2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN SINTIA ERLINA HALID SULISTYA RINI PRATIWI, S.E., M.Sc Kota Tarakan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata ±18 meter di atas permukaan laut, terletak pada posisi antara 3°.14’30”–3°.26’37” Lintang Utara dan 117°.30’50”–117°.40’12” Bujur Timur. Luas wilayah Kota Tarakan adalah 657,33 km2 dengan daratan seluas 250,80 km2 dan lautan seluas 406,53 km2. Penelitian ini menggunakan Skala Likert untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT (Strength, Opportunities, Weakness, Threat) untuk mengetahui strategi pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan pendapat dari responden penelitian yaitu masyarakat yang pernah berkunjung ke Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan pada bulan Januari sampai Maret melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek yang terdapat di Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan tersebut yaitu, pengunjung merasa sangat puas terhadap fasilitas mushola dan relief. Selanjutnya pengunjung merasa puas terhadap fasilitas gerbang, area parkir, loket karcis, pagar, tempat sampah, loker, rumah gubuk, kebersihan, dan keamanan. Kemudian pengunjung merasa cukup puas/ netral terhadap fasilitas bangku, tanaman, dan toilet. Selain itu pengunjung merasa tidak puas terhadap fasilitas kolam. Adapun strategi pengembangan yang sebaiknya digunakan dalam pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan adalah strategi WO (Weakness - Opportunity). Strategi ini meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang. Alternatif strategi WO yang telah dirumuskan adalah harga karcis masuk diturunkan atau sama dengan harga karcis objek wisata lain yang serupa, menambah jumlah tempat sampah agar pengunjung balai adat terutama ketika ada kegiatan tidak membuang sampah sembarangan, pengelola secara berkala membersihkan kolam agar semakin menarik pengunjung, pemerintah membuat dan secara aktif mengelola akun media sosial balai adat sebagai ajang promosi, dan pemerintah menyediakan tempat khusus untuk UMKM menjual produk khas Suku Tidung maupun Kota Tarakan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
PENGARUH PENEMPATAN KERJA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) TARAKAN
Yuniar Wahyu Astika
Widyastuti Cahyaningrum, S.E., M.SM
Erick Karunia,S.E.,M.M
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penempatan Kerja dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. PLN (Persero) Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrument pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah pegawai yang berjumlah 66 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel penempatan kerja dan pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
Kata Kunci: Penempatan Kerja, Pengalaman Kerja, Kinerja.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
PERAN GENDER DALAM NIAT BERWIRAUSAHA
(Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Boreno Tarakan)
Rosalina Debiyani
Dr. Syahran, S.E., M.Sc
Penelitian ini bertujuan untuk menguji variable yang terdapat pada Theory of planned behavior yaitu sikap, norma subyektif, dengan menambahkan variable pendidikan kewirausahaan dan variable gender sebagai pemoderasi. Sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 290 mahasiswa. Analisis statistic menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) yang dioperasikan menggunakan Software PLS versi 3.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variable sikap, dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha. Norma subyektif tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha dan Tidak terdapat pengaruh Gender terhadap sikap dalam niat berwirausaha jika gender dijadikan pemoderasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWA PT. INTRACA HUTANI LESTARI DI KABUPATEN TANA TIDUNG PADA MASA PANDEMI COVID-19
Oktaviani
Widyastuti Cahyaningrum, S.E.,M.SM
Erick Karunia, S.E.,M.M
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Intraca Hutani Lestari di Kabupaten Tana Tidung Pada Masa Pandemi Covid-19. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrument pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Intraca Hutani Lestari di Kabupaten Tana Tidung yang berjumlah 50 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi program SPSS versi . 16.0. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel beban kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang artinya semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan, dikarenakan kondisi pandemi saat ini tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dan dikordinasikan secara online, perusahaan memiliki proses bisnis dilapangan dan beberapa pekerjaan karyawan harus hadir di kantor diwaktu-waktu tertentu. Sedangkan variabel stress kerja tidak memiliki pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan PT. Intraca Hutani Lestari karyawan dalam kondisi stress ataupun tidak karyawan mampu tetap bekerja dengan baik sesuai dengan standar kinerja yang ditetapkan perusahaan, hal ini menunjukan bahwa karyawan yang memiliki stress kerja yang tinggi tidak mempengaruhi kinerja ataupun sebaliknya.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil uji beda dari tingkat implementasi shift kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode polling atau kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel shift kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan. Adapun Hasil Uji Beda dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan Shift kerja antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas juata Permai, Namun terdapat perbedaan pada tingkat Stres kerja dan Lingkungan kerja antara pegawai Puskesmas Pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil uji beda dari tingkat implementasi shift kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode polling atau kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel shift kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan. Adapun Hasil Uji Beda dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan Shift kerja antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas juata Permai, Namun terdapat perbedaan pada tingkat Stres kerja dan Lingkungan kerja antara pegawai Puskesmas Pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil uji beda dari tingkat implementasi shift kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode polling atau kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel shift kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan. Adapun Hasil Uji Beda dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan Shift kerja antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas juata Permai, Namun terdapat perbedaan pada tingkat Stres kerja dan Lingkungan kerja antara pegawai Puskesmas Pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Pengaruh Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja dan Pemberian Motivasi Terhadap Prestasi Kerja di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus Tarakan
Selvia Edi Yanti
(Nurul Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan, lingkungan, dan motivasi terhadap prestasi kerja di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus Tarakan. Penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu kepuasan kerja, lingkungan kerja dan pemberian motivasi sebagai variabel bebas, dan prestasi kerja sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan lapangan dari PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala interval 1 sampai 5 dengan penyebaran kusioner sebanyak 57 responden. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan model regresi berganda dengan uji t yang dibantu oleh program SPSS dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja serta pemberian motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja.
Kata kunci: Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja, Pemberian Motivasi, Prestasi Kerja, PT. PLN (Persero)
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting, mengingat manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan dasar harga jual produk yang akan disajikan untuk laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) menghitung harga pokok produksi keripik singkong di UKM Qobidh menggunakan metode full costing. 2) menganalisis perkiraan keuntungan produksi keripik singkong yang diperoleh dari selisih harga pokok produksi dan harga jual produk di UKM Qobidh. 3) menganalisis berapa harga jual produk keripik di UKM Qobidh dengan metode cost plus pricing. Penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling yang merupakaan teknik pengambilan sampel secara acak. Informasi data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara dengan pemilik UKM Qobidh. Hasil penelitian diperoleh bahwa Harga Pokok Produksi (HPP) keripik singkong dengan metode full costing sebesar Rp. 16.450,75 per bungkus (250 gram). Harga jual keripik singkong di UKM Qobidh sebesar Rp. 20.000 per 250 gram sehingga perkiraan keuntungan yang diperoleh dari selisih Harga Pokok Produksi (HPP) dengan harga jual produk kripik singkong di UKM Qobidh sebesar Rp. 3.549,25 per 250 gram. Harga jual produk singkong menggunakan metode cost plus pricing dengan mark up 20% adalah sebesar Rp. 19.741 per 250 gram atau per bungkus.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Usaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal terdiri dari dua teknik yaitu teknik budidaya dan alat pukat. Masing-masing teknik memiliki risiko dan kontribusi yang berbeda dalam keuntungan petani dikarenakan input produksi yang digunakan juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Menganalisis dan membandingan biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat 2) Menganalisis dan membandingan risiko usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat. Penentuan jumlah responden menggunakan metode Slovin dan pemilihan responden dengan metode purposive sampling. Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan di analisis dengan analisis keuntungan sedangkan untuk mengukur tingkat risiko usaha menggunakan alat analisis koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani rumput laut teknik alat pukat lebih besar dibandingkan dengan usahatani rumput laut teknik budidaya dengan biaya masing-masing sebesar Rp 20.834.936 dan Rp 11.445.627 penerimaan masing-masing sebesar Rp 41.996.212 dan Rp 15.018.181, sedangkan keuntungan masing-masing sebesar Rp 21.152.276 dan Rp 3.572.555. Usaha rumput laut teknik pukat memiliki risiko biaya dan risiko keuntungan lebih rendah dibandingkan dengan usaha rumput laut teknik budidaya dengan besar nilai koefisien variasi (CV) masing-masing sebesar 0,02 dan 0,03, risiko penerimaan usahatani rumput laut teknik pukat dan teknik budidaya sama yaitu 0,05, untuk risiko keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya lebih tinggi dari pada teknik pukat yaitu masing-masing 0,15 dan 0,09.
Kata Kunci : Keuntungan, Risiko Usaha, Usaha Rumput Laut
ABSTRACT
The seaweed business in the Pantai Amal Village was carried out using two techniques, namely cultivation and trawler techniques. Each technique had different risks and contributions to the profits of farmers because the production inputs used were also different. This study aimed to: (I) analyze and compare the costs, revenues, and profits of seaweed farming by cultivation and trawler techniques; (2) analyze and compare the risks of the two seaweed farming techniques. Number of respondents was determined using the Slovin method and selection of respondents was done using a purposive sampling method. The amount of costs, revenues, and profits were analyzed using profit analysis and level of business risk was measured using a coefiicient of variation (CV) analysis tool. The results showed that the costs, receipts, and profits of seaweed farming using trawl techniques were greater than that of seaweed farming with cultivation techniques, with the costs Rp 20,834,936, and Rp 11,445,627 respectively, the receipts Rp41,996,212 and Rp 15,018,181 respectively, and the profits Rp21,152,276 and Rp3,572,555 respectively. Trawl seaweed business had lower cost and profit risks than cultivation seaweed business, with a variation coefficient value (CV) respectively 0.02 and 0.03. The risk of seaweed farming using trawl and cultivation techniques was the same, namely 0.05. The profit risk of using cultivation techniques was higher than using trawling techniques, namely 0.15 and 0.09, respectively.
Keywords: Profit, Business Risk, Seaweed Business
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS RISIKO HARGA KOMODITI JAGUNG MANIS (Zea Mays L Saccharata Sturt) DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN
Abstrak
Fluktuasi harga adalah salah satu risiko yang harus dihadapi petani dalam pemasaran hasil usahatani. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi risiko harga berdasarkan tingkat risiko yang dihadapi petani. Penelitian risiko harga jagung manis (Zea Mays L Saccharata Sturt) di Kelurahan Juata Laut bertujuan untuk, (1) mengetahui tingkat risiko harga komoditi jagung manis di Kelurahan Juata Laut; (2) mengetahui strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko harga komoditi jagung manis di Kelurahan Juata Laut. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 50 orang petani jagung manis di Kelurahan Juata Laut. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis risiko harga (CV) dan analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini, tingkat risiko harga jagung manis CV = 0,270 < 0,5 yang berarti risiko kecil yang dihadapi petani jagung manis di kelurahan Juata Laut dengan penjelasan bahwa risiko harga yang dihadapi petani jagung manis di Kelurahan Juata Laut adalah 27% dan harga rata-rata jagung manis yaitu sebesar Rp. 956/kg, sehingga harga setelah risiko yang dihadapi adalah sebesar Rp. 2.586/k. Strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko harga jagung manis jika risiko harga tinggi adalah dengan cara melakukan pola tanam, mengaktifkan dan mengefektifkan peran kelembagaan kelompok tani, melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap masuknya jagung manis dari luar Tarakan, melakukan diversifikasi tanaman, rotasi tanam dan sistem kontrak.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT (Sea Weed) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR
Abstrak
Rumput laut (Sea weed) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler divisi thallophyta. Komoditas rumput laut merupakan komoditas penting dalam perekonomian indonesia. Arti penting tersebut karena komoditas rumput laut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia serta rumput laut merupakan sumber daya lokal yang banyak dihasilkan yang juga menjadi sumber penghasilan sebagian besar penduduk yang tinggal di pesisir pantai di kota Tarakan. Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur menjadi salah satu daerah pengembangan budidaya rumput laut yang strategis karena memiliki daerah pesisir yang luas lautnya 250,80 km². Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal; (2) pendapatan usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal; (3) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal. Metode penentuan sampel Purposive sampling dengan responden 30 petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis biaya dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa Karakteristik usaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal meliputi modal, lokasi usaha, sumber daya manusia, akses perbankan, izin usaha dan daerah operasi regional dan nasional; rata-rata pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur sebesar Rp. 4.649.369 / produksi; berdasarkan hasil Uji t diperoleh bahwa variabel biaya bibit (X1) (sig 0.003), biaya peralatan (X2)(sig 0.034) dan penerimaan (X4) (sig 0.000)berpengaruh terhadap pendapatan sedangkan variabel panjang tali (X3)(sig 0.598) tidak berpengaruh. Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap pendapatan adalah penerimaan. Berdasarkan Uji F diperoleh bahwa variabel independen (biaya bibit, biaya peralatan, panjang tali dan penerimaan) secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi variabel dependen (pendapatan) hal ini ditunjukkan oleh nilai sig sebesar 0.000 < 0.05
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) PADA RUMAH TANGGA KONSUMEN DI KOTA TARAKAN.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
KAJIAN KUALITAS MATERI PENYULUHAN PERTANIAN
PADA KELOMPOK CAHAYA TANI DI KOTA TARAKAN
Abstrak
Kualitas materi penyuluhan ditunjang oleh kemampuan dan keterampilan penyuluh yang akan berpengaruh kepada penerima manfaat nantinya. Peneltian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kajian kualitas materi penyuluhan pertanian. Pertama, bagaimana deskripsi kualitas materi penyuluhan pertanian pada kelompok Cahaya Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara ? Kedua, bagaimana deskripsi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas materi penyuluhan pertanian pada Kelompok Cayaha Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentu sampel purposive sampling Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) terwujudnya kualitas materi penyuluhan maka harus tersampaikan mengenai ragam materi penyuluhan yang meliputi pesan ideologis dan informatif, pokok-pokok bahasan yang meliputi ilmu budidaya pertanian, ilmu ekonomi pertanian, ilmu pengelolaan rumah tangga tani, pelembagaan petani serta politik pembangunan pertanian, sumber materi dapat diperoleh melalui sumber resmi pemerintahan, pengalaman petani, sumber, informasi dari publikasi seperti buku jurnal media masa, majalah dan sumber lain yang dapat dipercaya. Sifat-sifat materi penyuluhan dapat di bedakan mengenai berisi pemecahan yang sedang dihadapi para petani, yang berisi petunjuk dan rekomendasi sedangkan materi yang bersifat instrumental untuk pemilihan materi sebagai penyuluh harus mengetahui materi yang sangat pokok dan materi penunjang. (2) hasil dari faktor kualitas materi penyuluhan yaitu yang tidak menguntungkan 70.37% dari segi biaya yang tidak terjangkau 74.07%, tingkat kerumitan/Kesederhanaan 81.48%, tidak sesuai lingkungan fisik 70.37 %, tidak sesuai lingkungan budaya 70.37% tidak mudahnya dikomunikasi 100% penghematan tenaga kerja dan waktu sangat efisien 66.67% Untuk terwujudnya hasil yang sempurna maka sebaiknya penyuluh lebih sigap lagi dalam hal ini agar kualitas materi penyuluhan pertanian tercapai dan dari segi faktor kualitas materi penyuluhan dapat menguntungkan atau menunjang para petani yang di kelompok Cahaya Tani tersebut, dengan hal ini maka petani juga juga harus mampu mengadopsi inovasi yang disampaikan serta lebih berpartisipasi lagi atas apa yang telah di sarankan oleh penyuluh sehingga apa yang diharapkan tercapai, dalam hal ini juga perlu adanya perhatian khusus dari instansi terkait seperti dinas pertanian jika dari pihak pemerintah, penyuluh, atau pun kelompok tani saling berkesinambungan maka apa yang diharapkan dapat tercapai.
Kata Kunci : Kualitas Materi, Penyuluhan Pertanian, Kelompok Tani
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produsen sawi terbesar di Kota Tarakan berada di Kelurahan Kampung Enam. Produsen atau petani sawi di Kelurahan Kampung Enam merupakan petani etnis Toraja. Metode budidaya tanaman yang mereka lakukan berasaskan kearifan lokal yang dimiliki. Kegiatan budidaya sawi petani Etnis Toraja dilakukan juga oleh petani lainnya maka dalam penelitian ini usahatani sawi petani etnis Toraja dibandingkan dengan kegiatan usahatani petani Etnis Jawa yang sebagian besar juga melakukan kegiatan pertanian di Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui teknis, adat-istiadat/kebiasaan dan pendapatan usahatani sawi petani Etnis Toraja dan petani Etnis Jawa. Metode penentuan sampel yaitu menggunakan metode Snowball Sampling dan Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis pendapatan. Hasil peneitian ini menjelaskan beberapa perbedaan dari penggunaan waktu pengolahan lahan Etnis Toraja yang membutuhkan waktu 4 jam sedangkan Etnis Jawa 5 jam. Penanaman Etnis Toraja melakukan semai terlebih dahulu sedangkan Etnis Jawa sebagian melakukan semai dan sebagian tidak. Pemeliharaan pada petani Etnis Toraja ini menggunakan pupuk udang sedangkan petani Etnis Jawa menggunakan pupuk kandang, pupuk ponska dan pupuk Mutiara. Adapaun Adat-istiadat dalam usahatani sawi pada petani Etnis Toraja yaitu ada aturan yang tidak boleh dilanggar pada saat pemanenan yang telah disepakati bersama, sedangkan pada petani Etnis Jawa memiliki kebiasaan menentukan hari yang baik untuk menanam dengan cara duduk diam diruangan sunyi pada malam hari jum’at dan menggunakan buku primbon sehingga mendapat wasiat. Pendapatan rata-rata petani Etnis Toraja dan Etnis Jawa jika diasumsikan luasan lahan yang sama yaitu 1 ha, maka usahatani sawi pada petani Etnis Toraja yaitu Rp 85.371.389 per musim tanam sedangkan usahatani sawi pada petani Etnis Jawa yaitu Rp.91.587143 per musim tanam.
The largest mustard farm in Tarakan City is located in Kampung Enam village. Most of the mustard farmers in Kampung Enam Village are Toraja farmers. Their method of cultivating plants is based on local wisdom. Because the cultivation of mustard of Toraja farmers bas been adopted by other farmers, this study compared the mustard farming between Toraja and Javanese farmers who mostly also carry out agricultural activities in Tarakan City. The purpose of this study was to determine the technicalities, custom/habits, and income of the Toraja and Javanese mustard farmers. The samples were determined using the Snowball Sampling method and the data were analyzed using qualitative desctiptive analysis and income analysis. This study found some differences in the use of land processing time, while the Toraja farmers needed 4 hours, the Javanese farmers took 5 hours. Planting by the Toraja farmers was done by seeding first, and the Javaaese farmers partly do seedlings and some did not. For maintenance, while the Toraja farmers used shrimp fertilizer, the Javanese farmers used manure, ponska fertilizer and mutiara fertilizer. Related to cutoms, while in Toraja agriculture the rules agreed upon at the time of harvest should not be violated, the javanese farmers have the habit of determining a good day to plant by sitting quietly in a quiet room on Friday night, and using Primbon books to get a will. Regarding income, assumsing the same land area was 1 ha, while the Toraja farmers got IDR 85,371,389 per planting season, the Javanese farmers got IDR 91,587,143 per planting season.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemanfaatan dan perbaikan tanah marginal salah satunya melalui upaya peningkatan pada lingkungan marginal dengan menggunakan media tanam dan pemberian pupuk organik cair (POC). Tanaman pakis memiliki daya lapuk yang relatif lebih aman dan terjadi secara perlahan, sementara serbuk kayu mempunyai kapasitas pegang air sangat baik. Kulit pisang mengandung unsur P, K, Ca, Mg, Na, Zn. Penelitian ini menggunakan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Faktor pertama jenis media yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu M0 : tanah + kotoran ayam (2:1), M1 : tanah + kotoran ayam + akar pakis (1:1:1), M2 : tanah + kotoran ayam + serbuk kayu (1:1:1). Faktor kedua terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: P1 : 100 ml/ liter air, P2 : 150 ml/ liter air, P3 : 200 ml/ liter air. Data yang diperoleh dilakukan uji anova, data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam akar pakis maupun serbuk kayu dengan perbandingsn media M2 ( tanah + serbuk kayu + kotoran ayam (1:1:1)) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan. Aplikasi pupuk organic cair (POC) kulit pisang konsentrasi P2 (150 ml/liter air) meningkatkan pertumbuhan dan produksi. Interaksi M2P2 ((tanah + serbuk kayu + kotoran ayam) + (100 ml/lier air)) menghasilkan kapsul terbanyak sejumlah 258,89/pohon. Sedangkan interaksi M2P3 ((tanah + serbuk kayu + kotoran ayam) + (200 ml/lier air)) menghasilkan biji terberat sebesar 1,24 gram/kapsul.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan