Abstrak
Guru bimbingan dan konseling memiliki peran membimbing atau mengarahkan siswa tentang etika pergaulan, munculnya rasa saling mengagumi satu sama lain, rasa tolong menolong dan empati terhadap sesama sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, rukun dan tanpa kekerasan selanjutnya diharapkan muncul kedisiplinan yang baik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membimbing etika pergaulan siswa di SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, serta implikasinya pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru BK dan dua siswa yang terlibat dalam bimbingan. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman dimana terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK melakukan berbagai upaya dengan pencegahan di keluarga yaitu bimbingan kelompok, sekolah layanan klasikal dan individual, masyarakat bimbingan individual selanjutnya penanganan di keluarga memberikan layanan, di sekolah memberikan arahan, di masyarakat sama halnya juga memberikan arahan. Dalam konteks keluarga, guru BK bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan arahan mengenai etika bergaul yang baik, meskipun tidak ada materi khusus yang diberikan secara formal. Di sekolah, upaya yang dilakukan termasuk pemberian materi etika bergaul kepada siswa secara klasikal maupun individual. Sedangkan di masyarakat, guru BK memberikan bimbingan yang lebih bersifat situasional, baik dalam bentuk layanan bimbingan individual maupun kelompok. Upaya-upaya tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai moral dan norma sosial yang dapat membentuk perilaku positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.