Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NIKMAH

6 karya publik ditemukan.

2025: 12024: 32021: 2

PENGEMBANGAN MEDIA TUBOKAS (TUTUP BOTOL BEKAS) UNTUK MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SDN UTAMA 1 TARAKAN

2025 · Book ·

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran tubokas (tutup botol bekas) yang tervalidasi oleh ahli media, ahli bahasa, ahli materi, dan praktisi, selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan daya Tarik media pembelajaran TUBOKAS (tutup botol bekas). Metodologi penilitian menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima fase: analisis (Analys), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implement), evaluasi (Evaluate). Hasil validasi media sebesar 88%, ahli materi 80%, ahli bahasa 84%, dan praktisi 80%. Pengujian para ahli di bidang media, materi, bahasa dan praktik menunjukan bahwa media pembelajaran tubokas (tutup botol bekas), layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil survei ketertarikan siswa pada uji coba terbatas adalah 84,5% dan hasil uji coba lapangan adalah 90,8%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukan bahwa siswa tertarik terhadap media pembelajaran tubokas

PENGEMBANGAN MEDIA TUBOKAS (TUTUP BOTOL BEKAS) UNTUK MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1-B SDN UTAMA 1 TARAKAN

2024 · Thesis ·

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran tubokas (tutup botol bekas) yang tervalidasi oleh ahli media, ahli bahasa, ahli materi, dan praktisi, selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan daya Tarik media pembelajaran TUBOKAS (tutup botol bekas). Metodologi penilitian menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima fase: analisis (Analys), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implement), evaluasi (Evaluate). Hasil validasi media sebesar 88%, ahli materi 80%, ahli bahasa 84%, dan praktisi 80%. Pengujian para ahli di bidang media, materi, bahasa dan praktik menunjukan bahwa media pembelajaran tubokas (tutup botol bekas), layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil survei ketertarikan siswa pada uji coba terbatas adalah 84,5% dan hasil uji coba lapangan adalah 90,8%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukan bahwa siswa tertarik terhadap media pembelajaran tubokas

PENGARUH PENGGUNAAN BOBOT YANG BERBEDA TERHADAP PERCEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Faktor-faktor yang berperan dalam proses moulting kepiting bakau terdiri dari faktor eksternal dan faktor interal. Faktor eksternal yang digunakan yang dapat digunakan dalam budi daya kepiting bakau adalah penambahan hormon. Formula oil crab mengandung hormon dapat merangsang tubuh kepiting bakau melakukan pergantian kulit atau moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot kepiting yang optimal untuk budidaya kepiting soka/ moulting dengan penambahan formulas oil crab. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulagan. Perlakuan 1 (kontrol) dengan bobot 70-80 gr, perlakuan 2 dengan bobot 80-90gr, perlakuan 3 dengan bobot 90-100gr, dan perlakuan 4 dengan bobot 101-110gr dengan menggunakan metode penambahan formulasi oil crab dengan dosis 0,1 mg/ekor. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan moulting terbaik terdapat pada perlakuan 3 yakni 80%, sedangkan presentase moulting terendah terdapat pada perlakuan 2 yakni 0% atau tidak ada yang moulting selama waktu penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan percepatan waktu moulting didapatkan bahwa perlakuan 3 memiliki waktu tercepat di bandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sekitar 19 hari. Selanjutnya secara berurutan pada perlakuan 1 sekitar 23 hari dan perlakuan 4 sekitar 24 hari. Sedangkan perlakuan 2 tidak ada yang moulting. Berdasarkan pemeliharaan selama 30 hari, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) S. serrata sebesar 100% untuk perlakuan 1, 3, dan 4. Kelangsungan hidup kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari, diperoleh hasil tertinggi 100% dan yang rendah 80%. Berdasarkan hasil uji Anova bahwa perlakuan perbedaan bobot kepiting menunjukkan perbedaan yang nyata (P0,05) pada presensate moulting kepiting antar perlakuan namun tidak berbeda nyata (P>0,05) pada percepatan moulting dan kelangsungan hidup kepiting. Data kualitas air selama penelitian suhu berkisar 24-35 oC, Do 4,7-6,5 mg/L, Salinitas 10-15 ppt dan pH 5-6.

PENGARUH PENGGUNAAN BOBOT YANG BERBEDA TERHADAP PERCEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faktor-faktor yang berperan dalam proses moulting kepiting bakau terdiri dari faktor eksternal dan faktor interal. Faktor eksternal yang digunakan yang dapat digunakan dalam budi daya kepiting bakau adalah penambahan hormon. Formula oil crab mengandung hormon dapat merangsang tubuh kepiting bakau melakukan pergantian kulit atau moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot kepiting yang optimal untuk budidaya kepiting soka/ moulting dengan penambahan formulas oil crab. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulagan. Perlakuan 1 (kontrol) dengan bobot 70-80 gr, perlakuan 2 dengan bobot 80-90gr, perlakuan 3 dengan bobot 90-100gr, dan perlakuan 4 dengan bobot 101-110gr dengan menggunakan metode penambahan formulasi oil crab dengan dosis 0,1 mg/ekor. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan moulting terbaik terdapat pada perlakuan 3 yakni 80%, sedangkan presentase moulting terendah terdapat pada perlakuan 2 yakni 0% atau tidak ada yang moulting selama waktu penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan percepatan waktu moulting didapatkan bahwa perlakuan 3 memiliki waktu tercepat di bandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sekitar 19 hari. Selanjutnya secara berurutan pada perlakuan 1 sekitar 23 hari dan perlakuan 4 sekitar 24 hari. Sedangkan perlakuan 2 tidak ada yang moulting. Berdasarkan pemeliharaan selama 30 hari, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) S. serrata sebesar 100% untuk perlakuan 1, 3, dan 4. Kelangsungan hidup kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari, diperoleh hasil tertinggi 100% dan yang rendah 80%. Berdasarkan hasil uji Anova bahwa perlakuan perbedaan bobot kepiting menunjukkan perbedaan yang nyata (P0,05) pada presensate moulting kepiting antar perlakuan namun tidak berbeda nyata (P>0,05) pada percepatan moulting dan kelangsungan hidup kepiting. Data kualitas air selama penelitian suhu berkisar 24-35 oC, Do 4,7-6,5 mg/L, Salinitas 10-15 ppt dan pH 5-6.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPERHENSIFPADA NY.R DI PUSKEMAS SEBENGKOK

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan fisiologi. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan, oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi maslah tersebut yaitu dengan adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Pengkajian dilakukan pada Ny. R G3P2A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali di Puskesmas Sebengkok. Kunjungan Awal yang dilakukan Ny. R G3P2A0 pada kehamilan Trimester III ,pada tanggal 19 Maret 2021 pada usia kehamilan 35 minggu 4 hari . Kunjungan ulang dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu 3 hari. Asuhan yang diberikan meliputi memberikan konseling pemenuhan nutrisi, pengenalan tanda bahaya kehamilan, ketidaknyamanan TM III, persiapan persalinan dan tanda mulanya persalinan. Ibu bersalin pada tanggal 19 April 2021, kala I berlangsung kurang lebih 8 jam, kala II berlangsung kurang lebih 5 menit, kala III berlangsung kurang lebih 7 menit dan kala IV berlangsung 2 jam. Asuhan yang diberikan meliputi prinsip asuhan sayang ibu, asuhan masa nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada 6 jam. Asuhan pada masa nifas memberikan motivasi ibu dalam pemberian ASI dan pemantauan involusi uterus. Asuhan pada bayi baru lahir difokuskan pada pemberian ASI, mempertahankan suhu tubuh dan perawatan tali pusat. Secara keseluruhan konsidi Ny. R pada masa kehamilan, persalinan, nifas termasuk bayi baru lahir dalma keadaan normal, tidak mengalami komplikasi dalam proses asuhan serta tidak ada tanda dan gejala yang mengindikasi adanya faktor resiko.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPERHENSIFPADA NY.R DI PUSKEMAS SEBENGKOK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan fisiologi. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan, oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi maslah tersebut yaitu dengan adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Pengkajian dilakukan pada Ny. R G3P2A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali di Puskesmas Sebengkok. Kunjungan Awal yang dilakukan Ny. R G3P2A0 pada kehamilan Trimester III ,pada tanggal 19 Maret 2021 pada usia kehamilan 35 minggu 4 hari . Kunjungan ulang dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu 3 hari. Asuhan yang diberikan meliputi memberikan konseling pemenuhan nutrisi, pengenalan tanda bahaya kehamilan, ketidaknyamanan TM III, persiapan persalinan dan tanda mulanya persalinan. Ibu bersalin pada tanggal 19 April 2021, kala I berlangsung kurang lebih 8 jam, kala II berlangsung kurang lebih 5 menit, kala III berlangsung kurang lebih 7 menit dan kala IV berlangsung 2 jam. Asuhan yang diberikan meliputi prinsip asuhan sayang ibu, asuhan masa nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada 6 jam. Asuhan pada masa nifas memberikan motivasi ibu dalam pemberian ASI dan pemantauan involusi uterus. Asuhan pada bayi baru lahir difokuskan pada pemberian ASI, mempertahankan suhu tubuh dan perawatan tali pusat. Secara keseluruhan konsidi Ny. R pada masa kehamilan, persalinan, nifas termasuk bayi baru lahir dalma keadaan normal, tidak mengalami komplikasi dalam proses asuhan serta tidak ada tanda dan gejala yang mengindikasi adanya faktor resiko.