ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan yang beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital. Pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi klien, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Meskipun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memberikan berbagai dampak terhadap kepuasan perawat, penelitian yang menggambarkan tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS masih terbatas. Implementasi sistem yang relatif baru serta adanya kendala, seperti gangguan jaringan, memerlukan evaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 172 perawat di RSUD Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia 36–45 tahun, berpendidikan D3/D4, dan memiliki masa kerja sebagai perawat lebih dari 6 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan yang sangat puas terhadap penggunaan SIMRS, serta tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak puas. Disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih besar, menggunakan metode yang berbeda, serta mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan penggunaan SIMRS MORBIS.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan yang beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital. Pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi klien, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Meskipun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memberikan berbagai dampak terhadap kepuasan perawat, penelitian yang menggambarkan tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS masih terbatas. Implementasi sistem yang relatif baru serta adanya kendala, seperti gangguan jaringan, memerlukan evaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 172 perawat di RSUD Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia 36–45 tahun, berpendidikan D3/D4, dan memiliki masa kerja sebagai perawat lebih dari 6 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan yang sangat puas terhadap penggunaan SIMRS, serta tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak puas. Disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih besar, menggunakan metode yang berbeda, serta mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan penggunaan SIMRS MORBIS.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan jiwa yaitu apabila individu mampu mengerti dan mengetahui apa saja potensi yang dimiliki dirinya, baik dari segi kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, sehingga individu tersebut mampu mengatasi masalah dalam kehidupan yang dijalaninya.. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan persepsi sensori yang dialami oleh pasien gangguan jiwa. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan Asuhan Keperawatan kepada klien Tn.A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, yaitu dengan pendekatan proses keperawatan. Penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak ada pada teori tapi ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada Tn.A dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, harga diri rendah, defisit perawatan diri, resiko perilaku kekerasan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, perawat untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kesehatan jiwa yaitu apabila individu mampu mengerti dan mengetahui apa saja potensi yang dimiliki dirinya, baik dari segi kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, sehingga individu tersebut mampu mengatasi masalah dalam kehidupan yang dijalaninya.. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan persepsi sensori yang dialami oleh pasien gangguan jiwa. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan Asuhan Keperawatan kepada klien Tn.A dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, yaitu dengan pendekatan proses keperawatan. Penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak ada pada teori tapi ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada Tn.A dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, harga diri rendah, defisit perawatan diri, resiko perilaku kekerasan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, perawat untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi.