Abstrak
Halusinasi seseorang yang memiliki gangguan persepsi sensorik terhadap suatu objek tanpa adanya rangsangan dari luar, dan gangguan persepsi sensorik ini mencakup kelima indera. Gejala psikosis dimana penderita mengalami perubahan persepsi sensorik, mengalami sensasi palsu berupa suara, gambar, rasa, sentuhan atau bau. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran masalah utama yaitu halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi pada dua kasus secara intensif. Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu halusinasi. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan hasil pengkajian yang sama pada kedua klien yang diperoleh dari keluhan utama yaitu klien mengatakan sering mendengar suara perempuan dan bayangan ketika malam hari, selain itu didapatkan perbandingan dari hasil asuhan keperawatan yang diberikan kepada kedua klien, yang dimana klien pertama belum mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan sedangkan pada klien kedua mengalami peningkatan yang signifikan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi ini menggunakan tiga tahapan yaitu tahap pengkajian, tahap perumusan diagnosis, tahap intervensi, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Diharapkan laporan tugas akhir ini dapat menambah pengetahuan, menambah wawasan dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi.