ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN TANAMAN KAKAO MENJADI TANAMAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN
Tanaman perkebunan kakao dan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan dari subsektor perkebunan yang ada di Indonesia. Terjadinya penurunan luas ladi Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan, menganalisis perbedaan pendapatan antara usahatani kakao dan kelapa sawit serta perbedaan pendapatan antara usahatani kakao sebelum beralih fungsi dan setelah beralih fungsi ke kelapa sawit diKecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan kakao menjadi kelapa sawit diKecamatan Sebatik timur, Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode pengambilan sampel menggunakan kombinasi Puprposive Sampling dan Convenience Sampling. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, pendapatan dan regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pendapatan petani kakao lebih rendah dari pada rata-rata pendapatan petani kelapa sawit. Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan sebelum dan sesudah beralih fungsi dari kakao menjadi kelapa sawit, yaitu dari rata-rata Rp.18.176.995 menjadi Rp. 40.695.240. Terdapat dua faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan yaitu, luas lahan dan serangan hama dan penyakit. Sedangkan, faktor yang secara signifikan tidak berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan adalah usia, tingkat Pendidikan dan pendapatan.