Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 314 dari 342

Perlindungan Hukum Hak CIpta Lagu atau Musik atas Perbuatan Melawan Hukum Melalui Media Internet

None
2020 · Book · Open Access

SINTA NPM. 16..405010.05 PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA LAGU ATAU MUSIK ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM MELALUI MEDIA INTERNET. Dibawah bimbingan dan arahan bapak Darwis Manurung, S.H.,M.Hum selaku pembimbing I dan ibu Zulvia Makka,S.H.,M.H selaku pembimbing II. Lagu atau musik merupakan salah satu karya cipta yang dilindungi oleh undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta. Namun sering kali terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap karya cipta lagu atau musik yang merupakan hak milik dari seorang pencipta. Tidak ada kewajiban mendaftarkan setiap ciptaan, karena hak cipta tidak diperoleh berdasarkan pendaftaran namun hak cipta dimiliki penciptanya secara otomatis ketika ide itu selesai diekspresikan dalam bentuk suatu karya atau ciptaan yang berwujud. Penelitian ini dilakukan dengan tipe penelitian yang bersifat yuridis normatif. yuridis normatif adalah Penelitian yuridis normatif adalah penelitian hukum kepustkaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab isu hukum ini adalah Pendekatan Perundang-undangan (Statute approach), Pendekatan kasus (Case approach ), Pendekatan konseptual (conceptual approach). Tipe penelitian ini yang dapat menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu bentuk perlindungan hukum yang diberikan bagi pemegang hak cipta atau pencipta lagu atau musik atas perbuatan melawan hukum ada dua yaitu perlindung preventif dimana pemerintah berkerjasama dengan menteri telekomunikasi dan informasi untuk memberikan pencegahan sebelum terjadinya sengkete yaitu penutupan situs atau pembelokiran situs yang dianggap telah terjadinya perbuatan melawan hukum selama 14 hari sesuai dengan ketentuan Pasal 54 sampai dengan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Rumusan kedua mekanisme penyelesaian sengketa perdata terhadap pelanggaran hak Cipta yaitu bagi pencipta, pemegang hak cipta atau hak terkait yang merasa dirugikan dapat mengajukan tuntutan ganti rugi di Pengadilan Niaga yang sesuai dengan Pasal 95 sampai dengan Pasal 108 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Hak Cipta Lagu, Media Internet.

Penambahan ekstrak daun karamunting ( melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila ( oriochromis niloticus )

ASPAR ASWIN
2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunkan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa bakteri EM4 dan ekstrak), P1 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 , P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting, dan P3 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 dan ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan nila tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak (P2), yakni 4.64 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan nila tertinggi pada perlakuan bakteri EM4 , 6.61 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan bakteri EM4 , yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan bakteri EM4 sebesar 100%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan P3 (kombinasi bakteri EM4 dan ekstrak) pemberian bakteri EM4, ekstrak daun karamunting dan kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan nila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.B Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas

None
2020 · Book · Open Access

Menurut data World Health Organization (WHO), kematian ibu setiap hari 830 ibu di dunia (Indonesia 38 ibu berdasarkan AKI 305) meninggal akibat penyakit atau komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Sekitar 15% dari kehamilan atau persalinan mengalami komplikasi 85% normal. Kira-kira 75% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan parah (sebagian besar perdarahan pasca salin), infeksi (biasanya pasca salin), tekanan darah tinggi saat kehamilan (preeclampsia/eklampsia), partus lama atau macet, aborsi yang tidak aman (WHO, 2018).. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.B dimulai dari kala I yaitu 30 menit , Kala II selama 35 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 2 hari, 4 hari dan 13 hari. Persiapan KB ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan macam- macam KB. Keuntungan dan keterbatasan KB, menyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memustuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan komprehensif dimulai tanggal 05 november 2019 di Puskesmas Gunung Lingkas tarakan pada Ny.B sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali setiap satu minggu sekali kunjungan ulang. Persalinan pada usia 38 minggu. Asuhan persalinan menggunakan 60 langkah APN. berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.B didapatkan bahwa masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.B berjalan dengan normal tanpa ada faktor resiko atau komplikasi apapun dan bayi Ny.B dalam kondisi baik, tidak ada infeksi dan cacat bawaan serta dengan dilakukannya Asuhan tersebut diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.

Penggunaan rumput laut (kappaphycus alvarezzi) pada pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener ikan bandeng (Chanos chanos)

SUHATMAYATULLAH
2020 · Book · Open Access

PENGGUNAAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezzi) PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP NENER IKAN BANDENG (Chanos chano) USE OF SEA GRASS (Kappaphycus alvarezzi) IN FEED FOR THE GROWTH AND SUSTAINABILITY OF NENER FISH FISH (Chanos chanos) ABSTRAK Pakan merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya ikan bandeng. Rumput Laut adalah tumbuhan tingkat rendah semua bagian tumbuhannya disebut thallus. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 5 kali ulangan. Hasil analisis pertumbuhan panjang pada nener ikan bandeng selama 30 hari dapat diketahui bahwa pertumbuhan panjang mutlak disetiap perlakuan tidak berbeda nyata (P0,05) Pertumbuhan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan C (6%) dengan nilai pertumbuhan panjang rata-rata sebesar (0,81 ± 0,21 cm) dan perlakuan E (12%).Hasil pemeliharaan ikan bandeng selama 30 hari yang diberi perlakuan tepung rumput laut dicampur dengan pakan komersil terhadap bobot rata-rata ikan bandeng menunjukkan di setiap perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05) Pertumbuhan berat paling tinggi terjadi pada perlakuan C (6%) dengan nilai pertumuhan berat rata-rata (6,64 ± 1,80 gr).Berdasarkan pengujian data statistik pada perlakuan dengan penambahan masing-masing tepung rumput laut (K. alvarezzi) tingkat kelangsungan hidup nener ikan bandeng tidak berbeda nyata (P>0,05) Perlakuan A (kontrol) (90,67 ± 5,03 %), perlakuan B (3%) (93,33 ± 1,15 %), perlakuan C (6%) (89,33 ± 4,163), perlakuan D (9%) (94,00 ± 2,00%), perlakuan E (10%) (93,33 ± 3,05 %). Berdasarkan hasil penelitian pakan buatan dengan penambahan tepung rumput laut (K. alvarezzi) mampu meningkatkan pertumbuhan nener ikan bandeng namun untuk kelangsungan hidup.

PENGGUNAAN PROBIOTIK EM4 TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA

ACAY
2020 · Book · Open Access

Penelitian penggunaan probiotik komersial dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan lele dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan probiotik terhadap laju pertumbuhan ikan lele (Clarias sp)dengan dosis yang berbeda dengan ukuran 4-5 cm. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. A (kontrol), B (10 ml/kg pakan), C (20 ml/kg pakan) dan D (30 ml/kg pakan). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari. Parameter yang diamti adalah pertumbuhan panjang dan berat, kelangsungan hidup, serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO dan amoniak. Pengukuran pertumbuhan ikan lele dilakukan 2 kali hari pertama dan hari terakhir penelitian yang berlangsung 30 hari. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan panjang rata-rata ikan lele pada perlakuan A (1,100± 0,190 cm), B (1,0600 ± 0,141 cm), C (1,0633 ± 0,041 cm) dan perlakuan D (3,3067¬ ± 3,120 cm). Rata-rata bobot ikan lele pada perlakuan A (2,7800 ± 0,376 gr), B (2,6100 ± 0,556 gr), C (3,646 ± 2,276 gr) dan perlakuan D (3,026 ± 0,345 gr). Sedangkan pada kelangsungan hidup ikan lele pada perlakuan A (100 ± 00%), B (86,66 ± 11,54%), C (86,66 ± 11,54%) dan perlakuan D (100 ± 00%).

Efektivitas Fitofarmaka Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Sebagai Antibakterial Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

ALDARISTA FAUZIA
2020 · Book · Open Access

Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi budidaya ikan ialah adanya serangan dari bakteri patogen yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia. Sejauh ini penanggulangan infeksi bakteri dilakukan dengan penggunaan antibiotik, sehingga dalam jangka waktu lama diduga akan menyebabkan resisten terhadap ikan budidaya. Fitofarmaka merupakan solusi yang efektif dan aman untuk menggantikan antibiotik kimia dikarenakan berasal dari bahan alam, salah satunya ialah kulit pisang kepok Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan penentuan konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum ekstrak kulit pisang kepok terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila secara In-vitro. Aquades, etanol, dan 2-propanol digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Perlakuan konsentrasi untuk uji KHM dan KBM yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Ekstrak dengan pelarut aquades memiliki zona hambat terbesar sebesar 6.5 ± 0.54mm dan nilai konsentrasi hambat minimum adalah 24%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum sebesar 40%. Hasil uji in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.

Identifikasi bakteri pada serasah daun kratom (Mitragyna speciosa Kroth) yang Terdekomposisi di kawasan danau manuk bungkul kecamatan Sembakung kabupaten Nunukan

HASMAUL HUSNA
2020 · Book · Open Access

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa Kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Bakteri memegang peranan penting dalam proses dekomposisi serasah daun kratom di Kawasan Danau Manuk Bungkul dalam menghasilkan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) yang terdekomposisi di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019. Metode yang digunakan yaitu experimen, deskriptif dan kuantitatif melalui 2 tahap yaitu pengambilan serasah kratom di Danau Manuk Bungkul dan identifikasi bakteri di Laboratorium Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Tarakan. Hasil identifikasi bakteri serasah daun Mitragyna speciosa yang terdekomposisi sebanyak 4 genus bakteri yaitu Actinobacillus sp., Aeromonas sp., Bacillus sp., dan Enterobacteria sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu Aeromonas sp. Rata-rata hasil laju dekomposisi yaitu 0,19 – 0,27 gram/hari.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHANA DI RUANG ANGGREK BRUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jasni, Sulidah, Nurman Hidaya Abstrak Kejang demam merupakan gangguan transien pada anak-anak yang terjadi bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologik yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses asuhan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. K yaitu hipertemi, resiko cedera, resiko defisit nutri, dan kurang pngetahuan. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjukkan tiga diagnosa keperawatan dapat teratasi dan satu diagnosa keperawatan tidak teratasi. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jasni, Sulidah, Nurman Hidaya Abstrak Kejang demam merupakan gangguan transien pada anak-anak yang terjadi bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologik yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses asuhan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. K yaitu hipertemi, resiko cedera, resiko defisit nutri, dan kurang pngetahuan. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjukkan tiga diagnosa keperawatan dapat teratasi dan satu diagnosa keperawatan tidak teratasi. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.

Laporan tugas akhir asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N di wilayah puskesmas karang rejo kota tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir (BBL), neonatus dan keluarga berencana (KB). Peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 28 Oktober 2019 di Puskesmas Karang Rejo Tarakan dengan Ny. N sebagai responden. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 34 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu, yang dilakukan sesuai dengan standar asuhan persalinan normal (APN). Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali. Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan kunjungan awal dan kunjungan ulang pertama dan kedua. Namun didapatkan masalah pada persalinan yaitu ketuban pecah dini (kpd). Hal tersebut dilakukan tindakan segera dengan merujuk pasien ke rumah sakit agar tidak menimbulkan masalah dan komplikasi selama proses persalinan. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya m asalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan asuhan yang diberikan, masalah yang terjadi pada persalinan tidak menyebabkan komplikasi selama proses persalinan. Ibu dan bayi dalam kondisi normal dan asuhan yang diberikan sesuai dengan teori. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.

KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA PROYEKSI DENGAN TEKNIK KHAYALAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA PROYEKSI DENGAN TEKNIK KHAYALAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan dengan menggunakan media proyeksi dengan teknik khyalan visual. Penelitian ini merupakan penelitian kelas (PK). Jenis penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data berupa angka dan pencapaian kemampuan siswa dalam menulis puisi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan, yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 16 laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, metode tes dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data bahwa pencapaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan dapat disimpulkan dengan hasil rata-rata kelas adalah 84 dengan kriteria sangat baik dengan bobot A (80-100). Setelah dilakukan analisis pada nilai ketuntasan siswa, terdapat 20 siswa yang tuntas dengan persentase 78% mencapai nilai KKM. Sedangkan 6 siswa belum tuntas dengan persentase 23% tidak mencapai KKM. Selain itu penelitian dengan menggunakan media proyeksi dapat dinyatakan berhasil dengan melihat pencapaian siswa pada setiap aspek yang nilai, siswa mampu berperan aktif dengan adanya media yang digunakan kemudian, dapat dilihat dari nilai perolehan kemampuan siswa dalam menuliskan puisi pada setiap aspek, untuk aspek tema dengan nilai 93 persentase 46,3%, untuk aspek diksi dengan nilai 78 persentase 38,8%, untuk aspek struktur bait dengan nilai 83 persentase 41,3%, untuk aspek bahasa kias dengan nilai 83 persentase 41,3%, untuk aspek citraan/imaji dengan nilai 88 persentase 43,8%, untuk aspek versifikasi dengan nilai 83 persentase 41,7%, dan untuk aspek amanat dengan nilai 82 persentase 40,8%. Dengan menggunakan media proyeksi siswa kelas VIII-2 lebih aktif dan lebih antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Setiap siswa lebih mempusatkan perhatiannya pada video wisata alam yang di putarkan menggunakan media proyeksi (proyektor). Kata Kunci: Kemampuan, Media Proyeksi, Menulis Puisi

KEBIASAAN MAKAN IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN

ERNI YANTI
2020 · Book · Open Access

KEBIASAAN MAKAN IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Berbagai potensi sumberdaya ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan ikan dominan di perairan Sungai Sembakung salah satunya adalah ikan baung (Hemibagrus nemurus). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan baung (Hemibagrus nemurus) dari hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Oktober tahun 2019 di Sungai Sembakung dengan titik lokasi tepatnya di Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Sampel dikumpulkan dengan mengunakan alat tangkap rawai/pancing (long line) dengan ukuran mata pancing 7 inci. Penelitian ini menggunakan analisis data persentase ikan dengan lambung berisi (PILB), index of stomach content (ISC) dan indeks relative penting (IRP), serta pengukuran kualitas air secara insitu dengan parameter fisika – kimia. Hasil perhitungan nilai Indeks Relatif Penting (IRP) ikan baung secara keseluruhan selama penelitian di Sungai Sembakung menunjukkan bahwa keragaman makanan dari kelompok tumbuhan 81% merupakan makanan utama ikan baung, makanan pelengkap dari kelompok hewan 11 % dan makanan tambahannya terdiri dari kelompok hewan yaitu ke 3 % dan dari kelompok tumbuhan 5 %. Hal ini menunjukan ikan baung lebih cenderung memakan tumbuh-tumbuhan atau herbivora.