Abstrak
Penelitian ini mengkaji penerapan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) pada domain teknik penangkapan ikan di Lingkas Ujung, Tarakan Timur, fokus pada nelayan gillnet. Lingkas Ujung adalah kelurahan di Kecamatan Tarakan Timur dengan luas 133,69 km², mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Penelitian bertujuan menganalisis indikator domain teknis penangkapan ikan (metode, modifikasi, kapasitas, selektivitas) dan status pengelolaan perikanan berbasis EAFM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi dan survei. Hasil menunjukkan tidak ada penggunaan alat tangkap ilegal, modifikasi alat tangkap sesuai peraturan, rasio fishing capacity 1,3, dan selektivitas penangkapan 50-75%. Kesesuaian dokumen legal kapal 30-50%, dengan sebagian besar nelayan tidak memiliki sertifikasi. Nilai komposit domain teknik penangkapan ikan mencapai 85,67 (kategori baik), namun beberapa indikator masih memerlukan perbaikan, terutama selektivitas penangkapan, kesesuaian dokumen, dan sertifikasi awak kapal. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai penerapan prinsip-prinsip EAFM dalam praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Selain itu perlu dilakukan penelitian di lokasi lain dengan kondisi lingkungan yang berbeda untuk membandingkan tingkat keramahan lingkungan gill net serta peningkatan pengembangkan alat tangkap alternatif yang lebih selektif lagi.