Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: ANITA SARI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KOMODITAS UNGGULAN YANG BERBASIS TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•Koleksi Perpustakaan

Salah satu sektor terpenting dalam pembangunan ekonomi daerah adalah sektor pertanian. Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian penting dilakukan guna meningkatkan perekonomian daerah. Kabupaten Nunukan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara hal itulah yang melatar belakangi penelitian ini dilakukan. Tujuan Penelitian ini adalah ; (1) Mengidentifikasi komoditas tanaman pangan apa yang menjadi basis dan non basis di Kabupaten Nunukan (2) Mengetahui Komponen Pertumbuhan Proporsional komoditas Tanaman Pangan basis di Kabupaten Nunukan (3) Mengidentifikasi Trend perkembangan produksi komoditas Tanaman Pangan basis pada masa yang akan datang (4) Mengetahui jenis komoditas Tanaman Pangan yang menjadi unggulan dan letak wilayah komoditas unggulan di Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan alat analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share (SSA), Analisis Perkembangan Produksi dengan Least Square Method dan Geografic Information System (GIS). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa nilai produksi Sub Kategori Tanaman Pangan (2016-2020). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas yang menjadi basis yaitu Padi Sawah di Kecamatan Krayan. Padi Ladang di Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis. Kedelai di Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Sebuku. Ubi Kayu di Kecamatan Lumbis Ogong. Ubi Jalar di Kecamatan Nunukan Selatan. Kacang Hijau di Kecamatan Sembakung Atulai, Sembakung, dan Sebuku. Hasil analisis nilai Pertumbuhan Proporsional komoditas sub kategori tanaman pangan basis yang mengalami pertumbuhan cepat dari tahun 2016-2020 yaitu Kedelai di Kecamatan Lumbis. Komoditas basis yang mengalami pertumbuhan lambat yaitu, Padi Sawah di Kecamatan Krayan. Padi Ladang di Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis. Kedelai di Kecamatan Sebuku. Ubi Kayu di Kecamatan Lumbis Ogong. Ubi Jalar di Kecamatan Nunukan Selatan. Kacang Hijau di Kecamatan Sembakung Atulai, Sembakung dan Sebuku. Hasil analisis Trend perkembangan produksi komoditas sub kategori tanaman pangan basis yang memiliki trend positif yaitu, Kedelai di Kecamatan Lumbis. Komoditas basis dengan trend negatif yaitu, Padi Sawah di Kecamatan Krayan. Padi Ladang di Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis. Kedelai di Kecamatan Sebuku. Ubi Kayu di Kecamatan Lumbis Ogong. Ubi Jalar di Kecamatan Nunukan Selatan. Kacang Hijau di Kecamatan Sembakung Atulai, Sembakung dan Sebuku. Adapun komoditas unggulan dan lokasinya yaitu Komoditas Kedelai di Kecamatan Lumbis. Saran pada pemerintah daerah untuk mampu mempertahankan dan mengembangkan komoditas yang menjadi basis pada setiap kecamatan untuk peningkatan pendapatan daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMODITAS UNGGULAN YANG BERBASIS TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•

Salah satu sektor terpenting dalam pembangunan ekonomi daerah adalah sektor pertanian. Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian penting dilakukan guna meningkatkan perekonomian daerah. Kabupaten Nunukan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara hal itulah yang melatar belakangi penelitian ini dilakukan. Tujuan Penelitian ini adalah ; (1) Mengidentifikasi komoditas tanaman pangan apa yang menjadi basis dan non basis di Kabupaten Nunukan (2) Mengetahui Komponen Pertumbuhan Proporsional komoditas Tanaman Pangan basis di Kabupaten Nunukan (3) Mengidentifikasi Trend perkembangan produksi komoditas Tanaman Pangan basis pada masa yang akan datang (4) Mengetahui jenis komoditas Tanaman Pangan yang menjadi unggulan dan letak wilayah komoditas unggulan di Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan alat analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share (SSA), Analisis Perkembangan Produksi dengan Least Square Method dan Geografic Information System (GIS). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa nilai produksi Sub Kategori Tanaman Pangan (2016-2020). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas yang menjadi basis yaitu Padi Sawah di Kecamatan Krayan. Padi Ladang di Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis. Kedelai di Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Sebuku. Ubi Kayu di Kecamatan Lumbis Ogong. Ubi Jalar di Kecamatan Nunukan Selatan. Kacang Hijau di Kecamatan Sembakung Atulai, Sembakung, dan Sebuku. Hasil analisis nilai Pertumbuhan Proporsional komoditas sub kategori tanaman pangan basis yang mengalami pertumbuhan cepat dari tahun 2016-2020 yaitu Kedelai di Kecamatan Lumbis. Komoditas basis yang mengalami pertumbuhan lambat yaitu, Padi Sawah di Kecamatan Krayan. Padi Ladang di Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis. Kedelai di Kecamatan Sebuku. Ubi Kayu di Kecamatan Lumbis Ogong. Ubi Jalar di Kecamatan Nunukan Selatan. Kacang Hijau di Kecamatan Sembakung Atulai, Sembakung dan Sebuku. Hasil analisis Trend perkembangan produksi komoditas sub kategori tanaman pangan basis yang memiliki trend positif yaitu, Kedelai di Kecamatan Lumbis. Komoditas basis dengan trend negatif yaitu, Padi Sawah di Kecamatan Krayan. Padi Ladang di Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis. Kedelai di Kecamatan Sebuku. Ubi Kayu di Kecamatan Lumbis Ogong. Ubi Jalar di Kecamatan Nunukan Selatan. Kacang Hijau di Kecamatan Sembakung Atulai, Sembakung dan Sebuku. Adapun komoditas unggulan dan lokasinya yaitu Komoditas Kedelai di Kecamatan Lumbis. Saran pada pemerintah daerah untuk mampu mempertahankan dan mengembangkan komoditas yang menjadi basis pada setiap kecamatan untuk peningkatan pendapatan daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK IKAN KERING TIPIS DIKELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN (Studi Kasus : Usaha Ikan Kering Tipis Bapak Suryanto)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilai tambah (Value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Sektor industri khususnya pada industri pengolahan saat ini merupakan sektor yang cukup berkontribusi dalam perekonomian. Kelurahan Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang sebagian masyarakatnya bergerak di sektor industri ikan kering tipis, terutama pada daerah pesisir. Hal yang mendorong terjadinya pengelompokan industri ikan kering tipis di daerah tersebut yaitu letak geografis yang dekat dengan wilayah laut, dimana wilayah laut pada daerah Juata Laut tersebut banyak ditemukan bahan baku ikan kering tipis yang disebut dengan ikan Nomei (Harpodon nehereus) dan ikan nomei tersebut memiliki nilai yang rendah dan jarang dikonsumsi dalam kondisi ikan segar. Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui biaya produksi pada usaha ikan kering tipis bapak Suryanto. 2) Untuk mengetahui besar keuntungan dan nilai tambah pada usaha produk ikan kering tipis bapak Suryanto. Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dimana sampel diambil berdasarkan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya memproduksi hasil laut yaitu ikan nomei menjadi ikan kering tipis khas Kota Tarakan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan oleh usaha ikan kering tipis bapak Suryanto yaitu sebesar 5.329.889 per produksi. Nilai tambah yang diperoleh dari usaha ikan kering tipis bapak Suryanto memberikan nilai tambah sebesar Rp. 9.827/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 63%. Dan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan ikan kering tipis ini adalah Rp. 7.072/kg dengan tingkat keuntungan sebesar 45%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail