Studi Struktur Sekretori dan Histokimia Tumbuhan Sapu Manis (Scoparia dulcis. L) Serta Potensi Penerapan Pada Pembelajaran Biologi
Sapu manis (Scoparia dulcis L.) merupakan tumbuhan liar dari famili Plantaginaceae yang tumbuh di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini dimanfaatkan secara luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan metabolit sekundernya yang beragam. Kekhasan S. dulcis L. terletak pada perbedaan kemotipe antarorgan yang diduga berkaitan dengan variasi sistem sekretorinya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis struktur sekretori, mengidentifikasi kandungan senyawa melalui uji histokimia, serta mengkaji potensi pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi di jenjang perguruan tinggi. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan objek kajian meliputi organ daun, batang, dan akar S. dulcis L. yang diperoleh dari kawasan permukiman Ladang Dalam, Kota Tarakan. Pengamatan mikroskopis dilakukan pada lima bidang pandang per sampel, dengan penghitungan kerapatan struktur sekretori. Data kuantitatif dianalisis melalui uji one-way ANOVA dan Tukey’s multiple comparison test pada taraf signifikansi p 0,05. Deteksi senyawa dilakukan secara histokimia menggunakan kupri asetat (terpenoid), Sudan IV (lipofilik), dan reagen Wagner (alkaloid).Pengamatan menunjukkan bahwa struktur sekretori S. dulcis L. tersusun dari trikoma kelenjar bertipe peltate dan capitate serta sel idioblas yang bervariasi antarorgan. Daun memperlihatkan keragaman trikoma tertinggi dengan distribusi lebih rapat pada permukaan abaksial, selain itu pada daun dijumpai struktur sekretori berupa sel idioblas. Sruktur sekretori berupa trikoma kelenjar juga dijumpai pada batang dengan kerapatan lebih rendah. Sementara akar hanya memiliki sel idioblas bertipe amorf dan globular yang mengakumulasi endapan fenolik. Uji histokimia mengonfirmasi keberadaan terpenoid dan senyawa lipofilik pada seluruh organ, sedangkan alkaloid tidak dijumpai pada semua struktur yang diamati. Temuan ini selanjutnya dikaji relevansinya sebagai bahan petunjuk praktikum pada mata kuliah Mikroteknik dan Fitokimia untuk menunjang pengembangan kompetensi ilmiah mahasiswa. Kata kunci: Scoparia dulcis L., struktur sekretori, trikoma kelenjar, histokimia, kemotipe, sumber belajar biologi.