ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Binusan merupakan salah satu desa tertinggal yang ada di Kabupaten Nunukan. Desa Persiapan Ujang Fatimah merupakan pemekaran dari Desa Binusan yang 20 % wilayahnya dipergunakan dalam arti luas dengan berbagai komoditas perkebunan,pertanian,dan perikanan yang mempunyai prospek cukup baik, hal ini menggambarkan bahwa sebagian masyarakat bekerja sebagai petani. Adanya ketertinggalan tersebut menyebabkan petani ketinggalan akses dibidang pertanian menjadi terbatas, berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukannya penelitian terkait Pemetaan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Memetakan Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Budaya petani padi sawah di Desa Persiapan Ujang Fatimah Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Kelompok Tani Mattirowali), (2). Mengetahui kendala yang dihadapi petani padi sawah dalam meningkatkan kondisi sosial,ekonomi,dan budaya petani padi sawah di Desa Persiapan Ujang Fatimah Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Kelompok Tani Mattirowali). Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan pemprosesan data dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Nvivo12. Hasil penelitian menemukan Pemetaan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Petani dilihat dari indikator sosial yaitu jenis kelamin mayoritas laki-laki 33,3%, umur mayoritas 41-64 sebesar 67%, pendidikan dengan mayoritas SD sebesar 46,67%, lama berusaha tani mayoritas >10 tahun sebesar 70%, status kepemilikan lahan mayoritas milik sendiri sebesar 87%, jumlah tanggungan keluarga mayoritas 2-4 tanggungan keluarga sebesar 63,3%, peran kelompok tani sebagai wadah petani untuk dapat mempelajari pertanian yang efektif dan efisien. Indikator ekonomi yaitu pekerjaan di luar usaha tani dengan mayoritas petani memiliki pekerjaan selain usahatani padi sawah 56%, luas lahan rata-rata 1 Ha, produktivitas lahan petani 834,129 Kg/Ha, pendapatan mayoritas Rp.5.000.000 - Rp.10.000.000 sebesar 50%, pemasaran yang dilakukan hanya dari rumah dan harga jual beras Rp.12.000/ Kg. Dalam aspek budaya, semua petani adalah dari suku Bugis dan beragama Islam, serta terdapat kendala-kendala yang dihadapi petani, terutama terkait subsidi pupuk yang sering terlambat, serta masalah pemasaran yang minim sehingga beras produksi petani kurang laku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI PETANI PADI DI DESA SALIMBATU TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN Abstrak Penyuluh pertanian merupakan agen bagi perubahan perilaku petani, yaitu dengan mendorong masyarakat petani untuk mengubah perilakunya menjadi petani dengan kemampuan yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan sendiri, yang selanjutnya akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap penyuluh pertanian baik dengan pembimbing, organisator, tekhnisi maupun penghubung dan Mengetahui tingkat peran penyuluh berdasarkan persepsi petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode skala likert. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Desa Salimbatu. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu, dengan jumlah responden 31 petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Persepsi petani terhadap peran penyuluh yang memiliki skor tertinggi hanya penyuluh sebagai pembimbing (skor 8.5) dan untuk sebagai organisator (skor 6.9), tekhnisi (skor 6.8) sedangkan penghubung (skor 7.0). Tingkat Peran penyuluh berdasarkan persepsi petani berada pada skor 29.2 dengan kategori Rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ANALISIS KEPUASAN PETANI PADI DALAM PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK HAYATI DI DESA MALINAU KOTA KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Permasalahan yang sering dialami oleh petani padi di Kecamatan Malinau kota adalah kurangnya pemahaman dalam penggunaan pupuk organik hayati yang sudah cukup lama beredar mulai pada tahun 2015. Penurunan hasil produksi atau panen disebabkan oleh beberapa faktor produksi yang kurang optimal. Tujuan penelitian adalah: 1. Mengetahui karakteristik petani padi yang ada di Desa Malinau Kota, 2. Mengetahui tingkat kepuasan petani dalam penggunaan pupuk organik hayati di Desa Malinau Kota, dan 3. Mengetahui pendapatan usahatani padi dalam menggunakan pupuk organik hayati di Desa Malinau Kota. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis likert dan analisis pendapatan. Hasil dari penelitian ini adalah karekteristik petani padi usia paling banyak 34-39 tahun, tingkat Pendidikan paling banyak S1, dan tanggungan keluarga responden paling banyak 3-5 orang, dan pengalaman bertani paling lama 2-11 tahun. Tingkat kepuasan petani padi terhadap penggunaan pupuk organik hayati termasuk dalam kategori puas dengan skor 20. Total biaya usahatani padi Rp 4.923.432 dan penerimaan sebesar Rp 17.310.386 dan dari hasil total keseluruhan menghasilkan pendapatan per hektar/tahun Rp 12.386.954.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN MODAL SOSIAL DENGAN PRODUKTIVITAS PETANI PADI SAWAH ORGANIK DI DESA PA’API KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran budidaya padi sawah organik di Desa Pa’Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, untuk mengetahui karakteristik modal sosial petani padi sawah organik di Desa Pa’Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara dan untuk mengetahui bagaimana hubungan modal sosial dengan produktivitas petani padi sawah organik di Desa Pa’Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini dilakukan di Desa Pa’Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Penentuan daerah penelitian diambil dengan teknik purposive sampling atau dengan pertimbangan peneliti. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan dengan produktivitas petani padi sawah organik di Desa Pa, Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (2) terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi dengan produktivitas petani padi sawah organik di Desa Pa, Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (3) terdapat hubungan yang signifikan antara jaringan dengan produktivitas petani padi sawah organik di Desa Pa’ Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (4) terdapat hubungan yang signifikan antara norma sosial dengan produktivitas petani padi sawah organik di Desa Pa’ Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (5) variabel kepercayaan, partisipasi, jaringan dan norma sosial secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan produktivitas petani padi sawah organik di Desa Pa’ Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.