Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) dan variabel terikat adalah pemahaman konsep matematika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 11 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas IX-3 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-4 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan analisis data akhir menggunakan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posttest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai posttest di kelas kontrol yaitu di kelas eksperimen sebesar 67,10 sedangkan di kelas kontrol sebesar 49,55. Sedangkan berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran SSCS lebih tinggi secara signifikan dari nilai rata-rata pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika siswa kelas IX SMP Negeri 11 Tarakan dengan menggunakan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS).