Abstrak
.Budidaya tanaman hydrofarm, juga dikenal sebagai salah satu jenis pertanian modern yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Kegiatan ini dimulai karena beberapa masyarakat umum yang tinggal di perkotaan ingin mencoba bercocok tanam tetapi tidak memiliki lahan yang cukup, sehingga mereka dapat membuat hydrofarm dan menikmati hasil tanaman mereka yang tidak kalah bagusnya sementara itu IoT (Internet of Things) dapat digunakan sebagai kontrol secara tidak langsung. Agar Hydrofarm dapat mengontrol faktor-faktor seperti tingkat air, nutrisi, pH air, dan lain-lain, diperlukan alat-alat yang mendukung, yang tentunya membutuhkan listrik. sumber energi listrik bagi hydrofarm tersebut yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS adalah sebuah sistem yang mengkonversi tenaga panas matahari menjadi tenaga listrik. Dengan cara melalui solarcell yang akan mengubah panas menjadi listrik yang kemudian listrik tersebut disimpan ke dalam baterai. Sementara itu kualitas pH air menyatakan kualitas air mencakup tiga karakteristik, yaitu fisika, kimia dan biologi. Dasar inilah sehingga penulis melakukan monitoring pH air pada hydrofarm tenaga surya berbasis ( internet of things ) IoT agar terciptanya kondisi teknis dalam monitoring pH, air. Dalam monitoring ini penulis menggunakan metode IoT (internet of things)