Abstrak
RESPON PERTUMBUHAN SETEK MELATI PUTIH (Jasminum sambac) MELALUI APLIKASI ZPT ALAMI LIDAH BUAYA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) alami dari material lidah buaya terhadap pertumbuhan setek melati putih (Jasminum sambac) serta menentukan dosis terbaik yang mendukung perkembangan vegetatif tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat taraf perlakuan, yaitu F1 (100 g), F2 (200 g), F3 (300 g), dan F4 (400 g) lidah buaya. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, dan panjang akar pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, kemudian dilanjutkan dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian material lidah buaya berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan setek melati putih. Perlakuan F3 (300 g) merupakan perlakuan terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 15,13 cm, jumlah akar 10 helai, panjang akar 4,03 cm, dan jumlah daun 10 helai pada umur 8 MST. Hal ini menunjukkan bahwa dosis 300 g mampu memberikan keseimbangan hormon pertumbuhan alami yang optimal bagi tanaman. Dengan demikian, material lidah buaya dapat direkomendasikan sebagai ZPT alami yang efektif, mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta berpotensi meningkatkan keberhasilan perbanyakan setek melati putih.