KAJIAN PERGERAKAN MASYARAKAT DENGAN MODA TRANSPORTASI DARAT DI KOTA TARAKAN
Sistem transportasi di wilayah perkotaan merupakan interaksi antara transportasi, tata guna lahan, populasi penduduk dan kegiatan ekonomi di suatu wilayah perkotaan. Sehingga untuk mengatasi permasalahan transportasi, penting untuk meningkatkan dan melaksanakan perencanaan transportasi dan pemodelan transportasi. Pemodelan transportasi merupakan penyederhanaan dari suatu hal yang besar dan kompleks, untuk situasi ini, maksud untuk mengatasi masalah transportasi di kota Tarakan disederhanakan menjadi suatu pemodelan transportasi yang lebih mudah untuk diteliti dan dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan karakteristik rumah tangga dengan bangkitan pergerakan masyarakat, menjelaskan pemodelan MAT pergerakan masyarakat, dan memodelkan prediksi asal dan tujuan pergerakan masyarakat dengan moda transportasi darat di Kota Tarakan pada tahun yang akan datang. Survey dilakukan terhadap 100 rumah dengan memberikan kuesioner Home Interview Survey dengan menggunakan metode kategori, analisis pergerakan menggunakan metode konvensional (model gravity) dan metode analogi digunakan untuk memprediksi pergerakan di masa mendatang. Didapatkan hasil sebagai berikut berdasarkan analisis regresi linear berganda faktor yang mempunyai korelasi tinggi terhadap perjalanan adalah persamaan Y = 7.390 - 0.631X4 + 0.575X5 + 0.716X6 X4 = Jumlah Pendapatan: Rp.1.500.000-Rp.1.999.999,-, X5 = Jumlah Kepemilikan Sepeda Motor : 2 Sepeda Motor, dan X6 = Jumlah Kepemilikan Mobil : 1 Mobil. MAT terbanyak yang terjadi pada hari pertama 17.141 kendaraan/hari dan 16.629 kendaraan/hari pada hari kedua. Sedangkan untuk perjalanan orang/hari didapatkan pada hari pertama adalah 36.933 orang/hari dan 35.968 orang/hari pada hari kedua.