Abstrak
Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi budidaya ikan ialah adanya serangan dari bakteri patogen yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia. Sejauh ini penanggulangan infeksi bakteri dilakukan dengan penggunaan antibiotik, sehingga dalam jangka waktu lama diduga akan menyebabkan resisten terhadap ikan budidaya. Fitofarmaka merupakan solusi yang efektif dan aman untuk menggantikan antibiotik kimia dikarenakan berasal dari bahan alam, salah satunya ialah kulit pisang kepok Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan penentuan konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum ekstrak kulit pisang kepok terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila secara In-vitro. Aquades, etanol, dan 2-propanol digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Perlakuan konsentrasi untuk uji KHM dan KBM yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Ekstrak dengan pelarut aquades memiliki zona hambat terbesar sebesar 6.5 ± 0.54mm dan nilai konsentrasi hambat minimum adalah 24%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum sebesar 40%. Hasil uji in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.