ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis fitoplankton yang penting dalam budidaya perikanan sebagai pakan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk silikat terhadap pertumbuhan Skeletonema. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu penggunaan pupuk kw21 (kontrol), penggunaan pupuk kw21 dengan penambahan silikat dengan dosis 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan total 12 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis (ANOVA) untuk menguji signifikasi perbedaan antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan pengaruh pertumbuhan skeletonema yang terbaik dari perlakuan lainnya. Hasil uji anova menunjukan perbedaan yang signifikan antara penambahan silikat dengan kontrol dimana perlakuan C Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan C tidak berbeda nyata dengan perlakuan D tetapi berbeda nyata dengan perlakuan A dan B selanjutnya D tidak berbeda nyata dengan B tapi berbeda nyata dengan A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skeletonema costatum salah satu jenis fitoplankton yang umum dibudidayakan dalam pembenihan udang windu (Penaeus monodon Fabr.). Plankton S. costatum memiliki kandungan nutrien tinggi, ukuran kecil digunakan sebagai pakan alami larva udang windu, khususnya pada stadia zoea sampai mysis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk anorganik (NPK+Silikat) dengan dosis 5 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm terhadap tingkat kepadatan S. costatum pada udang windu. Penelitian dilaksanakan selama 1 minggu pada bulan Maret 2024 di Koperasi Nelayan Kaltara Mini Hatchery Kepiting Bakau, Jembatan Bongkok, Tarakan. Percobaan menggunakan wadah stoples volume 3 L. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pupuk NPK dan Silikat yang dilarutkan dengan dosis 5 ppm, 15 ppm dan 20 ppm dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk anorganik (NPK+Silikat) dengan dosis berbeda memberi pengaruh yang nyata terhadap tingkat kepadatan sel S. costatum. Perlakuan dosis pupuk 15 ppm berbeda nyata terhadap kontrol dan perlakuan lainnya, kepadatan sel rata-rata sebanyak 195.600 sel mL-1. Berdasarkan pertumbuhan selnya, pelakuan dosis pupuk 15 ppm memiliki pertumbuhan terbaik dengan pertambahan sel rata-rata sebesar 1,2705 sel mL-1 hari-1. Penggunaan pupuk NPK dengan tambahan Silikat 15 ppm memberikan pengaruh pertumbuhan yang terbaik pada budidaya Skeletonema costatum dibandingkan dengan dosis lainnya.