Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Induk kepiting bakau
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Potensi Induk Jantan Kepiting Bakau (Scylla spp) di Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau (Scylla spp) merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini keberadaan induk yang matang ovari dalam kondisi yang menguatirkan akibat penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi induk kepiting bakau (Scylla spp) matang ovari yang diperjualkan di Kalimantan Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif meliputi; survey lokasi, pengambilan sampel, pengukuran berat, panjang, lebar, pengamatan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) serta melakukan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hasil tambak atau pos yang ada di Kaltara dikumpul dalam satu penampungan dan dikirim ke Sentra Kelautan Perikanan dan Terpadu (SKPT) Pulau Sebatik sebelum di ekspor ke luar Negeri. Bobot kepiting betina yang diperjualkan rata-rata 200 - 600 gram, panjang karapas rata-rata 68,85 mm - 99,25 mm dan lebar rata-rata 113,65 mm - 157,09 mm. Produksi kepiting bakau (Scylla spp) betina dengan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) dari TKO I, TKO II dan TKO III yang telah diperjualkan di Kalimantan Utara mencapai 1.600.870 kg/tahun. Kata Kunci : Induk Kepiting Bakau, Matang Ovari, Kalimantan Utara

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN POTENSI INDUK KEPITING BAKAU (Scylla spp) MATANG OVARI DI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau (Scylla spp) merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini keberadaan induk yang matang ovari dalam kondisi yang menguatirkan akibat penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi induk kepiting bakau (Scylla spp) matang ovari yang diperjualkan di Kalimantan Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif meliputi; survey lokasi, pengambilan sampel, pengukuran berat, panjang, lebar, pengamatan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) serta melakukan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hasil tambak atau pos yang ada di Kaltara dikumpul dalam satu penampungan dan dikirim ke Sentra Kelautan Perikanan dan Terpadu (SKPT) Pulau Sebatik sebelum di ekspor ke luar Negeri. Bobot kepiting betina yang diperjualkan rata-rata 200 - 600 gram, panjang karapas rata-rata 68,85 mm - 99,25 mm dan lebar rata-rata 113,65 mm - 157,09 mm. Produksi kepiting bakau (Scylla spp) betina dengan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) dari TKO I, TKO II dan TKO III yang telah diperjualkan di Kalimantan Utara mencapai 1.600.870 kg/tahun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Percepatan Proses Berried Induk Kepiting Bakau (Scylla serrata) Dengan Pemberian Pakan Segar

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau (Syclla serrata) merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis penting di Kalimantan Utara dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi terutama pada kepiting telur dan kepiting soka (Soft crab). Tingginya permintaan kepiting menyebabkan semakin tingginya penangkapan di alam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis pakan yang baik terhadap proses berried induk kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan, yaitu Perlakuan A (Kerang darah), perlakuan B (Hati sapi) dan perlakuan C (Cacing laut) sebanyak 5 % dari bobot tubuh induk Kepiting Bakau (Scylla serrata). Analisis yang dilakukan antara lain : data percepatan proses berried, FCR, dan pengamatan beberapa parameter kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian bahwa percepatan proses berried yang menggunakan pakan segar terbaik pada perlakuan A (Kerang darah) selama 14 hari dan mempunyai rata-rata rasio konversi pakan terkecil 5,31. Hasil uji statiska (ANOVA) dengan tingkat ketelitian 95% (P0,05) menunjukan hasil yang berbeda nyata selanjutnya dilakukan uji Tukey untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil uji menunjukan perlakuan A berbeda nyata terhadap semua perlakuan sedangkan perlakuan B dan C tidak berbeda nyata. Hasil uji kualitas selama penelitian berada dalam kondisi normal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail