Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

969 karya publik ditemukan.

2023: 132022: 12021: 4392020: 5142019: 2

KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN SEMESTER DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMKN 2 TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ayu Annisa. 2021. Kecemasan Siswa Dalam Menghadapi Ujian Semester Di Masa Pandemi Covid-19 Di Smk N 2 Tarakan Dibimbing oleh Ibu Suriata, M.Pd, selaku pembimbing utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi., M.Si selaku pembimbing anggota. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data skala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecemasan siswa dalam menghadapi ujian semester di tengah pandemi covid-19. Kecemasan merupakan pengalaman emosional yang dirasakan sebagai suatu yang tidak menyenangkan dan sumbernya tidak diketahui dengan jelas. Hal ini di tandai dengan adanya gejala fisiologis dan psikologis seperti takut tanpa sebab yang jelas, tidak berdaya, khawatir dan gelisah. Bagi siswa, kecemasan menghadapi ujian akhir karena semua nilai raport dari semester satu hingga semester lima digunakan untuk menentukan kelulusan dan digunakan untuk masuk keperguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kecemasan ujian semester siswa kelas X, XI, XII jurusan teknik Komputer jaringan (TKJ) di Smk Negeri 2 Tarakan, dapat dikatakan tinggi. Terlihat dari hasil analisis keseluruhan sebanyak 88 responden dengan skor presentase sebesar 67, 2% termasuk dalam kategori tinggi.

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA DESA DI BIDANG PERTANIAN (STUDI KASUS : DESA DERALON KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap pembangunan pedesaan adalah adanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) yang lebih dikenal dengan istilah dana desa. Desa Deralon Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan termasuk salah satu penerima dana desa, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dengan tingkat kesejahteraan yang rendah. Melalui program dana desa diharapkan adanya peningkatan hasil pertanian sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang bertujuan mengetahui apa saja kegiatan bidang pertanian yang dibiayai dana desa, mengetahui efektifitas pemanfaatan dana desa yang sudah dilakukan dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap peningkatan efektifitas dana desa di bidang pertanian. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bidang pertanian yang dibiayai menggunakan dana desa dalam pengadaan sarana prasarana yaitu adanya pemberian mesin penggiling padi, mesin penggiling singkong, pompa racun, bibit sawit, pupuk, racun hama, benih sayur dan tersedianya satu mobil yang menjadi operasional desa untuk mengangkut hasil panen dan dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan sosialisasi pemeliharaan sawit, sosialisasi perencanaan kebun kakao, dan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Kemudian hasil pengukuran efektivitas didapatkan indeks skor sebesar 82,4% yang termasuk dalam interval efektif dan dapat menggambarkan bahwa persepsi responden terhadap pemanfaatan dana desa melalui pengadaan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat efektif dan tidak terdapat kekurangan dalam penyaluran dana desa pada tahun 2018-2019 tetapi dari sisi lain masyarakat berharap adanya pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar tidak terjadi penyelewengan dana desa sehingga pembangunan desa dapat direalisasikan. Selain itu, diharapkan generasi muda Desa Deralon dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dana desa untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana desa.

PENGEMBANGAN PERMAINAN ULAR SELUNCUR NUSANTARA SEBAGAI MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENGENALAN BUDAYA KELAS IV DI SD KATOLIK FRATER DON BOSCO TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

The Indonesian Snakes and Ladders Game Media is one of the media used by guidance and counselling teachers to carry out services, especially in providing information and introducing the archipelago culture frm 34 provinces in Indonesia to students. This study aimed to make a product in the from of a snake and ladder game to recognize culture as a media for guidance and cunselling. A research and development approach were used in this research design. The research and development procedure used the Borg and Gall development model, but in this study, it was carried out until the fifth stage, namely the design revision stage, due to conditions during the Covid-19 pandemic. The results of material expert validation with a score of 76% indicate the appropriate category, and the results of design expert validation with a score 93% indicate the very receivable category. It shows that the Indonesian Snakes and Ladders Game Media that was developed is receivable and appropriate for recognizing culture to students.

Keanekaragaman Ikan non Budidaya Pada Tambak Udang di Perairan Muara Sekatak Provinsi Kalimantan Utara

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Muara Sekatak adalah salah satu daerah di Kalimantan Utara yang memiliki tambak tradisional monokultur. Pertukaran dan pemasukan air pada pengelolaan tambak menyebkan larva dan juvenil ikan ikut masuk dan berkembang di dalam tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman ikan non budidaya di dalam tambak tradisional Muara Sekatak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan menguraikan masing-masing jenis ikan yang didapakan. Hasil identifikasi ikan selama penelitian sebanyak 21 yaitu udang putih (Penaeus sp), udang shima (Parapenaopsis sp), kepiting keraca (Varuna litterata), kepiting bakau (Scylla serrata), ikan bandeng laki (Elops machnata), ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), ikan sumpit (Toxotes jaculatrix), ikan gerot-gerot (Pomadasys maculatus), ikan sangga langit (Tripodichthys blochii), ikan julung-julung (Strongylura leiura), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerong-kerong (Terapon jarbua). ikan gulamah (Nibea soldado), ikan kiper (Scatophagus argus), ikan sembilang (Plotosus canius), ikan buntal (Tetraodon nigroviridis), ikan belanak (Mugil cephalus), ikan serinding (Ambassis nalua), teri gepeng (Stolephorus sp), dan ikan bluncat (Exyrias Puntang).

Studi Tarian Ajai Sebagai Pengembangan Moral Di SDN 003 Kayan Selatan Kabupaten Malinau

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral apa saja yang terkandung dalam tarian ajai Suku Dayak Kenyah Kabupaten Malinau di Desa Lidung Payau. Tarian ajai memiliki nilai yang baik yang berkaitan dengan perilaku positif, dan nilai yang terkandung dalam tarian ajai juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti saling menghargai tidak memandang rendah orang lain dan menghargai budaya yang ada di Indonesia. Moral adalah perilaku baik buruk seseorang, dan moral juga tata cara seseorang dalam berperilaku sehari-hari, kebiasaan perilaku yang sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakat setempat dan adat yang dianut atau adat orang lain harus dihargai dan sebagai ukuran baik, buruk, wajar tidak wajar, benar dan salah seseorang dalam berperilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode triangulasi (Gabungan), melalui pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam tarian ajai terdapat nilai-nilai moral yang positif yang terkandung yaitu, saling menghargai, tidak memandang rendah orang lain dan menghargai pendapat orang lain.

Hambatan Komunikasi Interpersonal Antar Budaya Siswa Di SMP Negeri 1 Malinau Utara

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR BUDAYA SISWA DI SMP NEGERI 1 MALINAU UTARA Jenis penilitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, melalui pengumpulan data observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja hambatan dalam komunikasi interpersonal siswa dengan budaya yang berbeda dan indikatornya adalah gangguan semati, gangguan psikologis, rintangan kerangka berpikir dan rintangan budaya. Budaya adalah pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni moral, hukum, adat-istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari masyarakat itu sendiri. Komunikasi adalah proses yang dilakukan antara dua orang atau lebih untuk menyampaikan pesan dan saling bertukar pikiran dan perndapat, komunikasi juga dikaitkan dengan unsur budaya. Terdapat tujuh unsur komunikasi antar budaya, yaitu komunikator, komunikan, pesan, media, efek, suasana dan gangguan. Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Hambatan yang terjadi dalam komunikasi interpersonal siswa dengan budaya yang berbeda yaitu: Gangguan sematik: siswa masih menggunakan dialeg yang kental sehingga membingungkan siswa lainnya saat berkomunikasi, kata-kata yang digunakan juga sedikit rumit dan tidak semua siswa dapat memahami hal tersebut. Gangguan psikologis: setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda dan membuat komunikasi yang mereka lakukan menjadi sedikit terhambat. Rintangan kerangka berpikir: dengan pengalaman yang berbeda dan didikan yang berbeda menjadikan siswa memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Rintangan budaya: budaya yang berbeda-beda serta kebiasaan yang berbeda-beda pula yang membuat cara siswa berkomunikasi berbeda-beda serta memiliki karakteristik yang berbeda antara siswa satu dengan siswa lainnya.

Analisis Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan analisis dari hasil riset peneliti terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DI SMA KATOLIK FRATER DON BOSCO TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis beserta indikatornya pada siswa kelas XI IPS SMA Katolik Frater Don Bosco dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematis berupa 4 soal uraian. Adapun pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis dilakukan secara online dengan menggunakan bantuan aplikasi Cisco Webex Meetings dan WhatsApp. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 siswa yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam mengerjakan soal cerita tergolong kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 1,81. Indikator tertinggi yaitu indikator merencanakan penyelesaian dengan nilai rata-rata sebesar 2,71 tergolong kategori tinggi dengan persentase sebesar 37,33%, selanjutnya indikator melaksanakan penyelesaian dengan nilai rata-rata sebesar 2,31 tergolong kategori sedang dengan persentase sebesar 31,82%, selanjutnya indikator memahami masalah dengan nilai rata-rata sebesar 1,28 tergolong kategori rendah dengan persentase sebesar 17,63% dan indikator terendah yaitu indikator memeriksa kembali dengan rata-rata sebesar 0,96 tergolong kategori rendah dengan persentase sebesar 13,22%.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 11 TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) dan variabel terikat adalah pemahaman konsep matematika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 11 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas IX-3 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-4 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan analisis data akhir menggunakan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posttest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai posttest di kelas kontrol yaitu di kelas eksperimen sebesar 67,10 sedangkan di kelas kontrol sebesar 49,55. Sedangkan berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran SSCS lebih tinggi secara signifikan dari nilai rata-rata pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika siswa kelas IX SMP Negeri 11 Tarakan dengan menggunakan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS).

ANALISIS KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indah Setiya Utami. 2021.”Analisis Keterampilan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh ibu Siti Rahmi, S.Sos I.,M.Pd selaku pembimbing utama dan bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,Msi selaku pembimbing anggota. Komunikasi interpersonal dapat dipandang sebagai komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan interpersonal. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal, yang menggunakan pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna paling tidak antara dua orang dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya kesempatan yang sama bagi pembicara dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjabaran Keterampilan Komunikasi Interpersonal pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey deskriptif. Populasi sebanyak 241 siswa, penarikan sampel dengan menggunakan random sampling sebanyak 60 siswa kelas VIII. Instrument penelitian ini menggunakan skala keterampilan komunikasi interpersonal dengan skala likert, terdapat 25 item yang valid dari 50 item. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriftif. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah pemberian skala bahwa keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan termasuk pada katagori tinggi terdapat 44 siswa dengan hasil persentase mencapai 73,4%. Sementara hasil penilaian perindikator, seluruhnya masuk kedalam kategori “Tinggi” dengan hasil persentase hampir mencapai 100%.

Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.

Validasi Spesies Ikan Seluang Parang (Nematabramis everetti) menggunakan marka Gen COI di Perairan Umum Kabupaten Bulungan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

This research on the validation of the species for seluang parang fish used COI gene markers. Sampling was carried out in Sekatak Bengara village, as well as morphologigal identification at the Fisheries Biology Laboratory of FPIK-UBT and molecular identification at Aquatic Molecular Biology of FPIK-IPB. Molecular identification began with DNA isolation process using a commercial Gene Aid Kit, the result pure DNA was amplified using universal COI primers and sequenced. The results of molecular identification showed a close relationship between sample in GenBank, namely Nematabramis everetti, which was found in the waters of Sabah, Malaysia with a genetic distance of 0,024.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WARGA NEGARA YANG MELAKUKAN PERKAWINAN SECARA ADAT UNTUK MENDAPATKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

MUH NURUL NISFU NPM: 15501010006. Skripsi ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Yang Melakukan Perkawinan Secara Adat Untuk Mendapatkan Dokumen Kependudukan” dibawah arahan dan bimbingan Bapak Dr.Marthen BS, S.H.,M.H dan Ibu Dr. Nur Asikin, S.HI.,M.H. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, setiap warga negara mempunyai hak untuk memperoleh dokumen kependudukan. Pemerintah sebagai instansi penyelenggara serta instansi pelaksana berkewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan administarsi kependudukan dan pencatatan sipil bagi warga negara untuk mendapatkan dokumen kependudukan baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tampa adanya diskriminasi dalam bentuk apapun. Warga negara yang melakukan perkawinan secara adat mempunyai masalah dalam melaksanakan pencatatan perkawinan akibat dari perkawinan yang dilakukan tidak melalui instansi resmi seperti Kantor Urusan Agama (KUA), gereja, dan lain-lain, sehingga perkawinan tersebut tidak diakui oleh negara karena perkawinannya tidak dicatatkan sehingga tidak mempunyai dokumen kependudukan berupa akta nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui legalitas perkawinan adat menurut undang-undang perkawinan, proses penerbitan dokumen kependudukan bagi warga negara yang melakukan perkawinan secara adat, dan upaya hukum yang dapat dilakukan warga negara yang melakukan perkawinan secara adat untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Metode penilitian ini menggunakan metode normatif preskriptif dengan menggunakan data perundang-undangan dan peraturan terkait yang dikumpulkan melalui kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan legalitas perkawinan menurut undang-undang perkawinan terdapat pada pasal 66 undang-undang perkawinan dengan menggunakan penafsiran a contrario yaitu perkawinan secara adat tidak diatur secara spesifik di dalam undang-undang perkawinan sehingga perkawinan adat sah secara hukum. Proses penerbitan dokumen kependudukan bagi warga negara yang melakukan perkawinan secara adat dimulai dari melakukan pencatatan biodata penduduk untuk mendapatkan nomor induk kependudukan dan biodata penduduk kemudian melakukan perkawinan yang disahkan oleh pemuka penghayat kepercayaan yang ditunjuk oleh organisasi penghayat kepercayaan. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh warga negara yang melakukan perkawinan secara adat untuk mendapatkan dokumen kependudukan adalah judicial review di mahkamah agung karena agar dapat dilakukan pencatatan perkawinan penghayat kepercayaan harus ada organisasi penghayat kepercayaan yang bersifat modern dan mempunyai anggota di tiga wilayah kabupaten/kota sehingga aturan tersebut tidak mengandung sifat affirmative action dan bertentangan dengan pasal 28 H ayat (2) undang-undang hak asasi manusia.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WARGA NEGARA YANG MELAKUKAN PERKAWINAN SECARA ADAT UNTUK MENDAPATKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

MUH NURUL NISFU NPM: 15501010006. Skripsi ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Yang Melakukan Perkawinan Secara Adat Untuk Mendapatkan Dokumen Kependudukan” dibawah arahan dan bimbingan Bapak Dr.Marthen BS, S.H.,M.H dan Ibu Dr. Nur Asikin, S.HI.,M.H. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, setiap warga negara mempunyai hak untuk memperoleh dokumen kependudukan. Pemerintah sebagai instansi penyelenggara serta instansi pelaksana berkewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan administarsi kependudukan dan pencatatan sipil bagi warga negara untuk mendapatkan dokumen kependudukan baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tampa adanya diskriminasi dalam bentuk apapun. Warga negara yang melakukan perkawinan secara adat mempunyai masalah dalam melaksanakan pencatatan perkawinan akibat dari perkawinan yang dilakukan tidak melalui instansi resmi seperti Kantor Urusan Agama (KUA), gereja, dan lain-lain, sehingga perkawinan tersebut tidak diakui oleh negara karena perkawinannya tidak dicatatkan sehingga tidak mempunyai dokumen kependudukan berupa akta nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui legalitas perkawinan adat menurut undang-undang perkawinan, proses penerbitan dokumen kependudukan bagi warga negara yang melakukan perkawinan secara adat, dan upaya hukum yang dapat dilakukan warga negara yang melakukan perkawinan secara adat untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Metode penilitian ini menggunakan metode normatif preskriptif dengan menggunakan data perundang-undangan dan peraturan terkait yang dikumpulkan melalui kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan legalitas perkawinan menurut undang-undang perkawinan terdapat pada pasal 66 undang-undang perkawinan dengan menggunakan penafsiran a contrario yaitu perkawinan secara adat tidak diatur secara spesifik di dalam undang-undang perkawinan sehingga perkawinan adat sah secara hukum. Proses penerbitan dokumen kependudukan bagi warga negara yang melakukan perkawinan secara adat dimulai dari melakukan pencatatan biodata penduduk untuk mendapatkan nomor induk kependudukan dan biodata penduduk kemudian melakukan perkawinan yang disahkan oleh pemuka penghayat kepercayaan yang ditunjuk oleh organisasi penghayat kepercayaan. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh warga negara yang melakukan perkawinan secara adat untuk mendapatkan dokumen kependudukan adalah judicial review di mahkamah agung karena agar dapat dilakukan pencatatan perkawinan penghayat kepercayaan harus ada organisasi penghayat kepercayaan yang bersifat modern dan mempunyai anggota di tiga wilayah kabupaten/kota sehingga aturan tersebut tidak mengandung sifat affirmative action dan bertentangan dengan pasal 28 H ayat (2) undang-undang hak asasi manusia.