Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Edamame
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEK PENGGUNAAN BIOPESTISIDA BERBAHAN AKTIF CENDAWAN ENTOMOPATOGEN TERHADAP KOMPOSISI JENIS DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN KEDELAI EDAMAME

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEK PENGGUNAAN BIOPESTISIDA BERBAHAN AKTIF CENDAWAN ENTOMOPATOGEN TERHADAP KOMPOSISI JENIS DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN KEDELAI EDAMAME Abstrak Biopestisida berpotensi sebagai alternatif pengganti pestisida sintetik. Penelitian bertujuan menguraikan komposisi jenis hama yang ditemukan pada areal budidaya tanaman kedelai, serta membandingkan intensitas serangan hama tanaman menggunakan beberapa biopestisida cendawan entomopatogen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor perlakuan yakni Biopestisida berbahan aktif cendawan entomopatogen. Bahan aktif terdiri dari L. lecanii, B. bassiana, dan M. anisopliae, dan bahan aktif senyawa kimia sintetik (kontrol). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Data pengamatan meliputi pertumbuhan, hasil tanaman, komposisi hama, dan intensitas serangan hama. Analisis data menggunakan Uji F (analisis sidik ragam), Uji DMRT, dan Uji Chi-Square untuk kehadiran hama pada masing-masing perlakuan. Hasil Penelitian menujukkan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong, berat polong, dan berat biji segar tertinggi pada perlakuan kontrol. Komposisi hama terdiri dari ulat grayak belalang, serta kepik. Tidak terdapat perbedaan kehadiran hama pada masing-masing perlakuan. Tingkat kerusakan daun terendah pada 2 MST pada perlakuan B. bassiana. Selanjutnya, 4 MST dan 6 MST pada pestisida M. Anisopliae, serta 8 MST pada L. lecanii dengan masing-masing kerusakan sebesar 16.69%, 18.59%, 20.88%, dan 20.24%. Perbedaan kerusakan daun pada perlakuan kontrol dan biopestisida B. bassiana dan M. anisopliae pada 2 MST. Jumlah polong hampa terendah pada perlakuan kontrol, mencapai 0.8 polong per tanaman. Sedangkan, intensitas kerusakan polong terendah juga pada perlakuan kontrol mencapai 3.3%. Terdapat perbedaan signifikan perlakuan kontrol dengan biopestisida. Hasil analisis ragam juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara perlakuan kontrol dengan perlakuan Biopestisida terhadap kerusakan daun 4, 6, dan 8 MST, tingkat kerusakan polong, dan jumlah polong hampa. Hasil ini menunjukkan Biopestisida dapat digunakan sebagai alternatif, namun efektivitasnya tidak mampu melebihi pestisida sintetik pada budidaya tanaman Edamame. Kata Kunci: Biopestisida, Cendwan Entomopatogen, Edamame, Hama

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail