TREN PRODUKSI PERTAMBAKAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI PULAU TIBI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Tambak merupakan bangunan air yang dibangun pada daerah pasang surut diperuntukan sebagai wadah pemeliharaan ikan atau udang dan memenuhi syarat yang diperlukan sesuai dengan sifat biologi hewan yang dipelihara. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tren produksi pertambakan udang windu (Penaeus monodon) dan ikan bandeng (Chanos chanos) di Pulau Tibi Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penentuan pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan metode Teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berprofesi sebagai petambak udang windu dan ikan bandeng di Pulau Tibi, penetapan responden yang dijadikan sampel yaitu dengan jumlah sampel 6 orang petani tambak. Kondisi umum Pulau Tibi merupakan salah satu tempat yang dijadikan lahan untuk budidaya pertambakan. Hasil wawancara responden beberapa tambak memiliki kondisi tambak yang kurang bersih seperti adanya tumbuhan pohon bakau, pohon nipa dan sisa batang pohon yang telah digarap. Tren Produksi dalam 5 tahun terakhir hampir setiap tambak mengalami kondisi tidak stabil mengalami turun atau naik diketahui rata-rata tren produksi udang windu (Penaeus monodon) dan ikan bandeng (Chanos chanos). Padat penebaran untuk tambak di Pulau Tibi termasuk dalam tingkat penebaran rendah. Padat penebaran udang windu berkisar dari 0,25-1,67 ekor/m2 sedangkan padat penebaran ikan Bandeng antara 0,3-2 ekor/m2. Tren Produksi dalam 5 tahun terakhir mengalami fluktuatif kondisi yang tidak stabil, dengan nilai SR berkisaran antara 6-50 % untuk udang windu dan 11-66,67 % untuk ikan bandeng. Tren produksi ini banyak dipengaruhi dengan berbagai faktor seperti: sumber bibit, kondisi tambak, lingkungan dan pola pengelolaan tambak.