PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN LAPARASKOPI DIRUANG PRE OPERASI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN
ABSTRAK Kecemasan adalah respon terhadap situasi tertentu yang mengancam dan merupakan hal normal yang terjadi yang disertai perkembangan, perubahan, pengalaman baru, serta dalam menemukan identitas diri dan hidup. Laparoskopi adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap parubahan tingkat kecemasan pada pasien laparaskopi di ruang pre operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah metode Eksperimental dengan pendekatan quasi experimental dan alat yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat musik MP3 atau handphone dengan populasi semua pasien khususnya pasien laparaskopi diruang pre operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan yang berjumlah 45 responden. Penilitian ini dilakukan bulan Oktober-November 2022. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probality sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan kecemasan sebelum diberikan terapi musik, pada kelompok kontrol responden yang paling banyak adalah berat sekali 10 orang (66.6%), pada kelompok intervensi 1, responden paling banyak adalah berat 8 orang (53.3%), dan pada kelompok intervensi 2 paling banyak adalah berat sekali 8 orang (53.3%). Hasil uji ANOVA p value dari masing masing kelompok sebesar 0.000 (α0.05). Kesimpulan, ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan. Saran, diharapkan menjadi pertimbangan rumah sakit atau perawat untuk menjadikan terapi musik sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam membantu meringankan kecemasan pada pasien pre operasi yang mengalami kecemasan.