Abstrak
Produktivitas budidaya rumput laut di perairan Kota Tarakan sejak 2010 cukup baik, namun saat ini terjadi penurunan satu diantara permasalahan adalah kualitas bibit. perkembangbiakan rumput laut dapat dilakukan dengan cara generatif (seksual) dngan gamet, vegetatif (aseksual) dengan spora, dan fragmentasi dengan potongan thallus (stek). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari habitat yang berbeda. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan menggunakan Rancangan Pencobaan Acak Lengkap (RAL) 4 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan dan kualitas air, perlakuan dalam penelitian ini adalah bibit asal Pantai Amal, Tanjung Batu, Kupang, dan Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021, di Tanjung Batu Kota Tarakan. Parameter pengamatan meliputi analisis pertumbuhan dan kualitas air. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak terbaik adalah perlakuan habitat bibit Lampung dengan berat 26.05 gram diikuti Tarakan yaitu 18.05 gram, Tanjung batu yaitu 11.30 gram dan Kupang 9.47 gram.