MEGA SEPTIANI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Layanan Informasi Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Adaptabilitas Karir Siswa Pada Masa New Normal di Kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan. Adaptabilitas karir merupakan kecakapan individu dalam mempersiapkan diri untuk menuntaskan berbagai macam tugas yang telah terprediksi dan terlibat dalam peran pekerjaan, juga mampu menanggulangi permasalahan yang sebelumnya tidak dapat diprediksi maupun diprediksi dalam dunia pekerjaan dan kondisi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan yang berjumlah sebanyak 108 siswa dan penarikan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala adaptabilitas karir berdasarkan teori Savickas (2012), teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-test menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa layanan informasi efektif untuk meningkatkan kemampuan adaptabilitas karir siswa pada masa new normal di kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pretest yang di peroleh 30 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 10 (33%) siswa memiliki tingkat adaptabilitas karir tinggi, 20 (67%) siswa memiliki tingkat adaptabilitas karir sedang. Pada hasil skor Posttest terdapat 19 (64%) siswa yang memiliki tingkat adaptabilitas karir tinggi dan 11 (36%) siswa yang memiliki tingkat adaptabilitas karir sedang.
NUR FATIMAH
2023 · Book · Open Access
Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika adalah kemampuan representasi matematis. Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan untuk menghadapi masalah, baik dalam matematika maupun dalam kehidupan nyata. Kemampuan representasi matematis digunakan untuk dapat menentukan dan menciptakan cara berpikir. Teori Van Hiele melibatkan tingkat berpikir siswa dan menurut Van Hiele siswa akan melalui 5 tahap perkembangan berpikir matematika (geometri) yaitu tahap 0 visualisasi, tahap 1 analisis, tahap 2 dedukasi informal, tahap 3 dedukasi dan tahap 4 rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas IV berdasarkan teori Van Hiele di SDN 035 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes soal pertama Van Hiele Geometry Test (VHGT), tes soal kedua kemampuan representasi matematis berdasarkan teori Van Hiele, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1 dan A2 yang berada pada tahap 0 memang lebih dominan mengarah ke visual yang maksudnya bahwa kedua subjek lebih mengenal bentuk berdasarkan penampakan visualnya daripada pengamatan (analisis), terlihat dari hasil lembar jawaban yang menunjukkan kedua subjek lebih mampu untuk menyelesikan soal tahap 0 (visualisasi) daripada soal tahap 1 (analisis), sedangkan subjek A3 dan A4 yang masuk pada tahap 1 analisis sama-sama mampu untuk mengerjakan soal pada tahap 0 visualisasi dan tahap 1 analisis, kedua subjek sudah mengenal bentuk berdasarkan visualnya serta mampu untuk menganalisis jenis bangun datar berdasarkan pernyataan sifat-sifat bangun datar.
ST. FARIDAH AKBAR
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang stabilnya perkembangan emosional siswa salah satunya adalah siswa mengalami kepercayaan diri yang kurang, sehingga peran guru sangat penting untuk mendukung peningkatan perkembangan emosional siswa tersebut. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam perkembangan emosional siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada peran guru kelas dalam perkembangan emosional siswa. Sumber data berupa data primer dan sekunder dengan informan yaitu guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis dan kualitatif melalui proses reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VA SDN 021 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) edukator, yaitu memberikan bimbingan dan arahan dalam meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (2) supervisor, yaitu memahami permasalahan siswa dengan memberikan nasehat dan solusi dalam meningkatkan perkembangan emosional yang baik. (3) innovator, yaitu menghasilkan inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (4) manager, yaitu menegakkan tata tertib di sekolah dan kelas dengan kesepakatan bersama untuk meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (5) motivator, yaitu memberikan arahan dan apresiasi kepada siswa untuk meningkatkan perkembangan emosional yang baik.
SURIATI
2023 · Book · Open Access
ANALISIS KESADARAN FONOLOGIS PADA SISWA KELAS III A DI SDN 032 TARAKAN ABSTRAK Permasalahan yang ditemukan di kelas III A SDN 032 Tarakan dimana terdapat kekurangan dalam kelancaran membaca sehingga menjadi faktor adanya kekurangan dalam bunyi bacaan. Bunyi yang dihasilkan pada saat membaca kata-kata sulit sering diulang dan bunyinya berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran fonologis siswa kelas III A di SDN 032 Tarakan yang ditinjau dari dua aspek yaitu: aspek ketepatan bunyi dan aspek perubahan bunyi. Pendekatan yang dilakukan yaitu pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan wawancara untuk memperoleh data hasil kesadaran fonologis siswa. Hasil data dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sebanyak 21 siswa kelas III A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kesadaran fonologis, yang kemudian dikelompokkan dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 2 siswa yang mewakili setiap kategori tinggi, sedang dan rendah untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa siswa dalam hal kelancaran membaca sudah lancar, akan tetapi dalam membunyikan kata masih terdapat kesalahan pada bunyinya. Siswa juga mampu untuk memperbaiki bunyi yang masih salah. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa siswa sudah mampu menyadari bunyi dari kata yang disebutkan.
MUHAMMAD RIZWAN
2023 · Book · Open Access
Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam memecahkan permasalahan menggunakan kegiatan proyek. Melalui kegiatan proyek, siswa diberi kesempatan untuk aktif mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman mereka dalam beraktifitas secara nyata. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran project based learning (pjbl) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas v sdn 018 tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dalam kategori pre-experimental design one-group pretest-posttest. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-test. Hasil analisis pretest menunjukkan nilai untuk signifikansi (sig) nya (0.200>0.05) dan nilai untuk posttest signifikansi (sig) nya (0.200>0.05). Kesimpulannya sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Berdasrkan hasil analisis uji t-test dengan menggunakan rumus paired sample t-test diperoleh hasil analisis bahwa nilai t = -13.7016 dan signifikansi 0.000. Karena nilai signifikansi (2-tailed) 0.05 maka di simpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika sebelum diterapkan model pembelajaran pjbl lebih kecil dibanding setelah di terapkan model pembelajaran pjbl. Sementara untuk melihat efektivitasnya dilakukan analisis gain ternomalisasi (n-gain). Dari hasil analisis rata-rata n-gain yang diperoleh nilai g = 0.71 berada pada kategori tinggi dengan nilai n-gain persen = 71.4856 berada pada kriteria tafsiran cukup efektif. Hal ini juga terlihat pada saat proses pembelajaran, siswa terlihat lebih aktif, lebih bersemangat serta minat dalam belajar meningkat.
SUPRIHATIN HARTONO
2023 · Book · Open Access
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ditinjau dari validasi ahli media, ahli materi dan ahli bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket penerapan guru, angket keefektifan siswa dan angket kemenarikan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan penelitian yakni Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni pedoman wawancara, lembar validasi, angket penerapan guru, angket keefektifan siswa dan angket kemenarikan siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas VI SDN 007 Tanjung Palas Timur. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media 82%, ahli materi 92%, ahli bahasa 84,36% dan rata-rata persentase skor validasi dari ketiga validator sebesar 86,12%. Hasil validasi dari ahli media, materi dan bahasa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kemudian hasil angket penerapan guru 93,75%, angket keefektifan siswa uji coba terbatas sebesar 100%, angket keefektifan siswa uji coba lapangan sebesar 99,04%, angket kemenarikan siswa uji coba terbatas sebesar 96%, angket kemenarikan siswa uji coba lapangan sebesar 96,19% dan rata-rata persentase skor 98,01%. Hasil angket penerapan guru, angket keefektifan siswa dan angket kemenarikan siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi dan bahasa, angket penerapan guru, angket keefektifan siswa dan angket kemenarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan, maka media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.
LITRIA RAHMADANI
2023 · Book · Open Access
Kesulitan membaca permulaan adalah suatu kondisi dimana siswa mengalami keterhambatan dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II-A SDN 005 Tarakan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, dan dokumentasi. Dan wawancara terhadap siswa serta guru kelas II-A untuk mengetahui faktor kesulitan membaca permulaan. Sebanyak 27 siswa kelas II-A menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes awal kemampuan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes awal kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan untuk dilakukan tes kemapuan membaca dan observasi pada saat penelitian. Lalu peneliti juga melakukan wawancara kepada siswa dan dikonfirmasi kembali kepada guru kelas II-A tentang faktor kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) siswa tidak lancar dalam membaca, siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca seperti: penghilangan huruf, pengantian kata, dan tidak memperhatikan tanda baca ketika membaca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip. Siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan lalu ada juga siswa yang kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf diagraf dan diftong, sehingga siswa melalukan kesalahan pada saat membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa mengalami keterlambatan berbicara, orang tua sibuk bekerja, kesukaran dalam membaca serta, minat siswa dalam membaca masih kurang.
WIRDANIANTI
2023 · Book · Open Access
Membaca pemahaman ini suatu yang sangat penting dalam proses pembelajaran, dengan membaca pemahaman ini kita dapat memahami isi teks atau bacaan yang kita baca sehingga kita dapat mengetahui alur bacaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman pasa siswa kelas V-A SD Negeri 005 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A SD Negeri 005 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan membaca pemahaman, wawancara dan dokumentasi. Sebanyak 24 siswa kelas V-A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih 6 siswa yang akan dikelompokkan menjadi 3 pengelompokkan yang berdasarkan hasil tertinggi, sedang dan rendah yang di pilih secara random. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu dalam membaca pemahaman dengan baik. berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan kepada siswa, terdapat indikator soal yang dimana siswa masih kurang dalam memahaminya seperti pemahaman pada suatu teks bacaan yang telah dibaca, menentukan tokoh dan watak tokoh yang terdapat pada teks bacaan dan menentukan suatu amanat atau pesan yang terkadung dalam suatu teks bacaan. Kata kunci : kemampuan membaca pemahaman, Bahasa Indonesia, siswa
SINDY SURIPTO
2023 · Book · Open Access
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di jurusan PGSD FKIP Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini berfokus pada menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dengan partisipan yaitu mahasiswa lokal A3 PGSD angkatan 2021 yang telah menempuh mata kuliah geometri. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, eksplanasi dan regulasi diri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berpikir kritis dan wawancara. Menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data hasil tes dikelompokkan berdasarkan 3 kategori yaitu baik, sedang dan rendah. Kemudian dipilih 6 perwakilan subjek berdasarkan kategori baik, sedang dan rendah untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori berpikir kritis baik mampu memenuhi 6 indikator kemampuan berpikir kritis dengan benar. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis sedang hanya mampu memenuhi 4 indikator berpikir kritis karena kurang memahami masalah dan konsep soal. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis dengan benar. This type of study carried out at PGSD Department FKIP Universitas Borneo Tarakan was a qualitative descriptive. The purpose of this study was to examine how PGSD Universitas Borneo Tarakan students employed critical thinking to solve geometric problems. The participants in this study were local A3 PGSD students from the class of 2021 who had completed geometry courses, and the data source was a primary data source. The markers of critical thinking were self-regulation, conclusion, conclusion, analysis, and evaluation. Critical thinking exams and interviews were two of the data collection methods employed. Utilizing methods for qualitative data analysis, including data reduction, data visualization, and conclusion-making. Data on test results were divided into three categories: good, medium, and low. Following that, six representative participants were chosen for interviews based on the good, medium, and low categories. The findings demonstrated that those who fell into the group of "excellent critical thinking" were able to accurately respond to each of the six markers of critical thinking skill. Because they did not comprehend the topic and its concept, subjects with moderate critical thinking skill could only satisfy 4 signs of critical thinking. Low critical thinking skill prevented students from accurately demonstrating all critical thinking signs.
DEVITA SARI
2023 · Book · Open Access
Prokrastinasi akademik matematis adalah penundaan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas Matematika yang diberikan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis faktor-faktor penyebab prokrastinasi akademik siswa pada mata pelajaran Matematika kelas VIII-6 SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa di kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan yang paling sering melakukan prokrastinasi akademik matematis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis data kualitatif Miles, Huberman dan Saldana (2014). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan prokrastinasi akademik matematis terdiri atas dua faktor utama, yaitu faktor psikologis dan sekolah. Faktor psikologis terdiri dari efikasi diri yang kurang, minat belajar kurang, dan kemampuan mengelola waktu yang kurang baik. Sementara untuk faktor sekolah yaitu sarana yang kurang lengkap. Siswa yang sering melakukan prokrastinasi akademik akan sangat mempengaruhi hasil akhir yang didapatkan. Efikasi diri yang kurang ditunjukkan oleh keyakinan atau persepsi Matematika itu sulit, tidak yakin bisa mengerjakan secara mandiri, selanjutnya siswa mengerjakan tugas menunggu jawaban teman. Minat belajar yang kurang ditunjukkan saat diberikan tugas siswa merasa malas, bosan, lebih memilih membantu orang tua karena diberikan upah, bermain game, serta scroll social media dari pada mengerjakan tugas. Kemampuan mengelola waktu yang kurang baik ditunjukkan oleh siswa yang tidak dapat mengatur waktunya karena membantu orang tuanya berkebun dan berjualan sayur ke pasar. Terakhir, sarana yang kurang lengkap yang mengacu pada siswa yang tidak memiliki Lembar Kerja Siswa (LKS) padahal penugasan bersumber dari LKS tersebut. Penelitian ini mengungkapkan faktor terbesar penyebab prokrastinasi akademik matematis adalah kurangnya keyakinan diri siswa terhadap kemampuannya dan minat serta antusias belajar Matematika yang kurang.
ZAINUDDIN SUARDI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 1 Tarakan dalam mempersiapkan siswanya untuk meraih prestasi dalam kompetisi Matematika Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara menyusun dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca dan memahami semua data, melakukan pengkodean semua data, membuat deskripsi dan tema, menghubungkan tema dan deskripsi, serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Dari hasil analisis data, terdapat temuan peran guru dalam mempersiapkan untuk mengikuti kompetisi Matematika di SMP Negeri 1 Tarakan yaitu 1) menetapkan kritena, 2) menganalisis kemampuan Matematika siswa, 3) melakukan pendekatan personal, 4) menjadi fasilitator, 5) memotivasi, 6) memanfaatkan sarana dan prasarana
DEVI FITRI ANITA
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan instrumen penilaian berbasis keterampilan proses sains yang berkualitas dan layak digunakan sebagai alat evaluasi pada materi struktur dan fungsi tumbuhan kelas VIII SMP kota tarakan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah mengacu pada penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D) terdiri dari 9 tahapan yaitu: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi produk, (8) Uji coba pemakaian, (9) Revisi produk Intrumen Pengumpulan data yang digunakan yaitu: lembar wawancara, lembar validasi, dan instrumen tes. Penelitian ini dilakukan di SMP Frater Don Bosco Tarakan. terdapat 25 soal pilihan ganda yang dikembangkan pada draf awal. Hasil validasi ahli evaluasi sangat layak, ahli materi sangat layak, praktisi guru sangat layak. Hasil uji validitas 23 pertanyaan valid, reliabilitas sangat tinggi dalam kategori reliabel. Hasil analisis daya pembeda 14 item soal dengan kategori baik sekali dengan tingkat kesukaran 5 item soal dalam kategori sukar. Hasil uji analisis ini disusun sebagai produk akhir instrumen penilaian keterampilan proses sains. Kata Kunci: Pengembangan Instrumen, Penilaian Keterampilan Proses Sains.
NURHIKMA
2023 · Book · Open Access
Kemampuan representasi matematis merupakan sebuah ungkapan-ungkapan ide matematis yang memuat bentuk objek, gambar, diagram, grafik, dan simbol yang dapat membantu peserta didik dalam mengkomunikasikan pendapat peserta didik sehingga dapat digunakan sebagai sarana dalam menunjukan hasil pemikiran peserta didik dalam upaya memperoleh kejelasan makna, menunjukan pemahamannya, serta mencari sebuah solusi dari permasalahan yang dihadapi peserta didik. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemampuan representasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal materi bangun ruang sisi datar pada kelas IX-4 SMP N 7 Tarakan. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 5 peserta didik yang terdiri dari 1 peserta didik berkategori sangat tinggi, 1 peserta didik berkategori tinggi, 1 peserta didik berkategori sedang, 1 peserta didik berkategori rendah dan 1 peserta didik berkategori unik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal bangun ruang sisi datar dan wawancara, kemudian data dianalisis berdasarkan jenis-jenis kemampuan representasi matematis peserta didik. Jenis-jenis kemampuan representasi matematis ada tiga yaitu kemampuan representasi visual, kemampuan representasi simbolik dan kemampuan representasi verbal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual peserta didik dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, cenderung sudah mampu menyajikan sebuah masalah ke dalam bentuk gambar, meskipun masih terdapat kesalahan yang cukup sering muncul. Adapun kemampuan representasi simbolik peserta didik dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, cenderung sudah dapat merepresentasikan sebuah masalah ke dalam representasi simbolik. Akan tetapi, terdapat beberapa peserta didik yang masih kurang teliti dalam mengerjakan soal kemampuan representasi sehingga terdapat kesalahan yang membuat hasil jawaban kurang lengkap. Sedangkan kemampuan verbal peserta didik dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, kemampuan verbal peserta didik cenderung sudah dapat membuat representasi verbal dalam menyelesaikan permasalahan. Akan tetapi peserta didik masih kurang dalam representasi verbal berbentuk teks. Dimana peserta didik dapat menjelesakan secara lisan, tetapi secara tulisan peserta didik masih kurang.
NURDALIAH H
2023 · Book · Open Access
Kemampuan Berpikir Komputasional Matematis adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui aspek dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan berpikir algoritma untuk memperoleh penyelesaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir komputasional matematis siswa kelas IX-5 SMP Negeri 7 Tarakan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori sedang, dan 2 siswa pada kategori rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir komputasional matematis pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel dan wawancara, kemudian data dianalisis berdasarkan indikator berpikir komputasional matematis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir komputasional matematis dan wawancara, kemudian data dianalisis berdasarkan aspek dan indikator berpikir komputasional matematis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasional matematis siswa pada kategori tinggi dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel menunjukkan bahwa subjek memenuhi setiap aspek berpikir komputasional matematis yakni (1) mampu mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan pada permasalahan (dekomposisi), (2) mampu mengenali pola dengan memisalkan variabel (pengenalan pola), (3) mampu menemukan informasi penting yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan dengan membuat bentuk persamaan (abstraksi) dan (4) mampu menyebutkan langkah-langkah logis yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dan menyimpulkan penyelesaian (berpikir algoritma). Selanjutnya kemampuan berpikir komputasional matematis siswa pada kategori sedang dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel menunjukkan bahwa subjek memenuhi aspek dekomposisi dan berpikir algoritma, menariknya ia mampu menyelesaikan permasalahan tanpa melalui aspek pengenalan pola dan abstraksi dikarenakan subjek tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Sedangkan, kemampuan berpikir komputasional matematis siswa pada kategori rendah dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel menunjukkan bahwa subjek hanya memenuhi aspek dekomposisi, dikarenakan subjek tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dan belum mampu dalam berhitung.
NUR HAERIYA
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur matematika yang terdapat pada alat musik tradisional pengiring tari tungal lingkuda danuntuk mendeskripsikan pandangan peserta didik SMP Negeri 9 Tarakan terhadap penggunaan etnomatematika dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Subjek penelitian ini adalah budayawan Tidung.Adapun teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan melakukan penarikan kesimpulan.Temuan dari penelitian ini yaitu etnomatematika pada alat musik tradisional pengiring tari tungal lingkuda yaitu alat musik tradisional berupa bangun ruang kerucut terpancung dan bola, kekongruenan, bangun datar persegi panjang, lingkaran, sudut, garis lurus (horizontal), dan garis sejajar. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMP Negeri 9 Tarakan yang masih menganggap bentuk-bentuk alat musik bukan sebagai bangun datar dan bangun ruang.Peserta didik setuju dan lebih tertarik apabila etnomatematika dalam alat musik tradisional pengiring tari tungal lingkuda digunakan dalam pembelajaran.
FLORENTINA DEVI
2023 · Book · Open Access
This study aims to analyze the cultural values of anggulung in guidance and counseling services. The type of research was descriptive which was qualitative in nature and aimed to obtain the information about the cultural values of anggulung. The data collection techniques used were observation, interview and documention. The analysis result of anggulung cultural values included (1) readliness in household which was symbolized by the two couples together drinking water of compassion. (2) strength which was symbolized by the water sprinkled over the heads of couples like a river that continues to flow and has no end. (3) complementing each other in joy and sorrow which was symbolized by the couples eating rice with water without salt. (4) one heart in the family which was symbolized by mangkulau (old plate). The implementation of anggulung cultural values in guidance and counseling services was in the family counseling guidance for high school students and in this study, it was described in the form of basic guidance and counseling services.
WINIE EGA SAPUTRI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan pelaku usaha di taman berlabuh kota tarakan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitan dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada 30 pelaku usaha kemudian dianalisis menggunakan analisis pendapatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahtraan pelaku usaha di taman berlabuh memperoleh hasil konversi sebesar 76,8% dengan kategori “Sejahtera”. Bedasarkan analisis pendapatan terhadap Pelaku Usaha di Taman berlabuh, menunjukkan hasil Rata Rata keseluruhan pendapatan pelaku usaha dari R - TC pada jenis usaha makanan dan minuman memperoleh pendapatan Rp 5.358.083. dan Dari hasil Rata-rata keseluruhan Pendapatan Pelaku Usaha dari R - TC pada jenis usaha Jasa Mainan memperoleh pendapatan Rp 9.689.679. Serta hasil Rata-rata keseluruhan Pelaku usaha dari R - TC pada jenis usaha Pedagang Lainnya memperoleh pendapatan Rp 4.015.000. hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha taman berlabuh sudah memdapatkan fasilitas yang memadai, dengan begitu pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha di sekitar taman berlabuh akan meningkat.
BATIARVI LAMIA
2023 · Book · Open Access
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitaif deskriptif yang dilaksanakan di salah satu SD Negeri di Kota Tarakan. Penelitian ini berfokus pada mendeskripsikan dekadensi moral siswa pasca pandemi covid-19. Sumber dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VI salah satu SD Negeri di Kota Tarakan. Indikator dekadensi moral yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kekerasan, pencurian, perkelahian, tindakan curang, pengabaian akan peraturan, tidak toleran, penggunaan bahasa yang tidak baik, kematangan seksual yang terlalu dini, sikap merusak diri, dan penyalahgunaan narkoba. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data didapatkan dari hasil observasi siswa yang sering memunculkan perilaku sesuai dengan indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas VI salah satu SD Negeri di Kota Tarakan telah mengalami dekadensi moral, perilaku dekadensi moral yang sering terjadi adalah penggunaan bahasa yang tidak baik, tindakan curang, pengabaian akan peraturan, perkelahian, tidak toleran, sikap merusak diri, dan pencurian. Tindakan kekerasan dan kematangan seksual tidak begitu sering muncul dan penyalahgunaan narkoba disekolah tidak ditemukan dalam penelitian ini.
ARBAIN
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan menjawab dua permasalahan terkait perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Pertama pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Kedua hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian empiris. Skripsi ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan peraturan perUndang-Undangan seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia; Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 42; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 1 ayat (2) dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 tentang perlakuan bagi tahanan dan narapidana lanjut usia Pasal 3. Hasil dari penelitian ini, pertama terdapat perlakuan khusus yang belum terlaksana secara optimal seperti pemberian bantuan akses keadilan, perawatan geriatri/gerontologik, dan perawatan paliatif. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan yang di berikan petugas pemasyarakatannya berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 belum optimal. Kedua, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan terdapat hambatan-hambatan dalam memberikan perlakuan khusus ini kepada narapidana lanjut usia di antaranya adalah Kurangnya sosialisasi mengenai pemberian bantuan akses keadilan, keterbatasan anggaran dan kurangnya sumber daya manusianya seperti petugas pemasyarakatannya.
MEGA SARI WAHANA PUTRI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini berjudul Disparitas Putusan Hakim Terkait Kelalaian Berkendara Dalam lalu Lintas Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia, Kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan tindak pidana terjadi antara lain disebabkan oleh kelelahan, kelengahan, kekurang hati-hatian, dan kejenuhan yang dialami pengemudi. Peraturan perundang-undangan yang selama ini dibuat tidak memberikan pedoman pemberian pidana kelalaian berkendara mengakibatkan korban meninggal dunia secara tegas yang menjadi dasar bagi hakim sehingga terjadinya disparitas dalam putusan hakim. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Terjadinya disparitas putusan hakim terhadap kasus kelalaian dalam berlalu lintas yang menyebabkan orang lain meninggal dunia karena belum adanya batas minimal yang jelas terhadap pemberian sanksi terhadap tindak pidana yang sejenis. Dalam hal kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia sebagaimana dimaksud pada Undang-undang Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Terjadinya disparitas oleh hakim, dalam putusan pengadilan Nomor 5/Pid.Sus/2018/PN Klb dan 382/Pid.B/2020/PN Spg. dengan terpenuhinya unsur dalam pasal Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kedua kasus tersebut dalam putusan Pengadilan tersebut terjadi perbedaan yang sangat jauh dalam putusan nomor 5/Pid.Sus/2018/PN Klb, Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 7 (tujuh) bulan sedangkan putusan Nomor 382/Pid.B/2020/PN Spg. Terdakwa hanya di vonis 1 (satu) Bulan dan 25 (dua puluh lima) hari.