Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan unsur alam dan ruang yang dihadirkan dalam kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya karya Budhi Setyawan, yang tidak sekadar berfungsi sebagai latar geografis, melainkan juga menyimpan makna simbolik serta kritik ekologis terhadap kondisi Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk representasi alam dan representasi ruang dalam kumpulan puisi tersebut melalui pendekatan ekologi sastra dengan merujuk pada teori Cheryll Glotfelty, didukung oleh teori representasi Stuart Hall dan teori ruang Henri Lefebvre. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya terbitan Diva Press, Yogyakarta, tahun 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30 data yang terbagi ke dalam dua kategori besar, yaitu representasi alam dan representasi ruang. Representasi alam ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu alam sebagai latar, alam sebagai simbol, dan alam sebagai kritik ekologis. Representasi ruang ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu ruang fisik, ruang sosial, serta ruang budaya dan simbolik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya merepresentasikan Yogyakarta sebagai ruang hidup yang menyatukan dimensi ekologis, sosial, dan kultural, sekaligus merefleksikan kesadaran ekologis penyair di tengah tekanan modernisasi.