Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

969 karya publik ditemukan.

2023: 132022: 12021: 4392020: 5142019: 2

ANALISIS SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS) (STUDI KASUS : KANTOR KELURAHAN KARANG REJO KOTA TARAKAN)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemeliharaan bangunan dilakukan untuk menjaga, kenyamanan dan keandalan bangunan gedung sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bangunan kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Dari hasil penelitian diperoleh penilaian bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik. Biaya pemeliharaan untuk perbaikan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo diperlukan biaya sebesar Rp. 12.416.177,00. (Dua Belas Juta Empat Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).Dan dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN KOMODITI JAGUNG (ZEA MAYS) DI KOTA TARAKAN.

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

SITI AISYAH RADEN S. 2019. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Jagung Di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Dr. Elly Jumiati, SP.,MP Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sektor pertanian berperan penting dalam menyediakan bahan pangan, salah satu komoditi pangan yang layak dikembangkan untuk membangun ketahanan pangan nasional yaitu jagung. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor penawaran di Kota Tarakan. Dengan metode purposive sampling, analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi regresi linier berganda, uji asumsi klasik dan Elastisitas Penawaran. Hasil analisis faktor-faktor penawaran jagung berdasarkan uji statistik menunjukan hasil Berdasarkan Uji t (Parsial) penawaran jagung (Y) dilihat dari nilai signifikan bahwa variabel bebas harga subsitusi (X3) 0,007 dan berpengaruh nyata dan signifikan karena nilai sig 0,05. Sedangkan variabel bebas lainnya seperti luas panen (X1), harga jagung (X2) dan jumlah penduduk (X4) dengan nilai signifikan > 0,05. Hal ini membuktikan bahwa variabel bebas tersebut tidak berpengaruh nyata dan signifikan terhadap variabel penawaran jagung (Y). 2. faktor yang paling mempengaruhinya adalah faktor barang subtitusi mengapa demikian, hal ini dikarenakan beberapa permasalahan yang terjadi yaitu adanya hasil panen yang berlebihan dari jumlah penawaran konsumen di karenakan banyaknya petani jagung yang menanam dan memanen produksi jagungnya di waktu yang bersamaan, adanya kebijakan pemerintah mengenai surat edaran mengenai larangan merayakan tahun baru, hal ini lah yang menurunkan penawaran konsumen terhadap jagung, karena jagung merupakan makan yang paling diminati oleh masyarakat Kota Tarakan menjelang akhir tahun jadi itu lah penyebabnya harga jagung, luas panen dan jumlah penduduk tidak termasuk faktor yang paling mempengaruhi.3. Elastisitas harga atas penawaran sebesar -304.818 artinya bersifat inelastisitas (E1). Sifat inelastisitas memiliki perubahan jumlah penawaran yang proporsinya lebih kecil dibanding dengan proporsi harga jagung dalam kata lain semakin naik harga jagung sebesar 1% maka akan diimbangi dengan kenaikan harga jagung sebesar 1%.

Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Padi Sawah (ORYZA SATIVA) di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yusran. 15201020044. 2020 “Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Padi Sawah (Oryza sativa) Di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan” Dibimbing oleh Sekar Inten Mulyani. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Faktor-faktor produksi merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses produksi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor produksi terdiri dari luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, dan pestisida. Masing-masing faktor produksi tersebut mempunyai fungsi serta manfaat yang berbeda dan saling berpengaruh satu sama lainnya. Jika salah satu dari faktor produksi tidak terpenuhi maka proses produksi dalam pertanian terhambat dan tidak bisa berjalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui bagaimana sistem budidaya padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. (2) untuk menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk,dan pestisida terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Metode di lakukan secara random sampling berdasarkan karakteristik responden. Jumlah responden di peroleh dari masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi penelitian berjumlah 35 orang dari 122 petani yang mengusahakan usahatani padi sawah. Hasil analisis data menunjukan bahwa (1). Berdasarkan hasil deskriptif sistem budidaya padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur meliputi kegiatan pengolahan lahan, perbaikan irigasi, pemilihan benih, perendaman benih, penganginan benih, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. (2).Berdasarkan hasil analisis penggunaan faktor produksi padi sawah diperoleh hasil yaitu variabel luas lahan yang paling banyak dimilki oleh 30 responden atau (85,7%) adalah 1.0-1.2 ha. Unuk variabel benih yang terbesar diperoleh 23 responden atau (65.7%) yaitu antara 16-21 kg. variabel pupuk jumlah terbanyak digunakan oleh 22 responden atau (62,8%) yaitu antara 251-351 kg. variabel pestisida terbanyak digunakan oleh 24 responden atau (68.6%) yaitu antara 3.501-5.501 ml. dan variabel tenaga kerja HOK terbanyak diperoleh 26 responden atau (74.2%) yaitu antara 164-174 HOK .Sedangkan variabel produksi yang terbesar diperoleh 30 responden atau (85,7%) yaitu antara 4.551-5.600 kg. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 25, faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur adalah faktor luas lahan, penggunaan pupuk anorganik, dan tenaga kerja. Kata Kunci : Faktor Produksi, Produksi Padi

ANALISIS NILAI TAMBAH SINGKONG (MANIHOT ESCUENTA) SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK SINGKONG DI KOTA TARAKAN (STUDI KHASUS UKM QOBIDH CRACKERS)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Serviana (15.201020.061). 2019. "Analysis of Cassava Value Added as Raw Material of Cassava Chips in Tarakan City" Case Study: Qobidh Crackers UKM Kampung Empat Village. Supervised by Elly Jumiati. Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. Cassava is one of the focuses of agricultural development policy in 2015-2019, because it has a variety of highly prospective and sustainable derivative products, both food and non-food. One that can provide added value for cassava products is by processing cassava into products that have economic value, namely cassava chips. The purpose of this study are: 1) analyze the amount of added value from the processing of cassava into cassava chips in Qobidh Crackers UKM. 2) analyze the benefits gained by Qobidh Crackers SMEs. The method used is the Hayami method and is presented in tabular form. The method used in this research is Purposive Sampling with the consideration that Mrs. Fatimatun Hasanah produced cassava chips in Tarakan City and the business that has been running has been fairly long, which is more or less for five years. The results of this study indicate that the added value of the raw material of cassava chips processed into cassava chips is Rp. 8,157.64 per kg with a value-added ratio of 33.99%. This value added ratio is moderate because it has a percentage of 15-40%. The profit margin of cassava chips is Rp.19,000 with a profit of 36.62% which has been distributed to each factor such as labor income of 6.315% and other input contributions of 57.06% and the amount of profit obtained by Qobidh Crackers SMEs is 36.62%. The suggestion from this research is that the business of cassava chips in Qobidh Crackers SMEs should minimize the costs by combining the use of supporting materials by reducing the amount of usage in the contribution of other inputs, by increasing the level of value added ratio. Seeing the prospect of agro-industry in the City of Tarakan is very good, especially for cassava chips. This is because SMEs are able to contribute to the regional economy.

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA TANI SAWI DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA TANI SAWI DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KOTA TARAKAN ABSTRAK Linda. 2019. Sayuran sawi merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung meningkat. Kebutuhan masyarakat akan sayuran sawi yang terus meningkat menyebabkan meningkatnya produktivitas sawi oleh masyarakat khususnya petani sawi. Dalam memproduksi sayuran sawi dibutuhkan biaya produksi. Biaya yang dikeluarkan petani dalam memproduksi sayuran sawi antara lain biaya tetap yaitu modal dan alat mesin pertanian, sedangkan biaya variabel yaitu benih, pupuk, pestisida, biaya tenaga kerja. Besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani berpengaruh terhadap jumlah pendapatan yang diterima oleh petani. Hal ini berkaitan dengan jumlah total pendapatan petani dan keluarganya sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya melalui peningkatan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis pendapatan petani dalam usahatani sawi di Kelurahan Kampung Enam dan Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap produksi sawi di kelurahan kampung enam. Penelitian ini dilakukan dikota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive sampling). metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Random sampling atau acak yang dimana sampel ini adalah berprofesi sebagai petani sawi, Dengan demikian jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan usaha tani dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh pendapatan rata-rata petani sawi di Kelurahan Kampung Enam adalah Rp 355.297,34 perbulan, dan persamaan untuk Faktor yang mempengaruhi produksi adalah : Y = α.000 +0.458x1 – 1.054x2 + 0.887x3 – 0.542x4 – 0.382x5 + 14.026x6 – 0.809x7 + 0.000x8 + Ɛ. Model analisis tersebut memiliki nilai R2 produksi sayuran sawi yaitu sebesar 0.944 yang dapat diartikan bahwa variabilitas independent sebesar 94.4%,sedangkan sisanya 5.6% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis uji t variabel bibit, pupuk, mur, luas lahan, dan lama berusahatani signifikan berpengaruh terhadap produksi sayuran sawi pada taraf 0.05 (5%). Sedangkan variabel pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan tenaga kerja tidak signifikan berpengaruh terhadap produksi sayuran sawi. Variabel bibit, umur petani, dan luas lahan berpengaruh positif terhadap produksi sedangkan variabel pupuk, dan lama berusahatani berpengaruh negatif dikarenakan penggunaan pupuk yang berlebihan sehingga menjadikan hasil produksi menurun dan lama berusahatani berpengaruh positif dikarenakan petani hanya mengandalkan pengalaman yang mereka miliki dan tidak menerima inovasi baru dalam usahatani sehingga tidak meningkatkan hasil produksi. Pemerintah daerah khususnya pemerintah kota Tarakan melalui Dinas Pertanian diharapkan terus memberikan penyuluhan dan pengetahuan bagi petani sawi agar dapat mengolah usaha taninya dengan baik agar hasil produksi lebih baik dari pada hasil sebelumnya dan dapat meningkatkan taraf hidup petani. Kata Kunci: Pendapatan, Faktor Produksi, Sawi, Kota Tarakan. Tarakan, 09 Februari 2020 Menyetujui, Dr.Elly Jumiati, SP.,MP NIDN. 1115078001

POTENSI PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK DARI HASIL FERMENTASI LIMBAH ORGANIK

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

POTENSI PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK DARI HASIL FERMENTASI LIMBAH ORGANIK Nama Mahasiswa : Muh.Iswandi NPM : 14.301020.014 Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T. ABSTRAK Limbah organik pada awalnya tidak memiliki manfaat jika tidak diolah, limbah organik memiliki banyak manfaat selain untuk menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman dapat juga dimanfaatkan menjadi biogas yang energinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pemanfaatan tersebut memiliki nilai ekonomis dan limbah organik dapat di jadikan sumber energi alternatif dengan menggunakan mikroorganisme melalui proses fermentasi. Pada limbah organik yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai microbial fuel cell yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik Microbial Fuel Cell. Sala satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan energi listrik adalah tomat dan wortel yang sudah mebusuk. Dihaluskan dan difermentasi sehingga menghasilkan microba atau bakteri, Bakteri mampu menjadi katalis dan beradaptasi dengan baik terhadap bahan organik berbeda yang terdapat pada limbah lingkungan sehingga menghasilkan electron. Dan pergerakan electron ini yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik.

ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN NILAI TAMBAH PRODUKSI KRIPIK PISANG DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS UKM QOBIDH KELURAHAN KAMPUNG 4)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Susi Susanti. 15.201020.033. 2019. Analisis Break Even Point dan Nilai Tambah Produksi Kripik Pisang di UKM Qobidh di Kota Tarakan (Studi kasus UKM Qobidh Kampung Empat). Dibimbing oleh ibu Nurlela M,SP., M.Si. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa keuntungan dan kerugian yang di terima UKM Qobidh dengan menggunakan analisis break event point dan berapa besar biaya per satu kali produksi, penerimaan dan pendapatan persatu kali produksi, serta nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang. Penelitian ini di lakukan di Kota Tarakan kelurahan kampung 4. Pengambilan data di mulai pada bulan april sampai bulan oktober 2019. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer. Data primer di peroleh melalui wawancara dengan pihak yang bersangkutan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah di siapkan, serta pengamatan langsung di lapangan. Data yang di kumpulkan menyangkut: biaya variabel atau biaya yang jumlah nilai di pengaruhi oleh jumlah produksi kripik pisang adalah biaya bahan baku (pisang) dan biaya tetap terdiri dari: biaya penyusutan peralatan dan biaya lainnya di luar biaya variabel. Biaya penyusutan adalah biaya yang di susutkan perbulan. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) menghitung break even pont produksi (2) menghitung break even point harga (3) menghitung break even point penerimaan dan dapat di lihat pada titik untung atau tidak untung. (4) menghitung nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) BEP produksi kripik pisang sebesar 6,48 kg dimana produksi lebih kecil dari produksi kripik di UKM Qobidh yaitu sebesar 14,08 kg (2) BEP harga sebesar Rp. 97.873 per Kg dimana BEP harga lebih kecil dari harga kripik pisang di UKM Qobidh yaitu Rp.100.000 per Kg (3) BEP penerimaan sebesar Rp. 1.364.834 per bulan lebih kecil dari penerimaan di UKM Qobidh yaitu Rp. 1.400.000 per bulan, dari nilai BEP keseluruhan dapat di katakan UKM Qobidh berada pada titik untung (4) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang di UKM Qobidh yaitu Rp. 46.038 per Kg, artinya untuk setiap per satu kilo kripik pisang dapat memberikan pertambahan nilai sebesar Rp. 46.038

DESAIN SIMULASI INVERTER ON GRID MENGGUNAKAN METODE CURRENT CONTROLLED DENGAN SOFTWARE PSIM

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini melakukan desain simulasi inverter on grid menggunakan metode current controlled dengan software PSIM. Rangkain inverter yang digunakan adalah rangkaian inverter fullbridge dengan sistem kendali menggunakan metode current controlled. Rangkaian filter yang digunakan adalah filter low pass (LC) dengan nilai L adalah 0.0113H dan nilai C adalah 100nF. Rangkaian kendali yang digunakan adalah rangkaian SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Keluaran arus inverter diatur sebesar 6 A (rms) dengan variasi pembebanan dan sudut fasa antara tegangan dan arus berubah. Sudut fasa antara arus dan tegangan berpengaruh terhadap daya yang disuplai inverter ke grid. Pada saat inverter memiliki sudut fasa yang sama dengan grid maka daya yang disuplai sesuai dengan referensi yang diberikan oleh sistem kontrol. Kelebihan daya dari inverter akan disuplai ke grid, begitu pula kekurangan daya akan disuplai dari grid. Pada saat arus inverter lagging 90° dari tegangan maka inverter menyuplai daya reaktif ke sistem dan memkonsumsi daya aktif dari sistem. Daya reaktif yang dikirim ke sistem jauh lebih besar dari daya aktif yang dikonsumsi oleh inverter. Pada saat arus inverter leading 90° dari tegangan maka inverter menyerap baik daya aktif maupun daya reaktif dari sistem. Frekuensi pada sistem konstan dengan nilai 50Hz.

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan) Nama Mahasiswa : Winda Lestari NPM : 14301010004 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Tetapi pada implementasinya beberapa kendala terjadi disebabkan oleh tanah dengan sifat-sifat yang buruk dan kurang menguntungkan, antara lain plastisitas tinggi, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Hal tersebut merupakan sifat yang dimiliki oleh tanah lempung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Berdasarkan klasifikasi USCS sampel tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok OH. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.

EFISIENSI PEMASARAN PETERNAK AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN TARAKAN UTARA

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Broiler chicken meat production in Tarakan City can meet the food needs of the people of Tarakan City. Most breeders in the City of Tarakan breed broiler chickens through a partnership pattern. Marketing efficiency is an important thing with the aim to improve the welfare of farmers. Research Objectives (1) To determine the pattern of broiler chicken marketing channel patterns of partnership in the District of North Tarakan. (2) To analyze the marketing margin of broiler partnership patterns in the North Tarakan District. (3) To analyze Farmer's Share in marketing broiler partnership patterns in North Tarakan District. This research was carried out in the North Tarakan Subdistrict of Tarakan City and was carried out starting from the beginning of July 2019 until the end of July 2019. Determination of the location of the research carried out intentionally (purposive) and the method of collecting data of respondents in this study using the Purposive and Snowball methods. Based on the results of research that has been conducted on the analysis of marketing margin marketing channel patterns and farmer's share of broiler chicken business partnership patterns in the North Tarakan District conclusions that can be drawn based on the researcher's objectives, namely: (1) There is a pattern of broiler chicken marketing channels, namely producers (breeders) - Mitra CV Paguntaka Mitra Sejahtera - retailers - end consumers. (2) Based on the results of the calculation of marketing margins on the marketing channel patterns of broiler chickens in North Tarakan District, the total marketing margin is Rp. 21,697. (3) Based on the results of the calculation of farmer's share in the marketing channel patterns of broiler chickens in the District of North Tarakan obtained farmer's share of less than 50% that is equal to 34.25% with a margin percentage of 65.74% so it can be concluded that the efficiency of marketing broiler chicken partnership patterns in Kecamatan Tarakan Utara is inefficient. However, based on the results of the analysis there are several benefits that can be obtained by farmers in partnership including 1) Chicken prices have been determined or agreed before conducting chicken farming activities so that farmers do not feel worried about the ups and downs of chicken prices. 2) Broiler chicken marketing is guaranteed because there are already partners ready to buy chicken when it is harvested. 3) Breeders only prepare cages, while other saprotans such as seeds, medicines and feed are provided by partner companies (nucleus). 4) By partnering, farmers are provided with knowledge about how to breed properly through training-training conducted by partner companies (core).

PERSEPSI PELAKU USAHA MIKRO AGRIBISNIS TERHADAP PELAYANAN UNIT LAYANAN MODAL MIKRO (ULaMM) PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PNM) KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan bisnis atau usaha yang dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi disuatu derah. Hanya saja masih banyak UMKM yang belum mampu memastikan keberlanjutan usaha yang dijalankan hal ini dikarenakan kurang dukungan dari sisi modal, bimbingan dan pelatihan, sehingga perlunya suatu lembaga pendukung yang mampu mengatasi masalah keuangan yang dihadapi oleh pelaku usahan Salah satu lembaga yang bergerak dibidang pemodalan untuk pelaku usaha mikro adalah Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan (UlaMM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program kerja pada PT. PNM Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan dan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan unit layanan modal mikro kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan Skala Likert dengan lima alternatif jawaban antara lain : (Sangat Tidak Baik (STB): Skor 1), (Tidak Baik (TB) : Skor 2), (Cukup Baik (CB) : Skor 3), (Baik (B): Skor 4), (Sangat Baik (SB): Skor 5). untuk melihat kualitas pelayanan dari unit layanan modal mikro, mengunakan lima parameter yaitu : Tanggible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty. Yang memiliki 4 indikator setiap parameternya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, program kerja yang dilaksanakan PT. PNM Unit Layanan Mikro ini terdiri atas Pembiayaan, bimbingan dan pelatihan. Dari sisi Persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan PT. PNM unit layanan modal mikro Kota Tarakan berada pada kategori baik berdasarkan parameter Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty dengan persentasi 97 % masuk dalam kategori “Baik”.Saran yang dapat diberikan kepada Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) agar lebih mempertimbangkan palaku usaha pertanian budidaya untuk dijadikan nasaba. Unit layanan mdal mikro perlu membuka cabang dibeberapa daerah dan membuat layanan yang berbasis online agar masyarakat mampu mengakses informasi dengan mudah.

ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KERIPIK SINGKONG SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Novella Firsta. 15201020062. 2019. Feasibility analysis of household scale cassava chip agroindustry in the Tarakan City. The guided by Anang Sulistyo S.P., M.P Faculty of Agriculture at Boneo University. We can find food processing agroindustry on household scale cassava chips in the eastern district of Tarakan, which is one of the centers of processed cassava chips in the city Tarakan. There are four producers of processed household cassava chips in the city of Tarakan consiting of Qobidh, Rozee Snack, Kembang Turi and Tiga Dara. The reseach aims to : 1.) Knows the cost, revenues, income and the benefits of household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan. 2.) Know the feasibility of household scale cassava chip agroindustry in the city if Tarakan. Respondents selected were residents of east Tarakan subdistrict who have household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan. The method used in determining the sample is the census method. The research methods use are qualitative and quantitative. The analytical method used to determine the feasibility of household scale cassava chips agroindustry is to calculate the value of R/C ratio, capital productivity an labor productivity. The results of a feasiblity study of household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan namely the prduction cost of Rp. 4.281.153. The revenues of Rp. 7.990.000. Income of Rp. 4.030.083. The profit gained by household scale chips agroindustry is equal to Rp. 3.708.847. It can be conclued that based on the business feasiblity analysis carried out by calculating the R/C ratio, labor productivity that household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan is declared feasible to run.

SELEKSI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN TANAH DAN CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI UPAYA MITIGASI SERANGAN Ganoderma boninense PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J.)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu kendala pada budidaya kelapa sawit yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. beberapa cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitan bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai agens pengendali G. boninense. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi dan purifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit, uji patogenesitas, karakterisasi, aktivitas proteolitik, kelarutan fosfat dan uji antagonisme pada G. boninense. Hasil penelitian diperoleh 4 genus cendawan tanah non patogen yaitu Penicillium, Fusarium, Paecylomices dan Aspergillus. Cendawan endofit non patogen diperoleh 3 genus yaitu Aspergillus, Paecylomices dan Misellia Sterillia. Hasil uji kelarutan fosfat menunjukkan isolat CT3 (Aspergillus) memiliki kemampuan melarukan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 5,12% dan isolat CT10 (Penicillium) melarutkan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 2,98%. Semua isolat non patogen tidak memiliki kemampuan aktivitas proteolitik. Hasil uji antagonisme didapatkan 2 genus cendawan yang memiliki kemampuan dalam menghambat G. boninense yaitu Penicillium dan Fusarium. Hasil uji daya hambat pada genus Penicillium terdapat 2 isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense yaitu isolat CT2 dengan daya hambat 13% dan isolat CT4 dengan daya hambat 36,5% melalui mekanisme kompetisi dan antibiosis. Mekanisme penghambatan kompetisi ditunjukkan oleh 2 isolat yang termasuk dalam genus Fusarium yaitu isolat CT6 dengan daya hambat 35% dan isolat CT7 dengan daya hambat 35%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolat-isolat cendawan yang di dapatkan sebagai bahan formulasi Bio-insectisida yang aman.

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jarin 15201020086. 2020 "Level of Public Knowledge of Mangrove Forest Ecosystems in Mamburungan Village, Tarakan Timur District, Tarakan City" Guided by Etty Wahyuni. Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. Mangrove forests are natural resources in coastal areas that have an important role in terms of social, economic and ecological aspects. Utilization of mangrove ecosystems makes it vulnerable to damage. The purpose of the study are (1) to determine the economic and ecological benefits of mangrove forests obtained by the community of Mamburungan Village (2) To know the level of community knowledge of the Mamburungan Village community to the benefits of mangrove forests (3) To know the level of community knowledge of Mamburungan Village towards the causes of mangrove forest damage (4) To know the level of community knowledge of Mamburungan Village on the preservation of mangrove forests. The method of determining the sample are purposive sampling and sampling quota. Analysis of the data used consisted of descriptive analysis and scoring analysis. The results of data analysis show that (1) The economic benefits that are widely obtained by the community are the use of aquaculture / fishing with a percentage of 76%, and ecological benefits are as a protector of coastal erosion with a percentage of 100%. (2) the level of community knowledge on the economic and ecological benefits of mangrove forests in the understand category with a total score of 2106. (3) The level of community knowledge on the causes of mangrove forest damage is in the understand category with a total score of 1104. (4) The level of community knowledge on the preservation of mangrove forests is in the understand category with a total score of 2114. Conclusions the economic benefits that are widely obtained by the community are the utilization of aquaculture/fishing with a percentage of 76%, and ecological benefits are as protectors of coastal erosion with a percentage of 100%. The level of community knowledge on the preservation of mangrove forests is in the understand category with a total score of 2114. Suggestions for people who are around the area of mangrove forests to continue to maintain and preserve mangrove forests, as a sustainability in order to be utilized

NILAI MANFAAT LANGSUNG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

NILAI MANFAAT LANGSUNG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR ABSTRAK Lahan pertanian merupakan lahan yang diperuntukan untuk kegiatan pertanian, sumberdaya lahan pertanian memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti niilai manfaat langsung mencakup seluruh manfaat sumberdaya alam dan lingkungan yang dapat diperkirakan langsung dari konsumsi dan produksi melalui satuan harga berdasarkan mekanisme pasar. Tujuan penelitian (1) Mengidentifikasi komoditas pertanian yang ada di lahan pertanian Kelurahan Kampung Enam. (2) Mengidentifikasi jenis populasi ternak yang ada di lahan pertanian Kelurahan Kampung Enam. (3) Untuk mengetahui nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian dari komoditas pertanian dan peternakan di Kelurahan Kampung Enam. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 hingga Februari 2020. Metode penentuan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling (secara sengaja), dengan Kriteria responden orang yang memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian dan peternakan di Kelurahan Kampung Enam sebanyak 35 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab tujuan yang pertama dan kedua menggunakan analisis deskriptif dan untuk menjawab tujuan ketiga menggunakan analisis nilai fungsi penghasil pertanian (NFPP). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan (1) Jenis komoditas pertanian di Kelurahan Kampung Enam adalah jenis tanaman hortikultura seperti kangkung, bayam dan sawi. (2) Jenis populasi ternak di Kelurahan Kampung Enam adalah jenis ayam broiler. (3) Nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian untuk komoditas pertanian senilai Rp.15.436.000 dan nilai manfaat langsung dari populasi ternak sebesar Rp.448.000.000 dengan total nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian senilai 436.436.000. Saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya penelitian selanjutnya tentang nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian dan bagaimana pemerintah mempertahankan lahan pertanian di Kelurahan Kampung Enam. Kata kunci : Sumberdaya lahan, nilai manfaat langsung.

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN AYAM BROILER (Gallus domesticus) DI KOTA TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Along with the increasing rate of population growth, improving income levels, increasing the level of public education, the level of population consumption of livestock products has increased, one of which is chicken meat. The people of Tarakan City are one of the biggest chicken meat consumers in North Kalimantan Province, so there are a lot of chicken farms scattered in this area to meet the local people's meat needs. Consumers in buying chicken meat choose to buy from various considerations. This is because consumers experience incompatibility with certain facilities on goods that have been purchased or hear the advantages of other prices. Based on this the researcher wants to find out more about the influence of the marketing mix on consumer decisions in purchasing broiler chicken meat (Gallus domesticus) in Tarakan City. This research aims to: 1). To determine the level of purchasing decisions of broiler chicken meat (Gallus domesticus) in Tarakan City, 2). To find out the influence of the marketing mix of broiler chicken meat (Gallus domesticus) in Tarakan City . The method used in determining the sample of respondents is the Accidental sampling method, with 80 respondents. The dependent variable (Y) in this study is decision making, while the independent variable (X) is, product, price, promotion, and location. The results of this study are: 1). The product variable (X1) has a Sig. = 0.001 0.05, so it can be concluded that the product variables have an influence on consumer decisions in purchasing broiler chickens in the Gusher market and Tenguyun market by considering several things, including the freshness of the chicken, the quality of the chicken, and the packaging of the chicken, 2). The price variable (X2) has a Sig. = 0.087> 0.05 so it can be concluded that the price variable does not affect consumers' decisions in buying broiler chickens in the Gusher market and Tenguyun market, 3). The promotion variable (X3) gets the Sig. = 0.009> 0.05 so it can be concluded that the promotion variable influences consumer decisions in buying broiler chickens in the Gusher and Tenguyun markets, and 4). Location variable (X4) based on the analysis results obtained Sig. = 0.000 0.05 so it can be concluded that the location variable influences consumer decisions in buying broiler chickens in the Gusher and Tenguyun markets.

ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) SNI 2016 DAN ANALISA DILAPANGAN (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Balai Pemasyarakatan Kota Tarakan).

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Produktivitas menggambarkan kemampuan tenaga kerja dalam menyelesaikan suatu kuantitas pekerjaan persatuan waktu. Produktivitas yaitu analisa produktivitas tenaga kerja dalam kaitannya terhadap waktu dan pelaksanaan proyek kontruksi untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja dalam masing-masing proyek. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui perbandingan produktivitas tenaga kerja terhadap Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) SNI 2016 dan analisa dilapangan. 2) Untuk mengetahui nilai perbandingan selisih persentase produktivitas tenaga kerja terhadap Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) SNI 2016 dan analisa dilapangan. dengan menggunakan analisis produktivitas dan data yang digunakan adalah data primer dokumentasi dan pengamatan dilapangan, dimana hal yang diamati adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja, jenis pekerjaan yang dikerjakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa produktivitas tenaga kerja dilapangan cenderung lebih besar dibandingkan dengan standar SNI 2016. serta selisih persentase Pada pekerjaan pondasi, pembesian pondasi 32%, bekisting pondasi 27%, pengecoran pondasi 25%. Pada pekerjaan sloof, pembesian sloof 46%, bekisting sloof 36%, pengecoran sloof 50%. Pada pekerjaan kolom, pembesian kolom 33%, bekisting kolom 37%, pengecoran kolom 50%. Pada pekerjaan balok, pembesian balok 33%, bekisting balok 28%, pengecoran balok 25%.

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN.

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seaweed is one of the potential marine commodities to be developed in coastal areas. To get maximum income, farmers must be able to increase production and reduce production costs. Therefore farmers must be able to use farming inputs efficiently. This study aims: (1) to find out how much the income of seaweed farmers (Eucheuma Cottoni) in the Pantai Amal Village; (2) to analyze the factors that influence the production of seaweed (Eucheuma Cottoni) in Pantai Amal Village; (3) to find out the elasticity of seaweed production (Eucheuma Cottoni) in the Pantai Amal Village. The method used is income analysis, multiple linear regression analysis through the Cobb-Douglas approach and production elasticity. The samples used were 60 seaweed farmers. Determination of the sample using the Sampling Quota. The analysis shows that the total costs incurred by farmers in seaweed farming is Rp. 8,121,768 with revenues of Rp. 19,934,167 so that the income of farmers is Rp. 11,812,399 in one seaweed production. The estimation results of the model show that the variable seed (X1), labor (X2), rope stretch (X3) and experience of farming (X4) significantly influence seaweed production. Seed elasticity value is 0.565, labor elasticity is 0.105, stretch rope elasticity is 0.438 and business experience elasticity is 0.216. These results indicate that Ep 1 (between no and one). So that the seed variables, labor, stretch ropes and farming experience are inelastic. This means that the four variables have not made a major contribution to seaweed production in the Pantai Amal Village of Tarakan City.

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VAR.CILEMBU

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Cilembu sweet potato has a bright prospect because it is increasingly needed as consumption and industrial raw material. To increase production of this variety, a good plant spacing and weeding is needed. This resaech aimed to determine the effect of ideal plant spacing and weeding time on growth and yield of Cilembu sweet potato. The research was carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan from February to April 2019. The method used was randomized block design with 2 factors and 4 replications. The first factor was plant spacing which consisted of three treatments: J1 (20x30 cm), J2 (30x40 cm), and J3 (40x50 cm). the second factor was weeding which consisted of 4 replication: P0 (control or not weeded), P1 (1 time weeding at 15 DAP), P2 (2 times weeding at 15 and 30 DAP), P3 (3 times weeding at 15, 30 and 40 DAP). The result showed that plant spacing did not effect all growth parameters and sweet potato crop production. Whereas weed treatment gives a real influence on the growth of tendrils at 40 and 60 DHP, number of leaves at 40 DAP, stem diameter at 20 and 60 DAP. The intraction of plant spacing and weeding effects the trearment of 20x30 cm without weeding (P0J1) and the treatment of 40x50 cm with three times weeding (P3J3) on swet potato weight at 90 DAP. It is recommended to plant sweet potato ast a space of 20x30 cm without weeding (P0J1) and at 40x50 cm with three times weeding (P3J3).