2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penambahan Tepung buah pepaya dalam pakan komersil mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein pada pakan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya) kedalam pakan dengan penggunaan konsentrasi yang berbeda pada setiap perlakuan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreocrhomis niloticus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, satu sebagai kontrol. Konsentrasi tepung buah pepaya yang dicampurkaan dalam pakan yaitu 3, 3.25, dan 3.50 gr/500gr pakan. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, parameter yang diuji meliputi Berat Mutlak, Panjang Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 7.33 – 21 gram, nilai pertumbuhan panjang mutlak berkisar antara 1.83 – 2.73 cm, nilai SGR berkisar antara 0.18 – 0.43%, nilai SR berkisar antara 66 – 83% dan FCR berkisar antara 091-1.06. Beradasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung buah pepaya pada pakan yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila dengan konsentrasi terbaik yaitu 3,25 gr/500 gr pakan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penambahan Tepung buah pepaya dalam pakan komersil mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein pada pakan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya) kedalam pakan dengan penggunaan konsentrasi yang berbeda pada setiap perlakuan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreocrhomis niloticus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, satu sebagai kontrol. Konsentrasi tepung buah pepaya yang dicampurkaan dalam pakan yaitu 3, 3.25, dan 3.50 gr/500gr pakan. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, parameter yang diuji meliputi Berat Mutlak, Panjang Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 7.33 – 21 gram, nilai pertumbuhan panjang mutlak berkisar antara 1.83 – 2.73 cm, nilai SGR berkisar antara 0.18 – 0.43%, nilai SR berkisar antara 66 – 83% dan FCR berkisar antara 091-1.06. Beradasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung buah pepaya pada pakan yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila dengan konsentrasi terbaik yaitu 3,25 gr/500 gr pakan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Limbah cangkang kepiting bakau hasil budidaya kepiting soka yang menumpuk mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara tepat guna dalam penanganan limbah adalah mengolah cangkang kepiting bakau menjadi kitosan. Penelitian terkait modifikasi pada tahap demineralisasi perlu dilakukan karena kepiting bakau mengandung mineral yang sangat tinggi sehingga akan mempengaruhi karakteristik mutu kitosan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik mutu kitosan dari limbah cangkang kepiting bakau (Scylla sp) pada perlakuan tahap demineralisasi yang berbeda melalui analisis rendemen, kadar air, kadar abu, nitrogen total, Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan derajat deasetilasi (DD). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menujukkan nilai rendemen kitosan a(1:10) 29,69% lebih tinggi dari pada kitosan b(1:15) 4.66%. Nilai kadar air, abu, nitrogen total kitosan a(0,30%, 1,08%, 1,68%) lebih tinggi dari kitosan b(0,14%, 0,98%, 1,43%), namun keduanya sesuai dengan standar Protan Laboratory 1987, EFSA 2010, dan SNI No. 7949-2013. Hasil FTIR mengkonfirmasi kitosan standar dan kitosan hasil penelitian menunjukkan range serapan yang dekat sehingga tidak terlihat perbedaan signifikan. Derajat deasetilasi pada kitosan a(47%) belum memenuhi standar, sedangkan kitosan b(76%) sesuai dengan standar Protan Laboratory 1987 dan SNI No. 7949-2013 (≥76%) namun belum memenuhi standar EFSA 2010. Perlakuan demineralisasi yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik mutu kitosan cangkang kepiting bakau yang dihasilkan.
2022 · Thesis ·
Limbah cangkang kepiting bakau hasil budidaya kepiting soka yang menumpuk mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara tepat guna dalam penanganan limbah adalah mengolah cangkang kepiting bakau menjadi kitosan. Penelitian terkait modifikasi pada tahap demineralisasi perlu dilakukan karena kepiting bakau mengandung mineral yang sangat tinggi sehingga akan mempengaruhi karakteristik mutu kitosan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik mutu kitosan dari limbah cangkang kepiting bakau (Scylla sp) pada perlakuan tahap demineralisasi yang berbeda melalui analisis rendemen, kadar air, kadar abu, nitrogen total, Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan derajat deasetilasi (DD). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menujukkan nilai rendemen kitosan a(1:10) 29,69% lebih tinggi dari pada kitosan b(1:15) 4.66%. Nilai kadar air, abu, nitrogen total kitosan a(0,30%, 1,08%, 1,68%) lebih tinggi dari kitosan b(0,14%, 0,98%, 1,43%), namun keduanya sesuai dengan standar Protan Laboratory 1987, EFSA 2010, dan SNI No. 7949-2013. Hasil FTIR mengkonfirmasi kitosan standar dan kitosan hasil penelitian menunjukkan range serapan yang dekat sehingga tidak terlihat perbedaan signifikan. Derajat deasetilasi pada kitosan a(47%) belum memenuhi standar, sedangkan kitosan b(76%) sesuai dengan standar Protan Laboratory 1987 dan SNI No. 7949-2013 (≥76%) namun belum memenuhi standar EFSA 2010. Perlakuan demineralisasi yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik mutu kitosan cangkang kepiting bakau yang dihasilkan.