Abstrak
Uji formalin dapat dilakukan menggunakan kulit terong ungu Penelitian ini bertujuan untuk: 1) bagaimana pengaruh kulit terong ungu terhadap uji formalin pada tahu putih, 2) mengidentifikasi kandungan formalin pada tahu putih yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3) mengindetefikasi potensi penerapan pada pembelajaran Biologi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksprimen dengan memberikan 3 perlakuan indikator alami kadar konsentrasi ekstrak kulit terong ungu, penelitian ini dilakukan di Gedung SBSN Laboratorium Kimia Dasar. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yakni keseluruhan tahu putih yang dijual dipasar kota tarakan dan tanaman terong ungu sedangkan sampel yang digunakan yaitu perwakilan dari populasi yang diteliti. Instrumen penelitian observasi dan dekomentasi. Analisis data yang digunakan yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji homogenitas). Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Adapun potensi pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kadar konsentrasi ekstrak kulit terong ungu L1, L2 dan L3 dapat digunakan untuk deteksi formalin pada kadar 10%, 20% dan 30% yang diperoleh berdasarkan grafik rekapitulasi. Namun jika dilihat dari perubahan warna yang terjadi secara perlahan-lahan maka yang lebih mudah untuk diamati pada kadar 10g + 20ml air. Selanjutnya, Hasil uji pangan tahu putih yang dijual di pasar Kota Tarakan yaitu Pasar Rakyat, Pasar tenguyun, Pasar Guser da Pasar Pagun adalah negative formalin. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas XI SMA dengan materi pembelajaran Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan.