2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan terkait kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan penyelesaian soal cerita matematika dengan materi operasi pecahan berdasarkan penggunaan prosedur polya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi operasi pecahan dengan menggunakan prosedur polya yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 22 siswa kelas V-A menjadi partisipasi dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait operasi pecahan yang kemudian peneliti mengelompokkan 22 siswa kelas V-A ke dalam tiga kategori kemampuan yaitu, kategori tinggi, sedang dan rendah. Kemudian peneliti memilih maksimal 6 siswa yang dipilih secara acak menjadi 2 siswa kategori tinggi, 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek dengan kategori tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur polya, Namun subjek kategori tinggi kurang berhati-hati dalam menyelesaikan satu soal cerita; (2) subjek dengan kategori sedang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita pada tahapan melaksanakan rencana dan melihat kembali berdasarkan prosedur polya, karena belum mampu menyelesaikan soal operasi pecahan yang memiliki penyebut yang berbeda; (3) subjek dengan kategori rendah melakukan kesalahan pada semua tahapan prosedur polya, karena masih kesulitan memahami masalah yang diberikan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan terkait kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan penyelesaian soal cerita matematika dengan materi operasi pecahan berdasarkan penggunaan prosedur polya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi operasi pecahan dengan menggunakan prosedur polya yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 22 siswa kelas V-A menjadi partisipasi dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait operasi pecahan yang kemudian peneliti mengelompokkan 22 siswa kelas V-A ke dalam tiga kategori kemampuan yaitu, kategori tinggi, sedang dan rendah. Kemudian peneliti memilih maksimal 6 siswa yang dipilih secara acak menjadi 2 siswa kategori tinggi, 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek dengan kategori tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur polya, Namun subjek kategori tinggi kurang berhati-hati dalam menyelesaikan satu soal cerita; (2) subjek dengan kategori sedang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita pada tahapan melaksanakan rencana dan melihat kembali berdasarkan prosedur polya, karena belum mampu menyelesaikan soal operasi pecahan yang memiliki penyebut yang berbeda; (3) subjek dengan kategori rendah melakukan kesalahan pada semua tahapan prosedur polya, karena masih kesulitan memahami masalah yang diberikan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model Teams Games Tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa kelas III.A SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model teams games tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa kelas III.A SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III.A SDN 032 Tarakan telah menerapkan model teams games tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa yaitu tahap pertama penyajian kelas tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas visual dan aktivitas mendengar. Tahap kedua belajar dalam kelompok tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas lisan, aktivitas menulis, aktivitas motorik dan aktivitas mental. Tahap ketiga permainan tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas lisan, aktivitas motorik, dan aktivitas emosional. Tahap keempat turnamen tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas mental. Tahap kelima penghargaan kelompok tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas emosional.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model Teams Games Tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa kelas III.A SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model teams games tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa kelas III.A SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III.A SDN 032 Tarakan telah menerapkan model teams games tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa yaitu tahap pertama penyajian kelas tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas visual dan aktivitas mendengar. Tahap kedua belajar dalam kelompok tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas lisan, aktivitas menulis, aktivitas motorik dan aktivitas mental. Tahap ketiga permainan tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas lisan, aktivitas motorik, dan aktivitas emosional. Tahap keempat turnamen tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas mental. Tahap kelima penghargaan kelompok tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas emosional.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERITA RAKYAT SUKU BULUNGAN KALIMANTAN UTARA DALAM BUKU HIKAYAT DATOE LANCANG PUTRI KAYAN (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat suku Bulungan Kalimantan Utara dalam buku Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan karya Dt. Iskandar Zulkarnaen yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh penerbit Pustaka Spirit dengan jumlah 92 halaman. Data dalam penelitian ini berupa nilai pendidikan karakter cerita rakyat suku Bulungan Kalimantan Utara dalam Buku Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan ditinjau secara sosiologi sastra. Data diperoleh dengan menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Artinya, peneliti membaca teks cerita Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan secara keseluruhan dan mencari data yang mengandung nilai pendidikan karakter, kemudian membuat klarifikasi data berdasarkan indikator yang dibuat. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan menginterpretasikan data tersebut dan terakhir membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Cerita Rakyat Suku Bulungan Kalimantan Utara dalam Buku Hikayat Datoe Lancang-Putri Kayan ditemukan 40 data, Nilai Pendidikan Karakter berdasarkan klarifikasi diantaranya: Nilai Pendidikan Karakter Religius 10 data, Nilai Pendidikan Karakter Kerja Keras 9 data, Nilai Pendidikan Karakter Kreatif 5 data, Nilai Pendidikan Karakter Mandiri 2 data, Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan 7 data, dan Nilai Pendidikan Karakter Tanggung Jawab 7 data. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan adalah nilai pendidikan religius yaitu sikap dan prilaku yang menunjukan patuh terhadap ajaran agama yang dianut dan dapat bertoleransi dengan agama lain dan nilai pendidikan karakter yang tidak dominan adalah nilai pendidikan karakter mandiri yaitu merupakan sikap dan perilaku yang tidak ingin bergantung pada orang lain dalam menuntaskan tugas-tugas dan permasalahan.
2022 · Thesis ·
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERITA RAKYAT SUKU BULUNGAN KALIMANTAN UTARA DALAM BUKU HIKAYAT DATOE LANCANG PUTRI KAYAN (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat suku Bulungan Kalimantan Utara dalam buku Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan karya Dt. Iskandar Zulkarnaen yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh penerbit Pustaka Spirit dengan jumlah 92 halaman. Data dalam penelitian ini berupa nilai pendidikan karakter cerita rakyat suku Bulungan Kalimantan Utara dalam Buku Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan ditinjau secara sosiologi sastra. Data diperoleh dengan menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Artinya, peneliti membaca teks cerita Hikayat Datoe Lancang Putri Kayan secara keseluruhan dan mencari data yang mengandung nilai pendidikan karakter, kemudian membuat klarifikasi data berdasarkan indikator yang dibuat. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan menginterpretasikan data tersebut dan terakhir membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Cerita Rakyat Suku Bulungan Kalimantan Utara dalam Buku Hikayat Datoe Lancang-Putri Kayan ditemukan 40 data, Nilai Pendidikan Karakter berdasarkan klarifikasi diantaranya: Nilai Pendidikan Karakter Religius 10 data, Nilai Pendidikan Karakter Kerja Keras 9 data, Nilai Pendidikan Karakter Kreatif 5 data, Nilai Pendidikan Karakter Mandiri 2 data, Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan 7 data, dan Nilai Pendidikan Karakter Tanggung Jawab 7 data. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan adalah nilai pendidikan religius yaitu sikap dan prilaku yang menunjukan patuh terhadap ajaran agama yang dianut dan dapat bertoleransi dengan agama lain dan nilai pendidikan karakter yang tidak dominan adalah nilai pendidikan karakter mandiri yaitu merupakan sikap dan perilaku yang tidak ingin bergantung pada orang lain dalam menuntaskan tugas-tugas dan permasalahan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan.Pengkajian dilakukan terhadap Ny. S G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 34 minggu 6 hari dan pada usia kehamilam 37 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 11 Mei 2021, pukul 12.34 WITA. Umur kehamilan 37 minggu. Kala 1 berlangsung selama kurang lebih 5 jam, kala II berlangsung 1 jam 34 menit, Kala III berlangsung selama 13 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. S berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 2 jam post partum. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2500 gram, panjang badan 49 cm,LK 34 cm, LD 33 cm normal, lahir spontan segera menangis, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif di dapatkan masalah pada kehamilan yaitu Kekurangan Gizi Kronik (KEK). Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak di temukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang di berikan sesuai standar yang telah di tetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
2021 · Thesis ·
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan.Pengkajian dilakukan terhadap Ny. S G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 34 minggu 6 hari dan pada usia kehamilam 37 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 11 Mei 2021, pukul 12.34 WITA. Umur kehamilan 37 minggu. Kala 1 berlangsung selama kurang lebih 5 jam, kala II berlangsung 1 jam 34 menit, Kala III berlangsung selama 13 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. S berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 2 jam post partum. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2500 gram, panjang badan 49 cm,LK 34 cm, LD 33 cm normal, lahir spontan segera menangis, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif di dapatkan masalah pada kehamilan yaitu Kekurangan Gizi Kronik (KEK). Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak di temukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang di berikan sesuai standar yang telah di tetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.