Rewinding Motor Induksi 3 Fasa Double Speed
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
Petani sebagai salah satu sumber daya manusia pertanian, selama ini dinilai masih memiliki berbagai keterbatasan yang berujung pada rendahnya kualitas hidup. Sementara pada saat yang sama masyarakat tani menghadapi banyak pemasalahan dalam pemberdayaan hasil pertaniannya kurang dilakukan secara maksimal. Kelompok Tani Embung Bengawan dibentuk atas dasar kesamaan tujuan para pemilik usaha tani, aspek peternakan dan aspek perikanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berfikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan tersebut. Kelompok tani ini memiliki jumlah anggota kelompok sebanyak 70 orang dengan penentuan sampel dengan kuota sampling sebanyak 25 orang di Kelompok Tani Embung Bengawan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode skoring dengan skala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa Teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pemberdayaan anggota kelompok tani berdasarkan indikator input yaitu dikategorikan sangat setuju dengan rataan skor 13,56. Pada indikator proses dikategorikan setuju dengan rataan skor 8,44. Dan pada indikator output dikategorikan setuju dengan rataan skor 11,68. Faktor pendukung pemberdayaan adalah dukungan dari pemerintah, motivasi, program pelatihan keterampilan dari PPL dan permodalan, untuk faktor penghambat adalah pengetahuan yang minim, kreatifitas yang masih rendah, kurangnya partisipasi anggota saat pemberdayaan, hama/penyakit, perubahan cuaca dan faktor kekuasaan.
.
Keputusan mengenai harga jual produk dapat mempengaruhi keberlangsungan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan harga jual produk tahu dan tempe di Jaya Abadi, mengetahui hasil penentuan harga jual produk tahu dan tempe metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variable costing, dan mengetahui hasil perbandingan penentuan harga jual produk tahu dan tempe di Jaya Abadi dengan penentuan harga jual metode cost plus pricing pendekatan full costing dan variable costing. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Oktober 2023- hingga Maret 2024. Metode penentuan responden dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan cost plus pricing pendekatan full costing dan variable costing. Dari hasil analisis, harga jual tahu dan tempe perhitungan Jaya Abadi dengan mempertimbangkan persaingan dan harga pasar untuk tahu sebesar Rp110.000 per papan cetakkan dan tempe sebesar Rp5.000 per bungkus, dan harga jual metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variable costing menghasilkan harga jual produk tahu sebesar Rp105.041,- per papan cetakan dan Rp104.369,- per papan cetakan. Untuk produk tempe sebesar Rp4.379,- per bungkus dan Rp4.305,- per bungkus. Harga jual Jaya Abadi lebih tinggi dibandingkan harga jual peneliti.
.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Waktu Tunggu, Lingkungan Tunggu, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat yang disingkat dengan JKN KIS di Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Utara. Rancangan yang digunakan dalam pienielitian ini adalah dengan mienggunakan mietodie pienielitian kuantitatif yaitu diengan piendiekatan surviei. Ukuran sampiel yang diambil menggunakan rumus hair, yaitu dengan jumlah indikator sebanyak 22 item dikali 5. Sehingga, melalui perhitungan berdasarkan rumus tersebut, diperoleh jumlah sampel dari penelitian ini adalah sebesar 110. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Waktu tunggu memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan pasien, Lingkungan tunggu memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kepuasan pasien, Kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kepuasan pasien, Waktu tunggu, lingkungan tunggu dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini menghasilkan nilai koefisien determinasi R2 atau R Square sebesar 0,626. Hasil ini berarti bahwa waktu tunggu, lingkungan tunggu dan kualitas pelayanan memiliki hubungan dengan kepuasan pasien pengguna JKN KIS di Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Utara sebesar 62,6%, dan sisanya 37,4% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain diluar model.
ABSTRAK Padi adalah tanaman semusim yang merupakan sumber utama beras sehingga menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan sebagai sumber penghasilan bagi petani. Hal ini mendorong peningkatan produksi padi oleh petani yang dalam proses produksi usaha tani padi memerlukan faktor produksi. Pengelolaan faktor produksi akan mempengaruhi keberhasilan produksi padi. Produksi padi sawah di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah dalam prosesnya masih mengalami berbagai kendala dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui apa saja faktor-faktor produksi dalam produksi padi sawah. 2). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah. 3). Menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi produksi padi. Dalam penelitian lokasi di Desa Tanjung Buka SP 5, metode penentuan sampel adalah Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan fungsi produksi cobb-dauglas. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi adalah LnY= 6.037 - 0.253LnX1 + 0.599LnX2 + 0.200LnX3 + 0.038LnX4 - 0.061LnX5 – 0.007LnX6 + 0.024LnX7 + e. Nilai R2 sebesar 57,3% yang artinya produksi padi sawah dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi. Sedangkan Uji F dengan nilai Sig (0.000) 0.05 bahwa variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan modal berpengaruh secara bersama-sama terhadap produksi padi sawah. Pada uji-t hanya variabel benih (X2) dengan nilai Sig (0,000) 0,05 yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap produksi padi sawah (Y), dalam artian setiap penambahan benih berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Variabel lainnya berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. Kata Kunci: Padi Sawah, Faktor-faktor produksi, Cobb-Dauglas
.
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Pertama penanganan perkara tindak pidana pencemaran nama baik anggota legislatif dan ratio recidendi pada putusan nomor: 129/Pid.Sus/2021/PN.Sbw hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Pada penelitian ini tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (Conceptual approach), dan studi kasus (Case approach), sumber dan bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu meliputi perundang-undangan yang ada kaitannya dengan hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Bahan hukum sekunder yaitu, literatur, jurnal, serta bahan non hukum yang berhubungan dengan hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Hal ini menunjukkan bahwa hukum tidak boleh menjamin kepentingan beberapa orang yang berkuasa, melainkan harus menjamin kepentingan untuk keadilan bagi semua warga negara.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Pengembangan usaha rumput laut di Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan strategi pengembangan usaha nelayan rumput laut. Produksi rumput laut di Indonesia mampu memberikan kontribusi terbesar pada sektor perikanan. Pada penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha rumput laut di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan (2) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha rumput laut di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dan dalam penelitian ini penulis mengambil jumlah responden sebanyak 18 orang (Pokdakan). Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil dari analisis SWOT yaitu strategi diversifikasi SO yang berada pada kuadran II dengan nilai pada sumbu X = 0.12 dan Y = -2.74. Strategi pengembangan usaha rumput laut di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan yaitu (1) Memanfaatkan potensi laut sebagai lahan pengembangan usaha rumput laut dengan cara optimal (2) Pembentukan kelompok nelayan rumput laut yang didukung oleh Pemerintah dan Dinas Perikanan (3) Memanfaatkan bantuan program kalaju dari pemerintah pusat untuk mengembangkan usaha rumput laut.
Pelaku usaha mengalami kesulitan dalam memenuhi setiap keinginan yang diharapkan oleh pelanggan. Salah satu kunci suskes sebuah perusahaan adalah menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan dan kualitas produk Reni’s Cake, untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan Reni’s Cake, dan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan Reni’s Cake. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Dengan jumlah responden 50 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat Kualitas Pelayanan termasuk kategori sedang dengan nilai 33.26 tingkat Kualitas Produk berkategori tinggi dengan nilai 28,82, tingkat Kepuasan Pelanggan berkategori sedang dengan nilai 27,34 dan Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Kepuasan Pelanggan dilihat dari nilai t hitung (1,729) > t tabel (1,676) dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05.
Jual beli kambing merupakan usaha yang berkembang cukup pesat khususnya di Kota Tarakan. Salah satu Kelurahan di Kota Tarakan yang menjual kambing adalah Kelurahan Pamusian. Peningkatan penjualan kambing salah satu penyebabnya adalah meningkatnya konsumsi daging pada masyarakat namun peningkatan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar penjual kambing antara lain pencemaran air, bau, limbah dan suara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap limbah usaha penjual kambing di RT 27 Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif yang menggambarkan suatu fenomena, dalam hal ini persepsi masyarakat terhadap limbah usaha penjual kambing. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Penentuan responden pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin, responden dalam penelitian ini sebanyak 42 sampel. Variabel yang di ukur yaitu sub variabel bau, pencemaran air, limbah dan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat menunjukan responden pada penelitian ini dapat di kategorikan pada usia produktif, masyarakat yang berada di daerah penjual kambing berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak adalah perempuan, tingkatan pendidikan SMA/SMK yang paling tinggi dengan jumlah 25 orang, pekerjaan wiraswasta merupakan pekerjaan yang paling tinggi dengan jumlah 16 orang. Persepsi masyarakat terhadap limbah usaha penjual kambing dengan sub variabel pencemaran air dengan nilai skor 619, sub variabel bau (penciuman) dengan nilai skor 541, sub variabel limbah dengan skor 593, dan sub variabel suara dengan skor 543 sehingga dapat di dapatkan total persepsi masyarakat secara keseluruhan dengan nilai skor 2.296. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap limbah usaha penjual kambing di RT 27 Kelurahan Pamusian Kota Tarakan sebagian besar merasa cukup terganggu.
ABSTRAK DAMPAK KEGIATAN DEFORESTASI HUTAN LINDUNG KAMPUNG SATU DI KOTA TARAKAN Yunqui Oktovianus Dr Witri Yuliawati,S. E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak ekonomi dan lingkungan dari kegiatan deforestasi terhadap hutan lindung di Kampung Satu, Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait serta data primer yang diperoleh langsung melalui penelitian lapangan.. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa deforestasi hutan lindung di Kampung Satu, Kota Tarakan, memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek, yakni ekologi, sosial, dan ekonomi. Secara ekologis, dampaknya tercermin dalam hilangnya habitat flora dan fauna endemik, penurunan keanekaragaman hayati, serta gangguan terhadap siklus hidrologi dan perubahan iklim. Dari sisi sosial, terjadi penurunan pendapatan dan kehilangan mata pencaharian bagi masyarakat setempat, yang juga diiringi risiko keselamatan akibat longsor. Dalam ekonomi, deforestasi merugikan sektor industri dan perdagangan, terutama dengan tingginya biaya pemadaman kebakaran hutan. Oleh karena itu, pentingnya kesadaran akan perlunya pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan dukungan terhadap inisiatif masyarakat setempat menjadi kunci dalam mengatasi dampak negatif ini serta menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan ekonomi daerah. Kata Kunci : Deforestasi Hutan Lindung, Dampak Lingkungan, Dampak ekonomi.
Alih profesi diartikan sebagai proses di mana seseorang beralih dari satu pekerjaan atau profesi ke profesi lain untuk pekerjaan yang berbeda secara signifikan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi alih profesi petani padi sawah (2) mengetahui faktor yang lebih dominan berpengaruh pada alih profesi petani padi sawah di Kabupaten Nunukan. (Studi Kasus di Kelurahan Mansappa, Kecamatan Nunukan Selatan). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nunukan sejak juli 2023 sampai dengan desember 2023. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini adalah metode sensus. Dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani yang beralih profesi dari petani padi sawah ke rumput laut. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji determinasi (R2), regresi linear berganda, uji F, uji t. faktor-faktor yang mempengaruhi alih profesi petani padi sawah dipengaruhi oleh faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor teknis, dikuatkan oleh indicator harga, pendapatan, pemasaran, lingkungan sosial, keluarga, kebijakan pemerintah, iklim, dan budidaya tanaman. Menghasilkan R2 29,1%, dengan persamaan regresi linear berganda Y=3,839 + 0,250 X1 + 0, 538 X2 + 0,124 X3, Uji F menunjukkan faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor teknis berpengaruh secara simultan terhadap peralihan profesi petani padi sawah di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan uji t, faktor yang paling berpengaruh dalam peralihan profesi petani padi sawah di Kabupaten Nunukan adalah faktor sosial dengan nilai signifikasn 0,036.
.
AAAAA
Kota tarakan sebagai kota yang terdiri dari lautan yang mempunyai potensi sumber daya perikanan yang cukup besar. Tarakan merupakan pusat pengumpulan kepiting yang berasal dari hasil tangkapan di wilayah perairan muara provinsi Kalimantan utara. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha penggemukan kepiting keramba. Penelitian ini di lakukan di jalan cendrawasih tepatnya di belakang trakindo,pada awal juni. Jumlah populasi ada 5 pelaku usaha yang di teliti melalui informasi kuantitatif dari responden,dan kemudian di analisis menggunakan Analisis biaya, Kelayakkan usaha, Break even point, dan Payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penggemukkan kepiting keramba yang berada di jalan cendrawasih tepatnya di belakang trakindo dapat di katakan memberikan manfaat dan keuntungan ketika di jalankan. Serta di liat dari Break even point dan Payback period dapat di katakan mencapai titik impas yang menguntungkan. Dengan melanjutkan usaha penggemukan kepiting ini dapat memberikan prospek yang baik,serta para pelaku usaha dapat membuat pencatatan mengenai pemasukan dan rincian biaya yang dikeluarkan setiap proses produksi dan memperluas jaringan penjualan dan pamasok hasil produksi.
UMKM An Nur merupakan UMKM yang khusus mengolah produk rumput laut. Salah satu metode inovasi UMKM An Nur adalah penambahan senyawa kimia esensial dari rumput laut, seperti gelatin, keragenan, dan alginat yang semuanya merupakan bentuk polisakarida. Hal ini menghasilkan olahan rumput laut yang tidak hanya menjadi sumber nutrisi yang berharga bagi tubuh manusia, namun juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar. Meski demikian, pemasaran produk olahan rumput laut tersebut saat ini masih terbatas di wilayah Nunukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut di Kelurahan Nunukan Barat Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 – Februari 2024, jumlah responden sebanyak 11 orang. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT, dengan menganalisis faktor internal dan eksternal dari industri UMKM An Nur. Berdasarkan analisis SWOT, strategi UMKM An Nur berada pada kuadran III yang terletak diantara peluang dan kelemahan, dimana sumbu X= 3,70+ (-4,00) = -0,30 dan sumbu Y = 4,00 + (-3,80) = 0,20. Strategi yang digunakan disebut dengan strategi Turn Arround, Yaitu terletak diposisi strategi Kelemahan – Peluang (WO), hasil penelitian didapatkan pada industri UMKM An Nur yaitu (a) Memanfaatkan peluang permintaan tinggi dan menambah jumlah tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan produksi yang banyak, (b) Memanfaatkan stok produk yang ada sehingga banyak keuntungan apabila banyak konsumen yang datang membeli produk, (c) Memanfaatkan berkembangkan media promosi yang saat ini jauh lebih efektif, (d) memanfaatkan pameran atau bazar untuk memperkenalkan kepada konsumen sehingga konsumen dapat mengetahui produk dan mengetahui lokasi dari usaha UMKM An Nur.
Abstrak Tanaman sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki permintaan tinggi. Produktivitas tanaman sayuran yang tinggi dapat dicapai melalui penguatan kelompok tani. Tujuan penelitian ini yaitu,1) Mengetahui peran kelompok tani dalam pemasaran di Desa Tanjung Buka SP 5A, 2) Merumuskan strategi penguatan dan peningkatan peran kelompok tani dalam pemasaran sayuran di Desa Tanjung Buka SP 5A. Jumlah responden 11 orang, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan Kelompok tani Enggal Lancar belum optimal dalam menjalankan peran sebagai wadah belajar, wahana kerjasama dan wahana unit produksi. Strategi penguatan kelompok tani, dalam pemasaran di Desa Tanjung Buka SP 5A berada pada strategi SO (strategi agresif) yaitu meliputi : (a) Meningkatkan kualitas produk melalui berbagai aspek seperti inovasi, produk, diversifikasi tanaman dan praktik pertanian berkelanjutan (b) Memperluas areal tanam untuk meningkatkan produktivitas sayuran dengan memanfaatkan penggunaan teknologi. Kata kunci: Kelompok tani, Sayuran, Strategi pemasaran
Roti merupakan produk pangan berbahan dasar tepung terigu yang di fermentasi dengan ragi atau bahan pengembang lainnya yang diolah dengan cara dipanggang. Roti memiliki umur simpan yang relatif singkat sehingga mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bubuk kayu manis sebagai bahan pengawet alami terhadap umur simpan roti. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pembuatan bubuk kayu manis. Setelah itu dilakukan penelitian pendahuluan meliputi penentuan konsentrasi bubuk kayu manis yang dan penentuan formula roti yang digunakan. Di dalam penelitian utama, diketahui konsentrasi bubuk kayu manis yang digunakan yaitu 1%, 2% dan 3%. Sebagai perbandingan, peneliti menambahkan bahan pengawet buatan jenis asam sorbat dan tanpa penambahan konsentrasi bubuk kayu manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan bahan pengawet (0%, 1%, 2%, 3% bubuk kayu manis dan penambahan pengawet buatan jenis asam sorbat) dan lama penyimpanan (5 hari, 10 hari dan 15 hari). Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Protein, Uji Mikroba dan pengujian Organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air roti manis berkisar antara 29,73% hingga 31,66% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 27,69% hingga 29,12%. kadar abu roti manis berkisar antara 1,16% hingga 1,53% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 0,97% hingga 1,28%. kadar protein roti manis berkisar antara 5,71% hingga 6,05% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 5,23% hingga 5,60%. Pada parameter uji mikroba, total kapang terbanyak selama penyimpanan ditemukan pada perlakuan K0 pada masa penyimpanan 15 hari dengan jumlah coloni 2,54 x 107 coloni/g. Hasil pengujian organoleptik paling banyak disukai oleh panelis pada semua perlakuan (K0, K1, K2, K3, dan K4) yaitu pada masa penyimpanan 5 hari dengan kriteria cukup baik sampai sangat baik.