Pengelolaan Dan Komposisi Gulma Pada Areal Budidaya Tanaman Padi Di Pulau Tarakan
Pengelolaan gulma dilakukan dengan cara kultur tehnis, fisik/mekanis, biologi, dan kimia. Selain itu, pengendalian tersebut juga didukung oleh informasi tentang komposisi gulma di areal budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta komposisi gulma yang ada di areal budidaya tanaman padi di Pulau Tarakan. Penelitian dilaksanakan di wilayah Mamburungan, Mamburungan Timur, dan Tanjung Pasir. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm sebanyak 20 titik/kuadrat per lokasi yang diambil sebanyak 3 (tiga) kali. Metode wawancara dan penggunaan kuisioner digunakan untuk mengetahui pengelolaan gulma pada masing-masing areal budidaya tanaman padi. Komposisi gulma dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi gulma yang meliputi, nilai SDR (Sum Dominance Ratio), indeks kekayaan spesies (R), indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H), indeks kemerataan (E), dan Indeks kesamaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies gulma yang tergolong ke dalam 9 famili. Spesies Monochoria vaginalis memiliki nilai SDR tertinggi di Mamburungan (32,7), dan Mamburungan Timur (35,9), sedangkan di Tanjung Pasir spesies Fimbristylis littoralis (32,0). Indeks kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (R=1,04; H’=1,34; E=0,61), Mamburungan (R=1,49; H’=1,64; E=0,64), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (R=0,81; H’=1,36; E=0,70). Lokasi Mamburungan dan Tanjung pasir memiliki indeks kesamaan tertinggi yaitu sebesar 70 %, sedangkan indeks terendah pada lokasi Mamburungan dengan Mamburungan Timur yakni 55%. Pengelolaan gulma pada lokasi Mamburungan dilakukan dengan cara setelah padi dipanen lahan dibajak lalu dibiarkan, mendekati masa tanam lahan dibajak kembali, kemudian penyemprotan dilakukan sebanyak 1 kali dan penyiangan 2 kali. Sedangkan pada daerah Mamburungan Timur dan Tanjung Pasir setelah panen lahan dibiarkan, mendekati masa tanam lahan baru akan diolah kembali, kemudian penyemprotan sebanyak 2 kali dan tidak dilakukan penyiangan.