Pemanfaatan gulma sebagai bahan tambahan dalam pengembangbiakan tikus putih (mus muculus)
Gulma sebagai tumbuhan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, karena memiliki kandungan nutrisi, serta senyawa metabolik lainnnya khususnya bagi pengembangbiakan tikus putih. Penelitian bertujuan, (1) menguji pengaruh penggunaan gulma sebagai bahan tambahan sebagai ransum bagi pertumbuhan tikus putih; dan (2) menguji perbedaan pengaruh pertumbuhan tikus putih dengan menggunakan gulma sebagai bahan tambahan ransum tikus putih, dengan pakan lainnya. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok 1 (satu) faktor yakni gulma sebagai tambahan ransum pakan tikus, yang terdiri dari, (1) ransum komersial tanpa gulma sebagai kontrol, (2) ransum komersial ditambahkan serbuk gulma daun lebar (kelompok kacang-kacangan) (3) ransum komersial ditambahkan serbuk gulma rerumputan (rumput paspalum), dan (4), ransum ransum komersial ditambahkan serbuk gulma teki-tekian (Cyperaceae). Masing-masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Data pengamatan meliputi; (1) konsumsi pakan (ransum) selama 13 hari; (2) selisih berat akhir tikus dan awal tikus (g); (3) panjang badan tikus (cm), Selain itu, (4) dilakukan pengukuran kadar glukosa dan kolesterol dalam darah. Kadar glukosa dan kolesterol diperoleh dari sampel darah 4 (empat) ekor tikus. Hasil Penelitian menujukkan penggunaan gulma sebagai sebagai bahan tambahan ransum memberikan pertumbuhan negatif selisih berat akhir dan berat awal tikus, dan selisih panjang badan tikus, kecuali perlakuan gulma kacang-kacangan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan selisih panjang badan tikus akhir dan awal. Sedangkan, perlakuan tidak terdapat pengaruh terhadap kadar, namun terdapat perbedaan pengaruh terhadap kadar glukosa tikus. Perlakuan kontrol berbeda dengan perlakuan bahan tambahan gulma daun lebar (kacang-kacangan), gulma rerumputan (paspalum), dan rumput teki. Selanjutnya, perlakuan kontrol berbeda dengan gulma daun lebar dan gulma rerumputan, namun perlakuan gulma teki tidak berbeda dengan kontrol. Sedangkan, kadar glukosa pada perlakuan kontrol berbeda dengan seluruh perlakuan gulma sebagai bahan tambahan ransum pakan.