Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RIKO

8 karya publik ditemukan.

2024: 62023: 2

PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN PADA SISWA SDN 002 MENTARANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN PADA SISWA KELAS III DI SDN 002 MENTARANG Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media big book materi Hak dan Kewajiban pada siswa kelas III SDN 002 mentarang yang layak dan menarik. Kelayakan di tinjau dari ahli media, ahli materi dan ahli materi, kemudian untuk ketertarikan dilakukan dengan memberikan angket respon siswa. Prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi).instumen pengumpulan data yang digunakan yaitu obervasi, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Produk media pembelajran big book yang dihasilkan berukuran A3 yang terbuat dari kertas art paper. Hasil validasi yang telah dilakukan terhadap ahli media diperoleh presentase 62%, ahli bahasa 100% dan ahli materi 72%. Hasil validasi yang dilakukan menunjukan bahwa media pembelajaran big book berada pada kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran memahami materi. Hasil uji coba lapangan yang dilakukan pada siswa kelas III 96%. Dari uji coba tersebut menunjukan bahwa siswa merasa sangat tertarik terhadap media pembelajaran big book.

PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN PADA SISWA SDN 002 MENTARANG

2024 · Thesis ·

PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN PADA SISWA KELAS III DI SDN 002 MENTARANG Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media big book materi Hak dan Kewajiban pada siswa kelas III SDN 002 mentarang yang layak dan menarik. Kelayakan di tinjau dari ahli media, ahli materi dan ahli materi, kemudian untuk ketertarikan dilakukan dengan memberikan angket respon siswa. Prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi).instumen pengumpulan data yang digunakan yaitu obervasi, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Produk media pembelajran big book yang dihasilkan berukuran A3 yang terbuat dari kertas art paper. Hasil validasi yang telah dilakukan terhadap ahli media diperoleh presentase 62%, ahli bahasa 100% dan ahli materi 72%. Hasil validasi yang dilakukan menunjukan bahwa media pembelajaran big book berada pada kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran memahami materi. Hasil uji coba lapangan yang dilakukan pada siswa kelas III 96%. Dari uji coba tersebut menunjukan bahwa siswa merasa sangat tertarik terhadap media pembelajaran big book.

Evaluasi Penempatan Arrester Pada Penyulang 5 Jaringan Sistem Distribusi 20 KV PT. PLN TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Intisari — Tenaga listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kehidupan sehari-hari. PT. PLN merupakan perusahaan yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut, namun dalam proses menjalankan tugasnya, PT. PLN menghadapi banyak tantangan teknis dan operasional. Salah satu tantangan utamanya adalah melindungi infrastruktur kelistrikan seperti trafo, switchgear, dan kabel dari lonjakan tegangan yang dapat merusaknya. Lonjakan tegangan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain petir, gangguan jaringan listrik, dan pengoperasian alat berat. Oleh karena itu, perlu diketahui secara menyeluruh mengenai kinerja alat proteksi petir pada jaringan distribusi 20 kV di PT. PLN Tarakan. Dalam skripsi ini akan mengkaji dan menganalisis kerja dari arrester serta jarak maksimum arrester. Metode yang digunakan dalam skripsi ini metode Koordinasi Isolasi. Penempatan lightning arrester dapat mempengaruhi kinerja lightning arrester tersebut dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi Tingkat kegagalan proteksi arrester sangat tergantung dari TID peralatan, tegangan kerja lightning arrester dan lokasi penempatan arrester itu sendiri. Dari hasil perhitungan dan analisis data menunjukkan bahwa pada jaringan 20 kV penyulang 5 PT.PLN Tarakan, TID transformator sebesar 5 kA dengan 125 kV, karakteristik kerja arrester dengan tegangan pengenal 24 kV, tegangan pelepasan 87 kV serta arus pelepasan sebesar 5 kA dengan tingkat perlindungan 95,7 kV. Hal ini sesuai dengan SPLN 7: 1978 yang menetapkan tingkat isolasi dasar transformator dan penangkal petir. Sedangkan dari hasil perhitungan untuk jarak penempatan arrester terhadap transformator tidak boleh melebihi 2,745 meter dan hasil dari analisis skripsi adalah sekitar 1,8-2,4 meter.

PENYELESAIAN SENGKETA BATAS DESA TANJUNG KERANJANG DENGAN DESA BATU LIDUNG MELALUI LEMBAGA ADAT DI KABUPATEN MALINAU

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian sengketa batas Desa Tanjung Kerangjang dengan Desa Batu Lidung dengan menggunakan peraturan perundangan undang belum membuahkan hasil. Kemudian Lembaga Adat mengambil inisiatif menyelesaikan sengketa batas Desa Tanjung Kerangjang dengan Desa Batu Lidung berbasis hukum Adat. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah Lembaga Adat mampu menyelesaikan sengketa batas Desa Batung dengan Desa Tanjung Keranjang.. Ada dua rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; pertama, Peranan Lembaga adat dalam penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antara desa Tanjung Keranjang dengan Desa Batu Lidung, kedua; Penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antara desa Tanjung Keranjang dengan Desa Batu Lidung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normative, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Peranan kepala adat dalam menyelesaikan sengketa tapal batas antara Desa Tanjung Keranjang dengan Desa Batu Lidung melalui mediasi di Kabupaten Malinau yakni; sebagai Fasilitator yang memfasilitasi/penghubung para pihak yang bersengketa sebelum proses mediasi; sebagai Mediator/mediasi kedua belah pihak yang bersengketa dalam proses penyelesaian sengketa tapal batas wilayah Desa Tanjung Keranjang dengan Batu Lidung; sebagai pemimpin peradilan adat dalam proses penyelesaian sengketa tapal batas wilayah Desa Tanjung Keranjang dengan Batu Lidung dan sebagai hakim perdamaian dalam proses pengambilan keputusan penyelesaian sengketa tapal batas wilayah Desa Tanjung Keranjang dengan Batu Lidung pada saat proses musyawarah mufakat. Penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antara Desa Tanjung keranjang dengan Desa Batu Ldung dilakukan dengan melibatkan lembaga Adat. Lembaga Adat dalam penyelesaiannya menggunakan model mediasi dengan memanfaatkan nilai nilai kearifan lokal masyarakat hukum adat baik di desa Tanjung Keranjang maupun Desa batu Lidung Kata Kunci, Penyelesaian Sengketa, Batas Desa, Lembaga Adat

PENYELESAIAN SENGKETA BATAS DESA TANJUNG KERANJANG DENGAN DESA BATU LIDUNG MELALUI LEMBAGA ADAT DI KABUPATEN MALINAU

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian sengketa batas Desa Tanjung Kerangjang dengan Desa Batu Lidung dengan menggunakan peraturan perundangan undang belum membuahkan hasil. Kemudian Lembaga Adat mengambil inisiatif menyelesaikan sengketa batas Desa Tanjung Kerangjang dengan Desa Batu Lidung berbasis hukum Adat. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah Lembaga Adat mampu menyelesaikan sengketa batas Desa Batung dengan Desa Tanjung Keranjang.. Ada dua rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; pertama, Peranan Lembaga adat dalam penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antara desa Tanjung Keranjang dengan Desa Batu Lidung, kedua; Penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antara desa Tanjung Keranjang dengan Desa Batu Lidung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normative, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Peranan kepala adat dalam menyelesaikan sengketa tapal batas antara Desa Tanjung Keranjang dengan Desa Batu Lidung melalui mediasi di Kabupaten Malinau yakni; sebagai Fasilitator yang memfasilitasi/penghubung para pihak yang bersengketa sebelum proses mediasi; sebagai Mediator/mediasi kedua belah pihak yang bersengketa dalam proses penyelesaian sengketa tapal batas wilayah Desa Tanjung Keranjang dengan Batu Lidung; sebagai pemimpin peradilan adat dalam proses penyelesaian sengketa tapal batas wilayah Desa Tanjung Keranjang dengan Batu Lidung dan sebagai hakim perdamaian dalam proses pengambilan keputusan penyelesaian sengketa tapal batas wilayah Desa Tanjung Keranjang dengan Batu Lidung pada saat proses musyawarah mufakat. Penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antara Desa Tanjung keranjang dengan Desa Batu Ldung dilakukan dengan melibatkan lembaga Adat. Lembaga Adat dalam penyelesaiannya menggunakan model mediasi dengan memanfaatkan nilai nilai kearifan lokal masyarakat hukum adat baik di desa Tanjung Keranjang maupun Desa batu Lidung Kata Kunci, Penyelesaian Sengketa, Batas Desa, Lembaga Adat

Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sedulun yaitu kurangnya bimbingan serta kurangnya pengetahuan para petani terhadap pengembangan pembangunan pertanian dalam mengakses teknologi dan peningkatan manajemen usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dan tingkat efektivitas peran penyuluhan pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Sampel ditentukan dengan metode purposive sebanyak 40 orang petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung meliputi peran sebagai fasilitator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal memfasilitasi kebutuhan para petani juga membantu petani dalam memberikan bantuan berupa saprodi (pupuk,bibit,racun) dan memberikan kartu tani kepada para petani agar dapat mempermudah petani dalam kebutuhan usahataninya, peran sebagai motivator yang memberikan semangat juga motivasi kepada para petani dalam berusaha tani agar kelompok tani di Desa Sedulun dapat maju dan berkembang, peran sebagai educator yang memberikan inovasi kepada para petani agar lebih mempermudah kegiatan usahatani serta memberikan ide-ide yang baru kepada para petani untuk mengasa ilmu pengetahuan petani agar lebih berkembang dan peran sebagai komunikator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal berkomunikasi dengan baik kepada para petani juga sering turun kelapangan langsung dan berkunjung kepada kelompok tani di Desa Sedulun. Efektivitas Peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, educator dan komunikator dapat dikategorikan (efektif) berdasarkan penggunaan skoring, penyuluh pertanian sebagai fasilitator memperoleh skor rata-rata 14,58 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai motivator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai educator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif dan penyuluh pertanian sebagai komunikator memperoleh skor rata-rata 14,73 dengan kriteria efektif

EFEKTIVITAS PERAN PENYULUH PERTANIAN DI DESA SEDULUN KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sedulun yaitu kurangnya bimbingan serta kurangnya pengetahuan para petani terhadap pengembangan pembangunan pertanian dalam mengakses teknologi dan peningkatan manajemen usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dan tingkat efektivitas peran penyuluhan pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Sampel ditentukan dengan metode purposive sebanyak 40 orang petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung meliputi peran sebagai fasilitator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal memfasilitasi kebutuhan para petani juga membantu petani dalam memberikan bantuan berupa saprodi (pupuk,bibit,racun) dan memberikan kartu tani kepada para petani agar dapat mempermudah petani dalam kebutuhan usahataninya, peran sebagai motivator yang memberikan semangat juga motivasi kepada para petani dalam berusaha tani agar kelompok tani di Desa Sedulun dapat maju dan berkembang, peran sebagai educator yang memberikan inovasi kepada para petani agar lebih mempermudah kegiatan usahatani serta memberikan ide-ide yang baru kepada para petani untuk mengasa ilmu pengetahuan petani agar lebih berkembang dan peran sebagai komunikator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal berkomunikasi dengan baik kepada para petani juga sering turun kelapangan langsung dan berkunjung kepada kelompok tani di Desa Sedulun. Efektivitas Peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, educator dan komunikator dapat dikategorikan (efektif) berdasarkan penggunaan skoring, penyuluh pertanian sebagai fasilitator memperoleh skor rata-rata 14,58 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai motivator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai educator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif dan penyuluh pertanian sebagai komunikator memperoleh skor rata-rata 14,73 dengan kriteria efektif