Abstrak
UJI EFEKTIVITAS Gliocladium virens SEBAGAI AGEN HAYATI PENYAKIT BUSUK PANGKAL PADA SAWI (Brassica juncea L.) Abstrak Sawi merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan berperan sebagai sumber bahan makanan bergizi bagi masyarakat. Banyak kendala yang ditemui pada budidaya sawi salah satu hambatan yang sering dihadapi para petani sawi adalah gangguan penyakit, salah satu penyakit yang menyerang tanaman sawi yaitu busuk pangkal yang di sebabkan oleh Rhizoctonia solani. Salah satu agen antagonis yang di gunakan dalam pengendalian hayati yaitu Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Gliocladium virens sebagai agen hayati penyakit busuk pangkal pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). dan mengetahui dosis Gliocladium virens yang dapat memberikan intensitas serangan terendah penyakit busuk pangal pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian dirancang menggunakan Rancanan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan isolat Gliocladium virens yaitu M0 = Tanpa inokulasi Gliocladium virens (Kontrol) MI = Fungisida dithane-M45 80 WP 20 ml/tanaman, M2 = Gliocladium virens 5 ml/polybag 10^8 , M3 = Gliocladium virens 10 ml/polybag 10^8, M4 = Gliocladium virens 15 ml/polybag 10^8, M5 = Gliocladium virens 20 ml/polybag 10^8. Terdapat 6 perlakuan percobaan setiap perlakuan dilakukan sebanyak 4 ulangan dalam setiap ulangan terdapat 4 unit eksperimen sehingga diperoleh 96 polybag percobaan. Parameter diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, persentase serangan, intensitas serangan dan efektivitas pengendalian. Data hasil penelitian di uji normalitas, data yang berdistribusi normal di analisis dengan Sidik Ragam Anova (Analisis Of Varience) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Tets (DMRT). Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal Wallis. Data hasil penelitian menunjukan bahwa Gliocladium virens mampu menekan persentase serangan penyakit busuk pangkal (Rhizoctonia solani) pemberian Gliocladium virens dengan dosis 20 ml/tanaman memberikan nilai persentase serangan penyakit busuk pangkal paling rendah di banding perlakuan lainnya.