Abstrak
Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemanfaatan dan perbaikan tanah marginal salah satunya melalui upaya peningkatan pada lingkungan marginal dengan menggunakan media tanam dan pemberian pupuk organik cair (POC). Tanaman pakis memiliki daya lapuk yang relatif lebih aman dan terjadi secara perlahan, sementara serbuk kayu mempunyai kapasitas pegang air sangat baik. Kulit pisang mengandung unsur P, K, Ca, Mg, Na, Zn. Penelitian ini menggunakan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Faktor pertama jenis media yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu M0 : tanah + kotoran ayam (2:1), M1 : tanah + kotoran ayam + akar pakis (1:1:1), M2 : tanah + kotoran ayam + serbuk kayu (1:1:1). Faktor kedua terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: P1 : 100 ml/ liter air, P2 : 150 ml/ liter air, P3 : 200 ml/ liter air. Data yang diperoleh dilakukan uji anova, data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam akar pakis maupun serbuk kayu dengan perbandingsn media M2 ( tanah + serbuk kayu + kotoran ayam (1:1:1)) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan. Aplikasi pupuk organic cair (POC) kulit pisang konsentrasi P2 (150 ml/liter air) meningkatkan pertumbuhan dan produksi. Interaksi M2P2 ((tanah + serbuk kayu + kotoran ayam) + (100 ml/lier air)) menghasilkan kapsul terbanyak sejumlah 258,89/pohon. Sedangkan interaksi M2P3 ((tanah + serbuk kayu + kotoran ayam) + (200 ml/lier air)) menghasilkan biji terberat sebesar 1,24 gram/kapsul.