Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pengendalian hayati
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AKTIVITAS SEMUT HITAM (Dolichoderus thoracicus) DENGAN ORGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan salah satu predator alami yang berpotensi mendukung pengendalian hayati hama utama pada tanaman kakao. Keberadaan dan aktivitas semut ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman kakao, terutama struktur tajuk dan ketersediaan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas semut hitam pada bagian tanaman kakao serta menganalisis korelasi antara karakteristik morfologi tanaman kakao (Theobroma cacao L.) dengan tingkat kolonisasi semut hitam. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada September 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah produktif, jumlah buah tidak produktif, serta aktivitas semut pada batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut hitam tertinggi ditemukan pada bagian buah dan batang, terutama di lokasi P1 dengan rata-rata aktivitas pada buah sebesar 7,45 dan batang sebesar 4,33, serta lokasi P9 dengan aktivitas pada batang sebesar 3,92 dan buah sebesar 2,24. Aktivitas pada daun dan bunga tergolong sangat rendah, sedangkan pada beberapa lokasi tidak ditemukan aktivitas semut. Hasil korelasi menunjukkan bahwa aktivitas semut berhubungan positif signifikan dengan tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, bunga, buah produktif, dan buah tidak produktif pada lokasi tertentu. Dengan demikian, karakteristik morfologi dan fase generatif tanaman kakao berperan dalam mendukung kolonisasi dan aktivitas D. thoracicus pada perkebunan kakao.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Skrining Rizobakteri Sebagai Angen Antagonis Cendawan Patogen Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penyakit busuk buah kakao yang disebabkan oleh cendawan patogen Phytophthora palmivora merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kakao yang dapat menyebabkan kerugian hasil hingga 90%. Pengendalian penyakit ini secara kimiawi berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat rizobakteri dalam menghambat pertumbuhan Phytophthora palmivora dan mengetahui isolat rizobakteri yang memiliki daya hambat terbaik terhadap Phytophthora palmivora. Penelitian dilakukan dengan metode uji antagonisme rizobakteri terhadap pertumbuhan cendawan patogen secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 Perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: Kontrol isolat Phytophthora palmivora (-), Kontrol Bacillus subtillis (+), R1 B1(17), R2 B1(20), R3 B3(10), R4 B3(12), R5 B3(16), R6 B4(5), R7 B4(8), R8 B5(6), R9 B5(9), R10 B5(19). Parameter yang diamati meliputi persentase daya hambat pertumbuhan cendawan, bobot kering miselium, dan kemampuan isolat rizobakteri dalam menghasilkan senyawa hidrogen sianida (HCN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat rizobakteri mampu menghambat pertumbuhan Phytophthora palmivora dengan persentase 45,14% hingga 52,65%, untuk Bacillus subtillis persentase daya hambat yang diperoleh 44,04%. Daya hambat terbaik berada pada perlakuan R6 dengan nilai 52,65% dalam menekan pertumbuhan cendawan patogen. Kesimpulannya, rizobakteri berpotensi sebagai agen pengendali hayati dalam mengatasi penyakit busuk buah kakao, sehingga dapat menjadi alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan pengendalian hayati berbasis mikroorganisme pada tanaman kakao.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail