ANALISIS KEHILANGAN AIR JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM PADA KELURAHAN KAMPUNG EMPAT KECAMATAN TARAKAN TIMUR
Kehilangan air pada keseluruhan proses pelayanan air merupakan salah satu permasalahan PDAM. Kehilangan air akibat kebocoran merupakan selisih antara jumlah air yang diproduksi oleh produsen air dengan jumlah air yang dijual ke pelanggan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Geometrik, Metode Aritmatika dan Metode Ekponensial untuk menghitung peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan air dari tahun 2023-2032, dan bantuan software epanet 2.0 dalam menganalisis kehilangan air yang terjadi. Hasil dari total kebutuhan air domestic sebesar 35,228 lt/detik pada tahun 2023 dan sebesar 42,175 lt/detik pada tahun 2032 dan hasil perhitungan total kebutuhan air non domestic sebesar 4,346 lt/detik pada tahun 2023 dan sebesar 4,698 lt/detik pada tahun 2032. Besarnya angka kehilangan PDAM Tirta Alam Tarakan pada system distribusi 36% dan pada system produksi sebesar 15%. Hasil perhitungan menggunakan epanet 2.0 diperoleh nilai pressure tertinggi sebesar 19,64 m pada junction 69, dan diperoleh head tertinggi sebesar 23,83 m pada junction 80.