Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 59 dari 342

Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Kemandirian Belajar Siswa di SMPN 3 Tarakan

RIKI HARYANTO
2025 · Book · Open Access

This study aims to investigate the influence of group guidance on students'learning independence. Learning independence refers to the self-directed attitude towards personal learning awareness and all decisions and considerations related to learning activities. The indicators of learning independence include self-confidence, responsibility, initiative, and self-control. Group guidance is one of the efforts that can be implemented by counseling teachers in schools, and it has an impact on students' learning independence. This research employs a pre-experimental approach using a one-group pretest-posttest design. The population of this study consists of 247 students. The sampling technique used is purposive sampling,resulting in a sample size of 20 students. The data analysis employed descriptive and inferential statistics, utilizing the paired samples test with SPSS version 27.0 for Windows. Based on the analysis, it is concluded that the significance value is (0.000 0.005), indicating that there is a significant influence of group guidance on students' learning independence at SMP Negeri 3Tarakan.

Analisis Mutu Nugget Ayam Substitusi Mocaf dan Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Alternatif Makanan Cepat Saji

RATNA AYU INDAH INKA ESTI
2025 · Book · Open Access

Nugget ayam substitusi mocaf dan daun kelor merupakan sebuah inovasi dalam pengolahan pangan yang mampu menambah kualitas mutu produk. Dalam rangka menyeimbangkan kebutuhan pangan cepat saji dengan memperoleh gizi yang baik yaitu dengan melakukan penambahan sumber zat gizi pada pangan berupa mocaf dan daun kelor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi mocaf dan kelor terhadap mutu organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0 = 0% mocaf + 0% kelor, P1 = 25% mocaf + 5% kelor, P2 = 50% mocaf + 10% kelor, P3 = 75% mocaf + 15% kelor. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadat protein, dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air dan kadar protein terbaik yaitu perlakuan P1 (25% mocaf + 5% kelor) dengan nilai kadar air 52,83% dan nilai kadar protein 21,46%. Mutu organoleptik yang paling unggul dalam penelitian ini yaitu P1 dengan warna kehijauan, rasa agak gurih, aroma agak langu dan tekstur agak lembut.

Pengaruh Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Serangga Pada Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum L ).

MELLY JOMESCA
2025 · Book · Open Access

Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sering dikonsumsi secara langsung sebagai sayur ataupun yang sudah jadi seperti olahan saus. Produksi tomat dapat mengalami penurunan akibat serangan hama. Salah satu metode untuk mengendalikan hama adalah dengan menanam tanaman refugia disekitar lahan budidaya. Tanaman refugia yang digunakan yaitu Zinnia elegans jacq, Cosmos caudatus, Tagetes ercta. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : P0 = (kontrol tanpa refugia), P1 (Zinnia elegans jacq), P2 (Cosmos caudatus), P3 (Tagetes ercta ). Parameter yang diamati meliputi, indeks keanekaragaman serangga, indeks dominansi serangga, peran serangga dan Intensitas kerusakan. Data dianalisis menggunakan analisis Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman tertinggi pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 1.55 dan dikategorikan indeks keragaman sedang. Indeks dominansi paling rendah pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 0.169 dan dikategorikan indeks dominansi rendah. Serangga yang diperoleh sebagai hama adalah Oxya hyla, Valanga nigricornis, Atractomorpha crenulata, Altica oleracea, Helicoverpa zea, Musca domestica dan Papillo demoleus. Predator adalah dari golongan Lasius niger, Cosmolestes picticeps, Monomorium pharaonis dan Sycanus collaris. Polinator adalah Acraea terpsicore, Apis mellifera, dan Isodontia mexicana. Sementara serangga pengurai adalah Gryllus bimaculatus.

Studi Epidemiologi Penyakit Blas Pada Tanaman Padi di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan

HANI`ATUL MUNFARIDAH
2025 · Book · Open Access

Penyakit blas merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kerugian cukup banyak pada tanaman padi. Penyakit blas disebabkan oleh cendawan Pycularia Oryzae. Penyakit ini bisa menyerang beberapa bagian pada tanaman padi seperti bagian daun tanaman padi, batang tanaman padi, leher daun tanaman padi, malai, serta biji pada tanaman padi. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan blas antara lain bercak yang berbentuk belah ketupat dan bewarna coklat pada pinggiran bercak, serta bewarna putih keabu-abuan pada bagian tengah bercak. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau survey, data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dan data primer. Data primer yaitu terdiri dari data insidensi penyakit blas tahun 2020-2022, data kondisi iklim yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan serta data insidensi blas tahun 2024 yang diperoleh dari lahan sawah di Desa Karang Agung. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari wawancara petani di Desa Karang Agung, data ini berisi tentang pola budidaya tanaman padi. Bedasarkan hasil survey yang dilakukan bahwa insidensi blas pada tanaman padi pada tahun 2020 nilai insidensi blas tertinggi yaitu (38,18%), untuk tahun 2021 nilai insidensi blas tertinggi yaitu (36,5%), sedangkan pada tahun 2022 nilai blas paling tinggi yaitu (33,13%), dan untuk tahun 2024 didapatkan insidensi blas tertinggi dengan nilai (45,39%). Faktor yang mempengaruhi blas menjadi tinggi antara lain faktor lingkungan seperti curah hujan dan kelembaban, faktor varietas, serta faktor pola budidaya tanaman padi.

Pemanfaatan Kulit Ubi Kayu dan Cangkang Kepiting sebagai Bahan Baku Pelilinan untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Tomat

NIRWANANDA
2025 · Book · Open Access

Tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang telah banyak tersebar dibeberapa negara termasuk Indonesia. Tomat memiliki cita rasa yang unik, yakni perpaduan antara manis dan asam serta memiliki kandungan gizi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sehingga menjadikan tomat banyak disukai oleh masyarakat,. Akan tetapi, tomat memiliki sifat mudah rusak (perishable), mudah terserang mikroba, serta memiliki masa simpan yang relatif pendek sehingga membutuhkan penanganan pasca panen yang tepat melalui edible coating. Salah satu alternatif yang dapat di lakukan adalah dengan menggunakan metode pelilinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit ubi kayu dan cangkang kepiting dengan konsentrasi yang berbeda terhadap masa simpan buah tomat selama 20 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi pati (kulit ubi kayu) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0= 0%, P1 = 1%, P2 = 2% dan P3 = 3%. Sedangkan konsentrasi kitosan (cangkang kepiting) yang terdiri dari 4 perlakuan C0 = 0%, C1 = 0,5%, C2 = 1% dan C3 = 1,5% . Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar vitamin C dan susut bobot yang diamati setiap 10 hari selama 20 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pati kulit ubi kayu 2% dikombinasi dengan kitosan cangkang kepiting 1% untuk melapisi buah tomat yang disimpan selama 20 hari mampu memperkecil penurunan kadar air dengan nilai dari 93,95% hingga 52,70%, mampu menekan laju penurunan vitamin C dengan nilai dari 39,10% hingga 33,10%, mampu menekan laju susut bobot dengan nilai dari 3,53% hingga 5,53%.

UJI EFEKTIVITAS Gliocladium virens SEBAGAI AGEN HAYATI PENYAKIT BUSUK PANGKAL PADA SAWI (Brassica juncea L.)

DEFIANTI
2025 · Book · Open Access

UJI EFEKTIVITAS Gliocladium virens SEBAGAI AGEN HAYATI PENYAKIT BUSUK PANGKAL PADA SAWI (Brassica juncea L.) Abstrak Sawi merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan berperan sebagai sumber bahan makanan bergizi bagi masyarakat. Banyak kendala yang ditemui pada budidaya sawi salah satu hambatan yang sering dihadapi para petani sawi adalah gangguan penyakit, salah satu penyakit yang menyerang tanaman sawi yaitu busuk pangkal yang di sebabkan oleh Rhizoctonia solani. Salah satu agen antagonis yang di gunakan dalam pengendalian hayati yaitu Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Gliocladium virens sebagai agen hayati penyakit busuk pangkal pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). dan mengetahui dosis Gliocladium virens yang dapat memberikan intensitas serangan terendah penyakit busuk pangal pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian dirancang menggunakan Rancanan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan isolat Gliocladium virens yaitu M0 = Tanpa inokulasi Gliocladium virens (Kontrol) MI = Fungisida dithane-M45 80 WP 20 ml/tanaman, M2 = Gliocladium virens 5 ml/polybag 10^8 , M3 = Gliocladium virens 10 ml/polybag 10^8, M4 = Gliocladium virens 15 ml/polybag 10^8, M5 = Gliocladium virens 20 ml/polybag 10^8. Terdapat 6 perlakuan percobaan setiap perlakuan dilakukan sebanyak 4 ulangan dalam setiap ulangan terdapat 4 unit eksperimen sehingga diperoleh 96 polybag percobaan. Parameter diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, persentase serangan, intensitas serangan dan efektivitas pengendalian. Data hasil penelitian di uji normalitas, data yang berdistribusi normal di analisis dengan Sidik Ragam Anova (Analisis Of Varience) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Tets (DMRT). Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal Wallis. Data hasil penelitian menunjukan bahwa Gliocladium virens mampu menekan persentase serangan penyakit busuk pangkal (Rhizoctonia solani) pemberian Gliocladium virens dengan dosis 20 ml/tanaman memberikan nilai persentase serangan penyakit busuk pangkal paling rendah di banding perlakuan lainnya.

PERBEDAAN BOBOT RIMPANG SERTA JENIS AUKSIN DAN SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum)

CANDRA FERIANSYAH
2025 · Book · Open Access

Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah Indonesia, disamping itu juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka, yang memberikan peranan cukup berarti dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Kendala dalam pembibitan jahe merah terletak pada pertunasan pada rimpang jahe merah. Semakin berat bobot rimpang, kandungan patinya juga semakin tinggi sehingga kemungkinan dapat mempercepat pertunasan jahe merah. Masa pertumbuhan tunas pada rimpang jahe merah juga dapat dipercepat dengan upaya intensifikasi atau penggunaan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan; (1) Mengetahui pengaruh dari perbedaan bobot rimpang terhadap pertumbuhan jahe merah, (2) Mengetahui pengaruh dari jenis ZPT NAA dan BAP terhadap pertumbuhan jahe merah dan (3) Mengetahui interaksi antara bobot rimpang dengan jenis zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan jahe merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yang terdiri dari faktor pertama bobot rimpang 10 g, 20 g dan 30 g dan faktor kedua zat pengatur tumbuh Z1 NAA 150 mg, Z2 BAP 100 mg dan Z3 kombinasi NAA 150 mg dan BAP 100 mg. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun, diameter batang, jumlah akar, panjang akar, bobot terubus, bobot akar, bobot rimpang dan persentase tanamanan tumbuh. Data yang diperoleh kemudian di uji anova dan diuji lanjut menggunakan DMRT. Perbedaan bobot rimpang dan zat pengatur tumbuh pada faktor tunggal secara umum tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan tanaman jahe merah. Berpengaruh hanya pada interaksinya di parameter tinggi tanaman kombinasi perlakuan bobot rimpang 20 g dan 100 mg BAP (B2 Z2) mampu menginsiasi pertumbuhan pucuk, parameter jumlah tunas kombinasi perlakuan bobot rimpang 30 g dan 150 mg NAA (B3Z1) memiliki pertumbuhan jumlah tunas dan jumlah akar terbanyak serta mampu menginisiasi pertumbuhan panjang akar sehingga menghasilkan bobot terubus dan rimpang panen terberat, kombinasi perlakuan bobot 10 g dan 100 mg BAP + 150 mg NAA (B1 Z3) dapat memperbanyak jumlah daun, pertumbuhan jumlah daun akan memperbesar diameter batang. Kombinasi perlakuan bobot rimpang 30 g dan tanpa ZPT (B3 Z0) memiliki berat akar terbaik.

Implementation of Kurikulum Merdeka in English Learning at Seventh Grade of SMP Negeri 2 Tarakan

SURIANI
2025 · Book · Open Access

The purpose of the research was to describe the implementation of Merdeka Curriculum in English instruction and to find teachers’ problems during the implementation of Curriculum Merdeka in English instruction at class VII-I SMPN 2 Tarakan. In this research, the researcher used a qualitative descriptive method. The researcher collected the data through document analysis, observation, and interviews. The data were obtained from the observation of class VII-I and interviews with English teachers and students. The results of the research showed that the Merdeka Curriculum has been implemented in teaching English subjects. Teachers create the learning objectives flow and teching modules based on the Merdeka Curriculum, which are adapted to the characteristic of the learning unit. Teachers have also implemented the learning cycle and conducted assessments based on Merdeka Curriculum. The barries faced by teachers are that it is difficult to motivate students to be more independent, creative, courageous and critically correct and less differentiated in the delivery of learning.

THE EFFECT OF ICE BREAKING ON STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION IN ENGLISH AT THE 𝟕ₜₕ GRADE OF SMP NEGERI 2 TARAKAN

EKA NURHAYATI
2025 · Book · Open Access

The purpose of this research was to determine the effect of ice breaking on students' learning motivation in English subjects of seventh grade students of SMP Negeri 2 Tarakan. This research was categorized as a type of experimental research with a pre-experimental research design. The research population was all seventh-grade students of SMP Negeri 2 Tarakan, with the selected sample were students of class 7D by using purposive sampling method. Data collection techniques in this research consisted of pre-test and post-test using student motivation questionnaire and observation sheet. In this research, the collected data were analyzed using SPSS version 26, with a paired sample t-test used to compare the means of two measurements taken from the same group before and after ice breaking was applied. The results indicated that icebreaking was effective in increasing English learning motivation of seventh grade students of SMP Negeri 2 Tarakan. The result of paired sample t-test showed that the mean difference between pre-test and post-test was - 2.03448, with a standard deviation of 2.35255. This difference was within the 95% confidence interval, the significance level (2-tailed) was 0.000, smaller than 0.05.

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Duolingo terhadap Penguasaan Kosakata Siswa Kelas VII di SMP Negeri 7 Tarakan

SHINDY ALFIONITA DAUS
2025 · Book · Open Access

One of the essential elements in learning English is vocabulary development. Without a sufficient vocabulary, language proficiency is hindered, and effective communication becomes impossible. Therefore, engaging teaching media, such as Duolingo, is needed. This study aims to determine the significant impact of using the Duolingo smartphone application on the vocabulary mastery of seventh-grade students, specifically focusing on verbs and nouns. The research method employed was pre-experimental. The population of this study consists of seventh-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan, with a sample size of 32 students from class VII-4. The research instrument used was a written test in the form of a pre-test and post-test. The data were analyzed using a t-test, and processed with the help of SPSS version 22.0. The results of the data analysis showed that the average pre-test score was 49.84, while the average post-test score was 78.75. The t-test results yielded a value of 0.000, less than 0.05, indicating that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (HO) is rejected. Therefore, it can be concluded that teaching vocabulary using Duolingo is proven to be effective in improving the vocabulary mastery of seventh-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan.

Respon Pertumbuhan dan hasil pakchoy ( Brassica rapa. L) terhadap pemberian pupuk organik walet

ARMAN
2025 · Book · Open Access

Tanaman pakchoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman pakchoy perlu diperhatikan kandungan unsur hara dalam tanah. untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman pakchoy maka dibutuhkan pupuk. Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Pupuk organik walet berasal dari kotoran burung walet yang mengendap lama dan bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. tujuan yang diharapkan dapat dicapai melalui penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan hasil pakchoy terhadap pemberian pupuk organik walet. Mengetahui dosis terbaik pemberian pupuk organik walet untuk pertumbuhan dan hasil pakchoy. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu: P0 : 0 kontrol (tanpa pupuk kotoran walet) P1 : 50 gram/tanaman pupuk kotoran walet P2 : 100 gram/tanaman pupuk kotoran walet P3 : 150 gram/tanaman pupuk kotoran walet P4 : 200 gram/tanaman pupuk kotoran walet P5 : 250 gram/tanaman pupuk kotoran walet. Setiap perlakuan dalam terdiri atas 16 tanaman dengan 4 sampel tanaman pakchoy. Total tanaman yaitu 384 tanaman pakchoy. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pakchoy, jumlah daun pakchoy, lebar daun pakchoy, berat basah pupus tanaman pakchoy, dan yang tidak berpengaruh nyata berat basah akar tanaman pakchoy, jumlah akar tanaman pakchoy dan panjang akar tanaman pakchoy. perlakuan P5 = 250 gram/tanaman kotoran burung walet memiliki parameter paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin dengan Konsentrasi yang berbeda terhadap Produksi Tanaman Labu Kuning Golden Mama 35 (Cucurbima Moschata)

SAHRUL RHOMADAN
2025 · Book · Open Access

Tanaman labu kuning Golden Mama 35 merupakan salah satu tanaman sumber pangan yang kaya kandungan gizi. Selain itu, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Dalam budidaya labu Golden Mama 35 ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani, diantaranya adalah produksi yang masih rendah. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi dengan memberikan hormon pada tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hormon GA3 terhadap pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35, serta mengetahui konsentrasi hormon GA3 yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor yaitu konsentrasi GA3 yang tediri dari P0 = Kontrol (0 ppm), P1 = 1,5 ppm GA3 / Tanaman, P2 = 2 ppm GA3 / Tanaman, dan P3 = 2,5 ppm GA3 / Tanaman. Percobaan diulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter penelitian adalah umur berbunga, jumlah bunga, persentase bunga menjadi buah, rata-rata berat buah, berat buah/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon GA3 memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35 akibat perlakuan konsentrasi hormone yang berbeda pada parameter umur berbunga, jumlah bunga betina, berat per buah dan berat buah/tanaman. Sedangkan pada parameter persentase bunga menjadi buah menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi hormone tidak memberikan pengaruh yang nyata. Berdasarkan uji BNT 5 % diperoleh hasil bahwa konsentrasi hormone yang memberikan nilai pertumbuhan generative dan produksi terbaik yaitu perlakuan P2 untuk umur berbunga (15 hari), perlakuan P3 untuk jumlah bunga betina (5,83), rata-rata berat buah (1812,87 g) dan berat buah per tanaman (8762, 33 g).

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI HUBUNGAN QUESTION-ANSWER (QAR) DALAM PENGAJARAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS DELAPAN DI MTS HURRASUL AQIDAH TARAKAN

WIWIN SALEHA OKTAVIANY
2025 · Book · Open Access

The aim of this study is to investigate how the Question Answer Relationship (QAR) strategy can assist students in improving their reading comprehension. Using a onegroup pre-test and post-test design, the researcher employed a pre-experimental approach and collected data based on tests. The sample consisted of 30 eighth-grade students from MTs Hurrasul Aqidah Tarakan, selected through purposive sampling. The findings revealed that the use of the QAR strategy during instruction significantly improved the reading comprehension of the eighth-grade students. The average pretest score was 58.93, while the post-test score was 82.27. The significant result from the paired sample t-test was 0.000 0.05, which is smaller than the significance level, and the t-value (11.441) was higher than the t-table value (1.699). It can be concluded that the implementation of the QAR strategy in teaching reading comprehension is highly effective. Additionally, students showed increased interest and enthusiasm in learning when the QAR strategy was used.

KARAKTERISASI TINGKAT KEMATANGAN GAMBUT DI KABUPATEN TANA TIDUNG BERDASARKAN SIFAT KIMIA DAN FISIKA GAMBUT

HAIRUDDIN
2025 · Book · Open Access

Gambut merupakan akumulasi bahan organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan dengan berbagai tingkat dekoposisi baik sempurna maupun tidak sempurna dengan ketebalan 50 cm atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tingkat kematangan gambut di kabupaten tana tidung berdasarkan sifat kimia dan fisika gambut. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang dilaksanakan dengan metode survei dengan fokus penelitian sifat kima dan fisika gambut pada lokus desa Tideng Pale Timur, desa Sebidai dan desa Limbu Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Parameter yang diamati adalah Karakteristik kimia dan fisika serta tingkat kematangan gambut dan dianalisis secara deskripsi menggunakan kriteria penilaian status kimia dan fisika gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 tingkat kematangan gambut di lokasi penelitian yaitu saprik dan hemik. Gambut dengan tingkat kematangan Saprik berada di lokasi desa Sebidai dan Gambut dengan tingkat kematangan Hemik berada lokasi desa Tideng Pale Timur dan Desa Limbu Sedulun. Pengelolaan tanah gambut memerlukan kombinasi strategi ameliorasi seperti penggunaan kapur dan pupuk organik serta pengaturan tata air untuk mendukung pertanian berkelanjutan, Hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi petani dan mengambil kebijakan dalam memanfaatkan lahan gambut secara optimal tanpa merusak ekosistem.

Perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir di jurusan bimbingan dan konseling

SULPIANA
2025 · Book · Open Access

It was found that there is a tendency of procrastination behavior that happens in students who are compiling and guiding the thesis process, generally the behavior that arises is due to fear of meeting the supervisor, studying while working, lack of motivation to work on the thesis, feeling afraid of being wrong.Procrastination itself is a tendency to give up, delay, or avoid completing activities that should be done. The purpose of the research was to describe academic procrastination behavior in final year students at the Department of Guidance and Counseling,Faculty of Teacher Training and Education. The type of research used was a descriptive qualitative method. The subjects of the research consisted of 4 students who were divided into 2 students of class 2018 and 2 students of class 2019. The data collection technique used was an interview. The data analysis technique used the Miles and Huberman method: Data reduction, data presentation, and taking conclusion. The results of the research showed that the final year students of the 2018-2019 batch met procrastination behavior known by several characteristics of procrastination behavior that existed, but the four subjects had several differences in each description of procrastination behavior.

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2017-2022

SHERLY SEPTIANA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) pertumbuhan ekonomi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara; (2) jumlah penduduk secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara; (3) upah minimum secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dan (4) pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan upah minimum secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, Upah Minimum, Penyerapan Tenaga Kerja

MAKNA PADA PROSESI TOLAK BALA/MANDI SAFAR MASYARAKAT DESA BOHE SILIAN DI KECAMATAN MARATUA (KAJIAN FOLKLOR)

WEKI YUDISTIRA
2025 · Book · Open Access

WEKI YUDISTIRA. 2024. Makna pada Prosesi Tolak Bala/Mandi Safar Masyarakat Bohe Silian di Kecamatan Maratua (Kajian Folklor). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Siti Fathonah, M.Pd.) Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui makna pada prosesi tolak bala/mandi safar masyarakat Bohe Silian di kecamatan Maratua. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan etnografi. Adapun subjek penelitian adalah tokoh-tokoh agama masyarakat Bohe Silian di kecamatan Maratua. Data dalam penelitian ini adalah prosesi tolak bala/mandi safar. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosesi tolak bala/mandi safar dalam pelaksanaannya memiliki rangkaian proses yaitu mempersiapkan pohon, berdoa bersama, makan bersama, siram-siraman, dan acara bebas. Adapun makna yang terkandung di dalam prosesi ini terkait kepercayaan dan kebersamaan yang dimiliki masyarakat Bohe Silian.

GAYA BAHASA ANIES BASWEDAN DALAM ACARA KICK ANDY SHOW MELALUI KANAL YOUTUBE METRO TV (KAJIAN STILISTIKA)

ADE SURAYA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan atau simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, sinisme, sarkasme, satire, inuendo, antifrasis, dan paronamasia. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu: mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, menganalisis data membuat kesimpulan. Data dan sumber data pada penelitian ini adalah tuturan yang diucapkan Anies Baswedan pada acara Kick Andy Double Check – Dosa dosa Anies Baswedan dan Kick Kontroversi – AMIN Makin Yakin, data diperoleh melalui kanal youtube Metro Tv. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini berjumlah 11 gaya bahasa kiasan dari 18 jenis gaya bahasa kiasan dengan jumlah data yang ditemukan yaitu 24 data yang terdiri dari 3 persamaan atau simile, 1 metafora, 4 alegori, 1 personifikasi, 1 alusi, 1 epitet, 2 antonomasia, 2 ironi, 3 sinisme, 3 satire dan 3 inuendo. Jadi gaya bahasa yang paling dominan digunakan dalam penelitian ini adalah gaya bahasa kiasan alegori karena ditemukan terdapat sebanyak 4 data yang menunjukkan penggunaan majas alegori.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI KELAS VIII

DAMAI YANI SINAGA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video animasi materi sistem pernapasan manusia berdasarkan penilaian validator dan respon peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development yang diadaptasi dari model penelitian Borg and Gall (1983). Adapun langkah-langkah yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal dan revisi produk. Hasil pengembangan video animasi dari ahli media menunjukkan bahwa video layak dan memperoleh persentase sebesar 90%, ahli materi menilai video sangat layak dengan nilai persentase 98% dan penilaian praktisi menunjukkan nilai 100% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. Melalui uji coba produk pada 9 peserta didik kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, media video animasi yang dikembangkan mendapatkan respon positif dengan rata-rata tingkat ketertarikan peserta didik mencapai 98% yang menunjukkan bahwa media dinilai sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba produk, media video animasi memenuhi kriteria kelayakan.