MUHAMMAD MUHLIS
2020 · Book · Open Access
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Permintaan kepiting bakau di pasaran semakin meningkat, sehingga mendorong peningkatan penangkapan kepiting bakau. Berbagai usaha yang telah dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar meliputi pembenihan, penggemukan, dan pembesaran induk kepiting bakau di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp.) dengan pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan kontrol (A), M. malabathricum 0,25 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (B), M. malabathricum 0,5 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (C), M. malabathricum 1 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin pada perlakuan B dan C dapat mempercepat proses pengeluaran telur (berried) dalam kurun waktu 20 hari. Pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin dapat mempercepat pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan perlakuan kontrol.
AHMAD SYAFRIAN
2020 · Book · Open Access
Tambak tradisional yang ada di Kalimantan utara umumnya merupakan wadah budidaya udang dan ikan yang umumnya berasal dari pembukaan lahan mangrove. Selain udang dan ikan, Tambak tradisional tersebut terdapat beberapa jenis biota yang dianggap sebagai hama dan berlimpah, yang memiliki nilai non ekonomis berupa udang-udangan, keong temberungun, dan ikan mujair. Dimana biota ini tidak termanfaatkan bagi petani tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi jenis pakan yang terbaik terhadap perkembangan ovari kepiting bakau yang dibudidayakan di tambak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (pemberian ikan mujair ), B (pemberian keong temberungun), dan C (pemberian udang-udangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan berupa ikan mujair, keong temberungun dan udang-udangan. Dimana pakan udang-udangan merupakan pakan yang terbaik yang mampu menghasilkan perkembangan ovari kepiting bakau lebih cepat yang dibudidaya di tambak tradisional.
FAHRISAL AMIR
2020 · Book · Open Access
Morpho-meristic characteristics of layur fish (Superfamili Trihiuroidea) using trawl fishing gear in marine waters is very rarely done because fatherly is known for the length and weight of fish caught using trawling. The purpose of the research was to know the morphology of species of layur fish (Superfamili Trihiuroidea) caught in trawl fisheries in marine waters, describe the size and weight distribution of laying fish, analyze and explain the long fish weight relationship. This research was conducted from December 2018 to March 2019. The method of taking data was purposive random sampling. Data analysis included fish identification, long frequency distribution, and long weight relationship. Analysis of fish identification takes reference from the 1993 FAO book, fish species identified in Juata Laut of the Kota Tarakan, Lepturacanthus savala. The result showed distribution of long and heavy frequencies shows that during the study layur fish were caught with a length range of 32.1-37.3 cm and a weight ranging from 15.9-22.7. The relationship between the length of the first week is negative allometric with a value of b = 1.947 and the second week is negative allometric with a value of b = 2.3262 while the relationship of the length of the third week is a positive allometric with a value of b = 3.1028.
PURYONO
2020 · Book · Open Access
Pematangan ovari pada kepiting bakau dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu; pakan, hormonal, dan manipulasi lingkungan. Salah satu pendekatan yang umum dilakukan dan lebih efektif dan efesien adalah pendekatan hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi hormon tiroksin dan ekstrak daun karamunting (M. malabathricum) pada proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu; perlakuan A (kontrol), perlakuan B (hormon tiroksin dosis 0,1 µg/g), perlakuan C (ekstrak daun karamunting dosis 1 mg/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi hormon tiroksin memberikan perkembangan ovari yang lebih cepat dibandingkan perlakuan yang lain. Hormon tiroksin dan ekstrak daun karamunting dapat digunakan sebagai sumber hormon alternatif dalam pematangan ovari kepiting.
SUMARLIN
2020 · Book · Open Access
Hormon tiroksin berperan penting dalam proses pematangan ovari pada kepiting bakau dan sudah diujikan pada media pemeliharaan yang terkontrol namun belum diujikan langsung di dalam tambak tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penambahan hormon tiroksin dengan dosis yang berbeda dalam mempercepat proses pematangan ovari pada induk betina kepiting bakau di tambak tradisional. Dosis tiroksin yang digunakan pada induk kepiting bakau terdiri dari tiga perlakuan yaitu: A, 0 µg/gram bobot (kontrol); B, dosis 0,1 µg/gram bobot; dan C, 0,2 µg/gram bobot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan hormon tiroksin berbeda nyata dengan kontrol terhadap pematangan ovari induk kepiting bakau. Penambahan tiroksin pada dosis 0,1 µg/gram, sebagai stimulator maturasi kepiting bakau memberikan perkembangan ovari yang terbaik.
AMINAH YUSUF
2020 · Book · Open Access
Sistem budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) sangat didukung dengan pemberian pakan yang berkualitas. Pakan yang berkualitas memilki kandungan gizi berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan penambahan tepung rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dengan konsentrasi berbeda. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (tanpa penambahan rumput laut), B (penambahan rumput laut 2%), C (penambahan rumput laut 4%), D (penambahan rumput laut 6%), E (penambahan rumput laut 8%)/kg pakan. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi variabel pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, pertumbuhan spesifik, jumlah konversi pakan dan kelangsungan hidup. Sedangkan, parameter kualitas air meliputi variabel pH, suhu, oksigen terlarut dan amoniak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan penambahan tepung rumput laut 4% merupakan konsentrasi terbaik yang mampu menghasilkan 5,98 gram berat mutlak, 5,09% pertumbuhan spesifik, 4,29 cm panjang mutlak, dan jumlah konsumsi pakan 0,55 gram, kelangsungan hidup ikan nila 71%. Kondisi kualitas air seperti pH, Suhu, Oksigen terlarut masih dalam kisaran yang optimal, sedangkan amonik relatif tinggi sebesar 2 ppm.
LIGA MARTANG
2020 · Book · Open Access
Tingginya tingkat serangan penyakit baik bersifat infeksius maupun non-infeksius merupakan penyebab yang mempengaruhi rendahnya produksi tambak tradisional, salah satu adalah serangan bakteri Vibrio harveyi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L) sebagai imonustimulan benur udang windu terhadap serangan bakteri V. harveyi yang diuji tantang pada benur udang windu stadia post larva usia 10 hari (PL – 10) yang diberikan pakan metode eksperimeental yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 (kontrol), perlakuan 2 (50 ppm), perlakuan 3 (100 ppm) dan perlakuan 4 (150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan 3 yaitu persentase 100%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada normal yang baik bagi kehidupan benur udang windu (Penaeus monodon).
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match berbantuan Media Audio Visual pada siswa kelas III A SDN 016 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian, 36 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian yaitu lembar penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match Berbantuan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III A SDN 016 Tarakan. Siklus I ketuntasan hasil Belajar siswa (Kognitif) 64%, siklus II menjadi 83%. Siklus I ketuntasan hasil belajar siswa (afektif) 88%, siklus II meningkat secara signifikan menjadi 100%. Siklus I ketuntasan hasil belajar siswa (Psikomotorik) 88%, siklus II meningkat secara signifikan menjadi 100%. Maka penelitian dikatakan sudah berhasil dan sesuai dengan indikator keberhasilan.
None
2019 · Book · Open Access
Udang windu (Panaeus monodon) merupakan salah satu produk ekspor yang mengalami penurunan produksi diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi, menyebabkan penyakit luminescent Vibrio atau vibriosis. Usaha yang digunakan untuk menanggulangi penyakit ini dengan menggunakan antibiotik, namun pemberian dalam jangka panjang akan menyebabkan bakteri menjadi resisten. Penggunaan bahan alami merupakan solusi yang efektif untuk menggantikan antibiotik, salah satunya yaitu rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak rumput laut terhadap bakteri V. harveyi secara in-vitro. Alkohol 70% digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram, konsentrasi yang digunakan untuk uji antibakteri yaitu 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 5% memiliki zona hambat sebesar 7 mm, 10% sebesar 7,1 mm, 15% sebesar 7,3 mm dan pada konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang terbesar dengan diameter hambat 13,3 mm.
None
2019 · Book · Open Access
ANALISIS UNSUR BUDAYA DALAM NOVEL KARENA AKU TAK BUTA KARYA REDY KUSWANTO (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang unsur budaya dalam novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah semua bentuk kata, klausa, kalimat, paragraf, maupun dialog dalam novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto yang mengandung unsur budaya. Sumber data penelitian ini adalah novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Kuswanto dengan edisi cetakan ke satu tahun 2015 dan diterbitkan oleh Tiga Serangkai, Solo, dengan 332 halaman. Adapun teknik poengumpulan datanya dengan membaca, menyimak dan mencatat kata, klausa, kalimat, paragraf, maupun dialog yang termasuk unsur budaya. Teknik analisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, kemudian menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian pada novel Karena AKu Tak Buta karya Redy kuswanto menunjukkan bahwa dalam cerita tersebut memiliki unsur budaya Jawa khususnya Yogyakarta. unsur budaya Jawa dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan teori koentjaraningrat tentang tujuh unsur budaya Jawa. Pertama, peralatan kehidupan manusia terdapat 18 data. Kedua, mata pencaharian ada 9 data. Ketiga, sistem kemasyarakatan ada 10 data. Keempat, sistem bahasa ada 34 data. Kelima, kesenian dengan berbagai jenisnya ada 5 data. Keenam, sistem pengetahuan ada 8 data. ketujuh, sistem religi ada 2 data.