Abstrak
Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika adalah kemampuan representasi matematis. Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan untuk menghadapi masalah, baik dalam matematika maupun dalam kehidupan nyata. Kemampuan representasi matematis digunakan untuk dapat menentukan dan menciptakan cara berpikir. Teori Van Hiele melibatkan tingkat berpikir siswa dan menurut Van Hiele siswa akan melalui 5 tahap perkembangan berpikir matematika (geometri) yaitu tahap 0 visualisasi, tahap 1 analisis, tahap 2 dedukasi informal, tahap 3 dedukasi dan tahap 4 rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas IV berdasarkan teori Van Hiele di SDN 035 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes soal pertama Van Hiele Geometry Test (VHGT), tes soal kedua kemampuan representasi matematis berdasarkan teori Van Hiele, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1 dan A2 yang berada pada tahap 0 memang lebih dominan mengarah ke visual yang maksudnya bahwa kedua subjek lebih mengenal bentuk berdasarkan penampakan visualnya daripada pengamatan (analisis), terlihat dari hasil lembar jawaban yang menunjukkan kedua subjek lebih mampu untuk menyelesikan soal tahap 0 (visualisasi) daripada soal tahap 1 (analisis), sedangkan subjek A3 dan A4 yang masuk pada tahap 1 analisis sama-sama mampu untuk mengerjakan soal pada tahap 0 visualisasi dan tahap 1 analisis, kedua subjek sudah mengenal bentuk berdasarkan visualnya serta mampu untuk menganalisis jenis bangun datar berdasarkan pernyataan sifat-sifat bangun datar.