Abstrak
Perubahan pelaksanaan sistem pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka (offline) berubah menjadi pembelajaran secara daring (online) menyebab-kan banyak siswa melakukan perilaku prokrastinasi akademik. Upaya yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah pemberian layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring. Konseling kelompok sebagai salah satu bentuk konsel-ing dengan memanfaatkan kelompok untuk membantu, memberi umpan balik dan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring efektif untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas IX SMP Negeri 2 Bunyu. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pre-test posttest design. Dengan populasi sebanyak 59 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling sebanyak 10 orang siswa menurut teori Roscoe (dalam Sugiyono 2015). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala prokrastinasi akademik yang diadaptasi dari Ghaida (2019) berdasarkan teori Ferrari, Johnson & McCown (1995). Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.001 0,05 dan nilai t hitung 60.374 > t tabel 1.833. Sehingga penerapan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring efektif untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas IX SMP Negeri 2 Bunyu.