Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja terhadap kinerja dosen perempuan, dengan keseimbangan kerja-keluarga sebagai variabel mediasi, dalam konteks Universitas Borneo Tarakan. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori digunakan, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert. Sebanyak 150 dosen perempuan yang telah berkeluarga dijadikan responden, dan data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja, sedangkan stres kerja tidak berpengaruh langsung. Namun, kedua variabel tersebut terbukti memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kinerja melalui mediasi keseimbangan kerja-keluarga. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran keseimbangan hidup dalam menjaga performa akademik dosen perempuan, khususnya dalam menghadapi tekanan peran ganda dan stres kerja. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis dalam memperkuat model mediasi psikososial serta implikasi praktis bagi institusi pendidikan tinggi untuk merancang kebijakan kerja yang responsif gender. Keterbatasan penelitian terletak pada konteks spesifik wilayah perbatasan yang dapat memengaruhi generalisasi hasil, sehingga disarankan penelitian selanjutnya dilakukan dengan cakupan lebih luas dan mempertimbangkan variabel moderator seperti dukungan organisasi atau efikasi diri.