan persentase 83,25%, kategori Tinggi dengan persentase 16,77% sedangkan tidak ada mahasiswa pada kategori rendah dan sangat rendah. Baker dan Syirk (dalam Arianti, 2020) penyesuaian akademik berkaitan dengan tuntutan akademik berupa tugas, hasil pencapaian, penyesuaian sosial yang berkaitan dengan bertutur sapa dan berbahasa yang sopan dan santun di lingkungan kampus, penyesuaian secara emosional yang dimana perilaku seseorang bisa dipengaruhi oleh masa remajanya.Kelekatan dengan institusi baik dalam mengikuti aturan-aturan kampus, mengikuti kegiatan yang dilakukan pihak kampus sudah tergolong baik dikarenakan mahasiswa baru 2023 sudah dapat berpartisipasi dalam semua hal dilingkungan kampus.
SRI HARDINA
2024 · Book · Open Access
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individu dalam meningkatkan motivasi belajar di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu satu orang guru bk sebaagi subjek utama dan satu orang siswa sebagai subjek sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan uji kredibilitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada layanan konseling individual, guru bimbingan dan konseling menggunakan teknik self-talk serta memberi materi tentang mengatasi motivasi belajar rendah. Dalam layanan konseling ini terdapat fungsi dari motivasi belajar diantaranya keinginan untuk giat belajar, berpikir positif dan selalu optimis, tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri
RIRIN ASTRIA
2024 · Book · Open Access
Ririn Astria, 2024, “Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar siswa di SMPN 13 Tarakan”. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing utama Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota. Kemandirian belajar merupakan proses perancangan dan pemantauan diri yang seksama terhadap proses kognitif dan afektif dalam menyelesaikan suatu tugas akademik. Sebagai proses belajar yang terjadi karena pengaruh dari pemikiran, perasaan, strategi, dan perilaku sendiri yang berorientasi pada pencapaian tujuan. Permasalahan terkait kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan seperti, terdapat beberapa siswa yang tidak bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan terdapat juga siswa yang tidak mampu mengikuti selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara kepada satu guru bimbingan dan konseling dan satu wali kelas VIII. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kemandirian belajar siswa menjadi tanggungjawab guru bimbingan dan konseling. Hal ini diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 13 Tarakan melakukan identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, pemberian bantuan, evaluasi dan tindak lanjut ketika terdapat siswa yang mengalami permasalahan terkait kemandirian belajar. Selain itu, guru BK memberikan layanan konseling kelompok dan konseling individual kepada siswa dan membawa perubahan baik dirinya, hingga tujuan dari penelitian ini tercapai, yaitu untuk membantu siswa dalam kemandirian belajar siswa disekolah.
EKA ROHANI
2024 · Book · Open Access
Emotional maturity is an individual condition that reaches a level of maturity in their emotional development, characterized by the ability to control emotions, think realistically, understand oneself, and express emotions at the right time and place. This study aims to describe the level of emotional maturity of prospective brides and grooms through a survey conducted in May 2024 at the Ministry of Religious Affairs Office in Tarakan. This research uses a survey method with a quantitative approach. Data collection using a saturated sample of 126 prospective couples, representing the entire population. The data collection technique employed a 5-category Likert scale on emotional maturity. The data analysis technique used descriptive analysis. The results of this study are unique; out of the five categories of emotional maturity examined, the prospective couples only occupied two intermediate categories. The "good" category accounted for 53%, making it the most frequent category in this study, and the "moderate" category accounted for 47%, making it the second most frequent category. These results indicated that the emotional maturity levels of the prospective brides and grooms are good level, concluding that they are ready to embark on the journey of marriage.
ADENIN SUCI DININDRA
2024 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain, dengan tindakan konstruktif, yang berupaya bekerja sama sebagai tim yang mengacu pada produktivitas dan bukan pada konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan dengan jumlah 276 siswa. Peneliti menggunakan angket kecerdasan emosional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 163 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan terdapat pada kategori sedang dengan persentase 39% pada interval 100-114 artinya siswa sudah cukup mampu dalam mengenal emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain (empati), dan dapat membina hubungan baik dengan orang lain (keterampilan sosial), namun masih perlunya pembinaan agar meningkatkan kecerdasan emosional siswa.
AL- HASNA AULIANI
2024 · Book · Open Access
Pengembangan keterampilan bina diri merupakan hal yang perlu dilatih kepada setiap individu tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh teknik modelling terhadap keterampilan bina diri siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian true experimental design dengan bentuk pre-test post-test control group design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik yaitu siswa kelas IV, V, dan VI dengan jenis disabilitas tunagrahita ringan. Pada penelitian ini, peneliti memilih 28 sampel dengan menggunakan rumus Slovin yang kemudian sampel tersebut dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok berjumlah 14 sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala Guttman. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen, sementara rata-rata skor post-test kelompok kontrol sama dengan rata-rata skor pre-test kelompok kontrol kecuali pada sub indikator menjaga kebersihan tangan dan kuku. Adapun rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata skor post-test kelompok kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan statistik uji hipotesis independent sample t-test dengan menggunakan SPSS 26, diketahui bahwa nilai signifikansi independent sample t-test pada bagian equal variances assumed sebesar 0,019. Sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t-test, jika nilai signifikansi ˂ 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik modelling berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan bina diri siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Tarakan.
SALNIA
2024 · Book · Open Access
Profil Pelajar Pancasila dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi yang pesat, pergeseran sosial budaya, perubahan lingkungan, dan perbedaan lingkungan kerja di semua tingkat di lapangan bidang pendidikan dan kebudayaan di masa yang akan datang. Menerapkan nilai – nilai budaya ke dalam pembelajaran di sekolah adalah sarana untuk mentransformasikan nilai – nilai budaya tersebut menjadi bermakana dan sesuai dengan kondisi lingkungan di mana siswa berada. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dari segi kelayakan pada pengembangan Instrumental musik Sampe sebagai media dimensi Berkhebinekaan Global Siswa SMP Negeri 3 Tarakan. Hasil validasi dari ahli media diperoleh persentase sebesar 95% dengan kriteria “Sangat Efektif”, hasil validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 77% dengan kriteria “Cukup Efektif”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yaitu kelas 7.3 yang berjumlah 22 siswa. Berdasarkan hasil jawaban lembar evaluasi siswa peneliti menyimpulkan bahwa “Siswa tertarik akan media Instrumental musik Sampe tersebut, dikarenakan musik Sampe terlihat seperti gitar dan dengan melalui media ini mereka lebih mengenal budaya yang ada khususnya budaya suku Dayak Kenyah Lepo’Tau serta siswa mampu menghargai budaya yang ada disekitar tempat tinggal mereka”. Sehingga dapat disimpulkan, Instrumental musik Sampe sebagai media berkhebinekaan global siswa SMP Negeri 3 Tarakan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.
MARIA YASINTA FINA
2024 · Book · Open Access
PELAKSANAAN ETIKA KONSELING PROFESSIONAL RESPONSIBILITY GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 3 TARAKAN ABSTRAK Maria Yasinta Fina, 2024, “Pelaksanaan Etika Konseling Professional Responsibility Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan”. Dibimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd. Etika konseling mengacu pada aturan-aturan yang harus dimiliki seorang konselor dan hak-hak klien yang harus dilindungi oleh seorang konselor. Professional Responsibility adalah suatu konsep yang berkaitan dengan standar profesional dan kompetensi teknis yang dimiliki seorang pemberi layanan dalam menjalankan tugasnya dan selama proses konseling berlangsung konselor bertanggung jawab terhadap klien dan dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan etika konseling professional responsibility guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tarakan, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan pembahasan pelaksanaan etika konseling professional responsibility berjalan dengan baik dan berfungsi secara efektif dimana guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru bimbingan dan konseling yang profesional dan berkompeten sesuai pelaksanaan etika profesi bimbingan dan konseling dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar etika dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Kata Kunci: Pelaksanaan Etika Konseling, Professional Responsibility.
CHOIRUNIZATIN RUSMIAH
2024 · Book · Open Access
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik modeling partisipan di SMA Negeri 2 Tarakan. Etika berkomunikasi dalam bermain game online merupakan pola ukur dari tindakan-tindakan individu saat berkomunikasi didalam game online. Etika komunikasi berperan penting dalam penyampaian pesan kepada individu lain. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen Pre-Eksperimental Design model One Group Pretest-Posttest Design. Adapun Populasi sebanyak 357 siswa, penarikan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah angket dan dokumentasi. Analisis data dengan uji hipotesis Paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 10 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdapat kategori rendah berjumlah 1 (10%), kategori sedang berjumlah 5 (50%) dan kategori sangat tinggi berjumlah 4 (40%) sedang pada posttest kategori tinggi berjumlah 5 (50%) dan kategori sangat tinggi 5 (50%). Hal tersebut, uji hipotesis dengan Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik modeling partisipan di SMA Negeri 2 Tarakan.
JEPRI LUHAT
2024 · Book · Open Access
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Pasal 5, setiap penyandang cacat atau berkebutuhan khusus memiliki hak dalam aspek kehidupan dan penghidupan. Untuk mendukung hal ini pendidikan inklusif dibentuk yaitu layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak-anak berkebutuhan khusus bersama anak-anak sebayanya di sekolah reguler. Merujuk pada Permendiknas RI No. 70 Tahun 2009, pemerintah kabupaten/kota diwajibkan menunjuk minimal satu sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama di setiap kecamatan serta satu satuan pendidikan menengah atas untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Namun kota Tarakan yang merupakan pusat perekonomian dan pendidikan di Kalimantan Utara belum memiliki sekolah inklusif. Oleh karena itu Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara mulai membentuk sekolah inklusif di wilayah tersebut. Salah satu sekolah yang ditunjuk adalah SDN 009 Tarakan dengan tujuan mendirikan sekolah inklusif sejak dini. Ketika berhadapan pada pembentukan sekolah tentu memiliki kebutuhan pada tahap proses pembentukan tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti kebutuhan sekolah dalam hal sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SDN 009 Tarakan dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif dan kepala sekolah maupun wakil kepala sarana prasarana sebagai sumber informasi dengan teknik analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan adapun untuk menguji keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN 009 Tarakan telah cukup terpenuhi/cukup memadai dengan acuan terpenuhinya beberapa Prosedur Operasi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif yang dikeluarkan oleh Kemendikbud seperti terdapatnya ramp, guiding block, dan pintu-pintu yang aksesibel. Mengingat penyelenggaraan sekolah inklusif yang baru dilaksanakan di Kalimantan Utara khususnya Kota Tarakan hal tersebut dinilai telah cukup baik sebagai langkah awal.
MUHAMAD AKBAR
2024 · Book · Open Access
Layanan bimbingan kelompok merupakan satu kegiatan layanan yang efektif dan paling banyak dilaksanakan disekolah. Bimbingan kelompok dapat diartikan sebagai bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan baik dalam pribadi, sosial, belajar dan karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses layanan bimbingan kelompok yang di lakukan oleh guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 10 Kota Tarakan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan dua orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah dalam program pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 10 Tarakan yang dimulai dari Tahap persiapan atau pendahuluan dimana meliputi pernyataan tujuan, penjelasan langkah-langkah, mengarahkan kegiatan, dan tahap peralihan (transisi). Tahap Inti meliputi kegiatan siswa dan kegiatan guru bimbingan dan konseling. Tahap ketiga adalah penutup. Tahap keempat Evaluasi meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil.
NOVRIANTO HERMAWAN
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perundungan di Sekolah MAN Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan di SMPN 1 Malinau Barat dengan melibatkan 1 guru bimbingan dan konseling, serta analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perundungan (bullying) merupakan tindakan agresif, baik secara berulang kali, dan terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Dampak perundungan (bullying) bagi pelaku dan korban diantaranya pelaku bullying mempunyai empati yang minim dalam interaksi terhadap sosial. Bukan hanya empatinya saja yang bermasalah tapi juga perilakunya pun tak normal. Perilaku yang hiperaktif dan pro-sosial saling berkaitan dengan tindakan pelaku bullying terhadap lingkungan disekitarnya. Pelaku bullying memiliki tingkat gangguan kesehatan mental terutama gejala emosional yang lebih tinggi dibandingkan dengan korban bullying. Hal ini dapat terjadi dari berbagai faktor yaitu, faktor keluarga, faktor teman sebaya dan faktor media massa. Upaya mengatasi tindakan bullying pada anak yang paling utama yaitu memberikan kasih sayang, kepercayaan, dan melibatkan baik pelaku dan korban. Bukan itu saja diperlukannya kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua untuk mengatasi tindakan bullying terhadap anak
ILHAM MAULANA
2024 · Book · Open Access
Ilham Maulana, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan di SMA N 2 Tarakan kelas XII Bahasa. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkahlaku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan, adapaun upaya preventif yang dilakukan terkait dengan tindakan pengendalian untuk mencegah ketidakdisiplinan, dan upaya kuratif terkait tindakan yang dilakukan guru BK setelah pelanggaran kedisiplinan terjadi, serta tindakan berupa pemberian sanksi kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XII yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal konseling kelompok dan konseling individu kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dengan kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.