PEMANFAATAN TANAMAN BULUNANGKO (Coleus scutellarioidesn lamiacea benth) OLEH MASYARAKAT SUKU TORAJA DI KAMPUNG TATOR KAB.NUNUKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tanaman Bulunangko (Coleus scutellarioides) oleh masyarakat Suku Toraja di Kampung Tator, Kabupaten Nunukan, serta menganalisis potensi integrasinya ke dalam pembelajaran Biologi di tingkat SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Bulunangko dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, demam, TBC, muntah darah, dan anemia. Selain itu, tanaman ini juga dikonsumsi sebagai sayuran harian. Bagian tanaman yang digunakan mencakup daun, pucuk, dan batang muda, dengan teknik pengolahan seperti peremasan, perendaman, serta pencampuran dengan madu atau telur ayam kampung. Pengetahuan mengenai penggunaan tanaman ini diwariskan secara turun-temurun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman Bulunangko dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Biologi berbasis potensi lokal dan penguatan literasi budaya, sehingga penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan pengetahuan tradisional