Pengaruh Penambahan Agregat Halus Pada Beton SikaGrout® 215 New Dengan Variasi Agregat Halus 0%; 5% Dan 18%
SikaGrout® 215 New merupakan semen grouting siap pakai berkinerja tinggi yang pemanfaatannya sangat luas pada elemen struktural karena karakteristiknya yang tidak menyusut (non-shrink), bersifat non-korosif, cepat mengeras, serta tahan terhadap benturan dan getaran. SikaGrout® 215 new biasanya digunakan untuk beton pracetak, pengisian celah, rongga, perbaikan beton dengan metode grouting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton SikaGrout® 215 New dengan penambahan agregat halus guna menguji seberapa besar pengaruhnya pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari, serta membandingkan persentase penurunan kuat tekan beton SikaGrout® 215 New. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan variasi penambahan agregat halus sebesar 0% (BN0), 5% (BN5), dan 10% (BN10) dari berat SikaGrout. Benda uji berupa kubus berukuran 15x15x15 cm diuji pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan masing-masing variasi 0%, 5% dan 10% ialah sebesar 53,85, 51,52 dan 50,27, Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kuat tekan sebesar 4,33% pada variasi 5% dan 6,65% pada variasi 10% jika dibandingkan dengan variasi (0%) sebagai pembanding. Penambahan agregat halus secara konsisten menurunkan nilai kuat tekan pada seluruh umur pengujian. Pada umur 28 hari, variasi BN5 dan BN10 mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,33% dan 6,65% dibandingkan BN0. Analisis distribusi-T mengonfirmasi bahwa perbedaan kuat tekan akibat penambahan agregat halus bersifat signifikan.