IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK KOTA TARAKAN
Udang merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani bermutu tinggi yang sangat digemari oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu jenis udang yang merupakan primadona komoditas ekspor non-migas dari sektor adalah udang windu (Penaus monodon). Tambak tradisional dicirikan dengan sistem pengelolaan tambak yang sederhana, dimana sumber air mengandalkan pasang surut, pengelolaan yang tanpa pakan, dan tanpa aerasi. Luas tambak tradisional di Kota Tarakan memiliki kesamaan yakni padat penebaran rendah kurang lebih 2 ekor udang per meter persegi (WWF, 2011). Penyakit yang biasanya menyerang udang windu (Penaus monodon) disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan jamur. Endoparasit adalah parasit yang menyerang bagian dalam tubuh inang, misalnya dalam alat pencernaan, peredaran darah, atau organ dalam lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tarakan (BKIPM Tarakan) dan Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Parasit yang menyerang udang windu (Penaeus monodon) adalah cacing genus Ascarophis, namun tidak selalu menyerang udang yang dibudidayakan di kedua tambak. Hal tersebut dilihat dari hasil prevalensi yang dilakukan dari sampel yang diambil. Dari data hasil perhitungan prevalensi endoparasit pada tambak yang berada di Kelurahan Karang Anyar Pantai menunjukan bahwa nilai rata-rata prevalensi endoparasit adalah sebesar 0,13%, nilai tersebut menunjukan kategori prevalensi Rarely.